Pasar Ole-Ole “Dikuasai” Istri Pejabat – Ambon Ekspres
Trending

Pasar Ole-Ole “Dikuasai” Istri Pejabat

AMBON, AE— Perencanaan keliru pembangunan Pasar Ole-Ole, hanya satu dari masalah proyek dengan anggaran miliaran rupiah ini. Pasar yang awalnya diperuntukan bagi Usaha Mikro Kecil, dan Menengah (UMKM) itu justeru banyak dikuasai oleh isteri para pejabat.

Informasi Ambon Ekspres dari beberapa pedagang yang memilih bertahan di Pasar Ole-Ole, menyebutkan, awal pengalokasian kios sudah salah sasaran.

Mereka yang bukan pedagang, justeru diberikan. “Bahkan ada isteri pejabat yang juga mendapatkan kios itu,” ungkap sumber ini.

Rata-rata kios yang dikuasai isteri para pejabat itu kini sudah tutup. “Memang sebagian pernah ditempati para pengusaha kecil, tapi sudah terlanjut gulung tikar,” ungkap, salah satu pemilik kios yang enggan namanya dikorankan, kepada Ambon Ekspres.

DIa mengaku, selama ini pemerintah kurang aktif melakukan promosi maupun sosialisasi tentang keberadaan pasar Ole-Ole. Disamping biaya kontrak untuk tiap tahunnya juga cukup mahal, juga letak bangunan yang kurang strategis.

“Sebelumnya difungsikan, harga pertahun Rp10 juta sampai RP15 juta oleh. Setelah itu, nanti dilihat lagi sesuai dengan tingkat keramaian. Kalau memang pemasukan tidak maksimal, bisa dibayar per triwulan. Tapi mungkin karena sepi dan kurang pengunjung, setelah enam bulan berikutnya ada yang keluar. Jadi cukup sulit,” jelasnya.

Terpisah, Anggota Komisi II DPRD Ambon Christian Latumahina mengatakan, persoalan pengalihfungsian pasar ini sudah keluar dari fungsi sebenarnya, dan perlu dipertanyakan. Pasar yang dibangun untuk UMKM, harusnya dipakai UMKM, bukan isteri para pejabat.

“Tujuan pemerintah dalam meningkatan PAD (pendapatan asli daerah), itu patut diapresiasi. Namun tidak mengorbankan pelaku UMKM tadi. Karena perencanaan awal sudah tepat diperuntukan bagi pedagang ole-ole atau cenderamata.

Apalagi sekarang sudah dikontrakan kepada pengusaha lain yang bukan pelaku UMKM,” tandas, Latumahina ketika dikonfirmasi Ambon Ekspres, Selasa (1/12).

Politisi asal Nasional Demokrat (NasDem) ini menilai, tindakan pemerintah menunjukan lemahnya kinerja mereka baik di kota maupun provinsi.

“Kita akan pertanyakan ini kepada pemerintah khususnya Disperindag (Dinas Perindustrian dan Perdagangan). Bagaimana pendataan di lapangan,” ujar Latumahina.

Solusinya, kata dia, pemerintah sudah harus memberikan keringanan pembiayaan bagi para pelaku UMKM, disertai sosialisasi serta promosi ke setiap wisatawan lokal maupun asing. Sehingga fungsi pasar Ole-Ole ini bisa dikembalikan.

Hal senada, disampaikan Anggota Komisi II DPRD Ambon Taha Abubakar. Kata dia, Pasar Ole-Ole harus dikembalikan fungsinya.

Setelah itu, baru pemerintah kembali melakukan sosialisasi dalam bentuk promosi dan sebagainya guna memperkenalkan kembali pasar tersebut kepada masyarakat maupun wisatawan.

“Dengan langkah-langkah itu, Pasar Ole-Ole menjadi pasar yang ramai dikunjungi pembeli lokal maupun wisatawan. Dan diprioritaskan pelaku UMKM.

Jangan lebih berpihak pada orang yang memiliki ekonomi menengah keatas. Tapi harus lakukan pemberdayaan kepada seluruh pelaku UMKM,” jelas Taha. (ISL)

Most Popular

To Top