Letkol de Fretes Tewas Ditembak OTK – Ambon Ekspres
Trending

Letkol de Fretes Tewas Ditembak OTK

Magelang, AE— Perwira penghubung, Letkol Infanteri Anumerta Jhon de Fretes, korban penembakan kelompok bersenjata di Papua, akan dimakamkan di Magelang, Jawa Tengah, besok. Hari ini, keluarga masih menunggu jenazah.

Suasana berkabung terasa di kompleks Panca Marga Akademi Militer (Akmil) Magelang di Desa Banyurojo, Kecamatan Mertoyudan, Selasa (1/12). Bunga ucapan duka cita berjejer di lokasi.

Terdengar isak tangis keluarga korban. Istri korban, Mohadara Ratih Herawati, tak kuasa menahan haru. Dia diberitahu suaminya gugur oleh pihak Akmil pada Selasa pagi.

“Dia menelepon Minggu malam. Dia bilang ngeri dengan alam Papua. Tidak ada keceriaan di dirinya saat itu,” kata Ratih.

Padahal, lanjut Ratih, selama ini suaminya tidak pernah mengakui perasaan. Semua disimpan sendiri. “Saya yakin dia bukan orang penakut. Dia hamba Tuhan,” kata Ratih.

Komunikasi itu dianggap Ratih sebagai penanda. Dia menduga suaminya merasakan sesuatu. Senin (30/11) kemarin, dia tertembak saat memantau Kampung Namuni, Distrik Kasonaweja, Kabupaten Mamberamo Raya dengan menggunakan speedboad. Saat itu dia bersama Kopda Simon Sopacua dan Kopda Afan.

Di lokasi, rombongan dihadang oleh kelompok kriminal bersenjata yang diduga berjumlah 10 orang. Mayor Jhon ditembak oleh kelompok itu. Walau pria asal Ambon tersebut mencoba menjelaskan bahwa ia dan anak buahnya justru ingin membantu masyarakat, para pelaku malah semakin menembakinya.

Kopda Simon dan Kopda Afan meloncat ke sungai dan berenang, sedangkan korban ditemukan di pinggir sungai usai kejadian.

Jenazah korban diperkirakan tiba di Magelang malam ini. Bapak dua anak ini akan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kota Magelang pada Rabu besok. Atas dedikasinya, TNI menaikkan pangkat korban dari Mayor ke Letkol.

“Diberikan kenaikan pangkat oleh Panglima TNI. Langsung Letkol Anumerta,” ungkap Kapendam XVII/Cenderawasih Letkol Inf Teguh PR, seperti ditulis detik.com, Selasa (1/12).
Menurut Teguh, keluarga besar Kodam Cenderawasih merasa sangat kehilangan.

Apalagi diketahui Jhon yang kini berpangkat Letkol Anumerta merupakan prajurit yang memiliki dedikasi tinggi untuk menolong masyarakat.

“Tentu saja kami merasa sangat kehilangan. Sebagai perwira penghubung, dia sudah seperti dandim (komandan kodim). kemudian dia pendeta, seorang sarjana theologi sehingga dekat dengan masyarakat. Sudah sehari-harinya melakukan pemantauan wilayah dan pembinaan kepada warga,” tukas Teguh.

Kodam Cenderawasih belum bisa memastikan apakah para pelaku merupakan anggota Organisasi Papua Merdeka (OPM), termasuk motif penembakan. Beredar kabar bahwa kelompok separatis itu berulah jelang HUT mereka. (dtc)

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!