Kajati Warning Kepala Balai Jalan – Ambon Ekspres
Trending

Kajati Warning Kepala Balai Jalan

AMBON,AE— Kontraktor pelaksana pembangunan Jembatan Merah Putih (JMP) terancam kena denda bila tidak menyelesaikan pekerjaan sesuai kontrak.

Kepala Kejaksaan Tinggi (Kejati) Maluku, Chuck Suryosumpeno, pun mengingatkan Kepala Balai Jalan dan Jembatan Nasional Wilayah Maluku-Maluku Utara, Amran Mustari agar pekerjaan capai target waktu penyelesaikan pekerjaan.

Jembatan yang menghubungkan desa Galala dan Poka itu dikerjakan oleh tiga kontraktor pelat merah, yaitu PT Waskita Karya (Persero), PT Pembangunan Perumahan (Tbk), dan PT Wijaya Karya (Tbk). Penandatanganan kontrak untuk pembangunan jembatan ini dilaksanakan di Kementerian Pekerjaan Umum, 27 Juli 2012.

“Saya sempat koordinasi dengan kepala BPJN dan minta agar proyek itu dapat diselesaikan sesuai kontrak yang ada, “kata Kajati di sela acara penandatangan nota kesepakatan (MoU) antara BPJJN Maluku-Maluku Utara dengan Kejati Maluku, Rabu (2/12).

Kajati mengatakan, bila terjadi keterlambatan dalam pekerjaan dan melewati masa kontrak, maka konsekwensinya adalah pelaksana proyek tersebut akan dikenakan denda.

“Jadi saya pesankan kepada beliau (Kepala BPJJN-red) agar jangan ada keterlambatan. Karena proyek harus diselesaikan sesuai kontrak. Saya juga sudah berikan warning juga kepada beliau. Dan itu juga merupakan salah satu bentuk dari kerjasama,” tandas Kajati.

Lebih lanjut orang nomor satu di Kejati Maluku ini mengatakan, pihaknya telah mengetahui adanya kendala teknis yang dialami oleh BPJN dalam menuntaskan proyek ini. Walaupun begitu, pihaknya juga mendorong BPJN agar dapat menyelesaikan kendala itu, sehingga jembatan itu dapat dimanfaatkan oleh masyarakat.

Kepala BPJN, Amran Mustari mengakui, molornya target penyelesaian pembangunan JMP. Itu karena terjadi selisih atau perbedaan titik temu saat pemasangan beberapa bagian di bentang tengah. Akibat hal itu, pihaknya tidak ingin ceroboh untuk segera menyelesaikan proyek itu.

“Memang kami mengalami kendala karena ada perbedaan titik temu kira-kira 2 centimeter. Jadi kami koordinasi, kemudian diputuskan untuk menunggu tim perencanaan dari Taiwan,” jelasnya.

Setelah dikoordinasikan, lanjut dia, tim perencanaan memberikan keputusan, dan pekerjaan itu dilaksanakan lagi. “Yang kendala itu sudah diselesaikan dan sementara dikerjakan. Kini bentangan tengah penyambung dua titik sudah terpasang, “lanjutnya.

Saat ini, kata Mustari sudah dinaikan lima segmen, dari delapan segmen yang ditentukan. Satu segmen, lanjut dia, dibutuhkan waktu selama tujuh hari. sehingga, tiga segmen yang belum terpasang. Untuk menyelesaikan itu, dibutuhkan waktu selama 21 hari. “Ditargetkan, pemasangan tiga segmen sisa ini akan selesai pada akhir Desember, “lanjutnya lagi.

Setelah pemasangan seluruh segmen rampung, tambah dia, akan dilakukan pengaspalan. Sehingga, diperkirakan Januari 2016 proyek JMP akan tuntas. “Jadi waktu yang diberikan untuk menuntaskan proyek ini, tanggal 29 Januari 2016,” imbuhnya.

Amran juga menambahkan, sesuai kontrak direncanakan tuntas pada 11 Desember tahun ini. Namun, karena mengalami kendala, kontrak itu diubah hingga tanggal 30 Januari 2016. Olehnya itu, pihaknya akan berusaha agar proyek ini tuntas sesuai kontrak.

“Jadi, kontrak yang rencananya dibuat tanggal 11, tetapi diperpanjang hingga tanggal 30 Januari. Tetapi nanti jika sampai tanggal itu belum juga tuntas, maka sudah sepatutnya membayar denda,” tandasnya.

Sekretaris komisi C DPRD provinsi Maluku Robby Gasperz mengaku pesimis bila balai jalan menargetkan JMP tuntas selesai bulan ini. Sebab, sesuai dengan komitmen Kepala Balai Mustari di hadapan komisi C, JMP selesai pada Januari 2016.

Gasperz mengungkapkan, itu disampaikan pimpinan Balai Jalan setelah target penyelesaian sebelum pelaksanaan Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) tingkat nasional di kota Ambon, belum lama ini gagal diwujudkan.

“Pa Amran dengan Satker JMP itu, Cris Lasmono, mengatakan pekerjaan selesai di pertengahan Januari sampai dengan akhir Januari 2016. Kita lihat bentangan pendekat, kan dari dua sisi sudah naik, tapi belum tersambung. Itu berarti, masih membutuhkan waktu sekitar dua bulan lagi. Sekarang ini sudah tanggal dua Desember. Masih ada dua bulan lagi, “ungkapnya.

Komisi C, kata politisi partai Gerindra itu tetap berpegang pada sisa waktu yang telah ditetapkan oleh Amran Mustari tersebut. Dengan catatan, harus ditepati. Jangan terjadi seperti sebelumnya, rencana dipasang, tapi selalu gagal.

“Januari sudah harus tuntas. Kalau Desember, kita pesimis. Kami di DPRD juga lembaga pengawasan, kami berharap agar jangan molor lagi,” katanya.(MAN/AFI)

Most Popular

To Top