Dirut Bank Maluku Masih Tutup Mulut – Ambon Ekspres
Trending

Dirut Bank Maluku Masih Tutup Mulut

AMBON,AE— Bank Maluku-Maluku Utara terus digerogoti masalah. Belum tuntas sejumlah masalah sebelumnya, muncul masalah baru, Direksi bank plat merah itu digugat di pengadilan negeri Ambon. Direktur Utama, Idrus Rolobessy selalu memilih bungkam ketika ingin dikonfirmasi tentang sejumlah kasus.

Masalah diantaranya kasus dugaan markp up anggaran pembelian gedung kantor cabang Surabaya. Selain pemegang saham, Direksi bank Maluku juga disebut-sebut paling bertanggung jawab dalam transaksi tersebut.

Jaksa masih dapat memanggil petinggi di bank Maluku untuk dimintai keterangan tentang kasus tersebut, termasuk Direktur Utama, Idris Rolobessy yang pernah dipanggil sebelumnya dalam kasus yang sama.

“Masih pengembangan. Terus meminta keterangan. Jadi, kalau masih dibutuhkan, ya tetap (Direksi bank Maluku) dipanggil lagi. Hanya saja, terkait materi pemeriksaan, tidak bisa dibuka. Nanti hasilnya, baru kita lihat lagi,” kata Kasi Penerangan Hukum dan Humas Kejaksaan Tinggi (Kejati) Maluku, Bobby Kin Palapia, Kamis (3/12).

Sudah beberapa kali Ambon Ekspres ingin mengkonfirmasi Dirut bank Maluku Idris Rolobessy tentang dugaan tersebut, tapi dia tetap konsisten untuk tutup mulut. Termasuk tentang gugatan salah satu pengacara, Adolf Saleky terhadap Direksi bank Maluku terkait tunggakan pembayaran uang jasa bantuan hukum.

“Sudah. Dengan bagian hukum saja,” singkat Rolobessy ketika ingin dikonfirmasi di kantor pusat bank Maluku, Kamis (3/12).

Bukan hanya Rolobessy, pejabat lain di bank milik Pemda Maluku dan Maluku Utara itu juga kompak, tidak bersedia memberikan penjelasan.

Pelaksana tugas Kepala Sub Bidang Hukum Bank Maluku Jince Juanda yang dikonfirmasi, juga mengaku tidak dapat memberikan penjelasan terkait masalah tesebut. “Kalau soal itu (pembelian gedung-red), maaf saya tidak bisa, karena tidak berwenang,” elak dia, kemarin.

Di gugatan pengacara Adolf Saleky, Jince Juanda juga diberikan kepercayaan oleh direksi bank Maluku-Malut untuk hadir mewakili direksi dalam sidang. Adolf Saleky menggugat direksi bank Maluku belum melunasi uang jasa bantuan hukum terhadap tiga pegawai bank Maluku yang diproses hukum dalam kasus dugaan kredit macet yakni Erick Matitaputty, Marcus F Fangohoy dan Matheus Adrianus Matitaputty.

Sesuai kesepakatan, Adolf Saleky akan dibayar sebesar Rp150 juta. Namun hingga kasus tersebut diputuskan di pengadilan Tipikor negeri Ambon, Saleky baru menerima Rp50 juta.

Bahkan, pihak bank Maluku mengalihkan kuasa kepada pengacara lain tanpa melunasi sisa uang jasa sesuai kesepakatan dengan Adolf Saleky.

Sebelumnya, sudah beberapa kali sidang digelar, namun Idrus Rolobessy Cs tidak hadir dalam persidangan. Kemarin, Sidang kembali digelar, Dalam sidang itu, Direksi bank Maluku-Malut kembali tidak hadir, mereka mengutus Kepala Sub bidang hukum, Jince Juanda untuk menghadiri persidangan, dengan dasar surat tugas dari Direksi.

Tapi, majelis hakim terapksa tidak melanjutkan persidangan, karena tidak dapat menerima surat kuasa tanpa dikuatkan dengan surat kuasa dan Anggaran dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) bank Maluku.

“Ini untuk melengkapi adiministrasi saja. Jadi nanti disiapkan. Dan sidang berikut, mudah-mudahan sudah bisa hadir dan sidang bisa berjalan,” kata Jince Juanda.

Humas Pengadilan Negeri Ambon Heri Setiabudi mengakui, sidang terpaksa ditunda karena Direksi hanya membekali Jince Juanda dengan surat tugas. Itu belum dapat diterima, karena belum kuat untuk dijadikan dasar dalam melanjutkan persidangan. Sehingga, sidang direncakan, dilanjutkan pada pekan depan.

Tidak masalah siapa yang ditunjuk sebagai kuasa tergugat, yang penting dari bank Maluku dan persyaratan adiministrasinya dipenuhu semua. Kemudian AD/ART bank, guna mengetahui dengan jelas dan pasti tentang kapasitas orang yang dikuasakan tersebut.

‘’Harus AD/ART yang baru tentang direktur yang baru ini, karena ini kan badan hukum, jadi harus kejelasan tentang status orang yang duduk di bank,” jelasnya. (MAN)

Most Popular

To Top