Polisi Kumpul Bukti, Jerat Sitanala – Ambon Ekspres
Trending

Polisi Kumpul Bukti, Jerat Sitanala

AMBON,AE— Penyidik Satuan Reserse Kriminal Polres Pulau Ambon dan Pp Lease, hingga kini masih terus mengumpulkan bukti-bukti dugaan penganiayaan terhadap Steven Tapilaha, untuk menjerat terduga pelaku anggota DPRD Maluku Tengah, Jimmy Sitanala. Sudah beberapa orang diperiksa termasuk korban.

“Sampai saat ini sudah tiga saksi yang kami periksa. Dua orang warga dan saksi korban. Masih ada sejumlah saksi lain akan kami panggil untuk diperiksa,” jelas Kasubbag Humas Polres Pulau Ambon dan Pp Lease, Iptu Meity Jacobus, kepada koran ini di Mapolres Ambon kemarin.

Penyidik masih fokus pada pemeriksaan saksi guna mencari bukti yang kuat, untuk menjerat politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) itu. “Pemeriksaan saksi-saksi dulu, jika dari keterangan para saksi yang sudah kita periksa maupun yang nanti akan kita periksa itu, semuanya sudah cukup kuat dan mengarah kepada yang bersangkutan baru akan kita panggil,” katanya.

Pemanggilan dan pemeriksaan terhadap Sitanala sendiri, hingga kini belum diagendakan penyidik. Penyidik masih membutuhkan bukti tambahan guna melengkapi bukti yang ada.
Pengamat hukum dari Universitas Darussalam Ambon, Almudatsir Sangadji mengatakan, tindakan Jimmy itu mempunyai dua konsekwensi.

Pertama, konsekwensi hukum pidana dimana, penganiayaan merupakan tindak pidana murni dan harus diproses secara hukum pidana. Kedua, dia diikat oleh kode etik, maka harus diproses melalui jalur dewan kehormatan DPRD.

Menurutnya, tindakan penganiayaan itu, bukan delik aduan, melainkan tindakan penganiayaan murni, karena itu akan merusak marwah DPRD maupun marwah partai. “Tindakan kekerasan ini akan mencoreng marwah lembaga DPRD maupun marwah partainya sendiri.

Olehnya itu, Badan Kehormatan DPRD dan partai segara mengambil sikap tegas terhadap yang bersangkutan,” katanya.

Dan jika terbukti, sanksi kode etik dari lembaga harus di berikan. Namun sebelum itu, Partai bisa segera mengambil langkah, untuk melakukan evaluasi terhadap Jimmy.

“Partai perlu untuk mengevaluasi, dan langkah partai bisa lebih cepat dari langkah hukum pidana maupun langkah Badan Kehormatan, tetapi semuanya berpulang pada partai. Namun ini demi nama besar partai.

Kemudian lembaga sendiri, jika memang terbukti, harus di berikan sanksi tegas, bisa sampai ditingkat PAW,” ujarnya.(AHA)

Most Popular

To Top