Siang Sepi, Malam Menambang Lagi – Ambon Ekspres
Trending

Siang Sepi, Malam Menambang Lagi

Namlea, AE— Masalah Gunung Botak, belum juga tuntas. Penutupan juga belum menyelesaikan masalah. Tutup di waktu siang, malam hari pun tambang terbuka. Kondisi ini memantik amarah Dandim 1506, Namlea.

Sampai kemarin, masih ada beberapa aktivitas penambangan berupa aktivitas rendaman dan tong di beberapa lokasi, sepeti yang terjadi di jalur H lokasi tambang emas Gunung Botak.
Aktivitas rendaman itu dilakukan pada malam hari.

Mengetahui adanya hal itu, Dandim 1506 Namlea, Letkol Faisal Rizal geram. Dia langsung memerintahkan anggota pengamanan melalui via telepon seluler melakukan pembongkaran dan pembersihan di lokasi tersebut.

”Koh masih ada aktivitas. Semua aktivitas sudah dihentikan sejak tanggal 14 November lalu. Hal itu tidak boleh dibiarkan, tidak ada toleransi sedikitpun. Harus ditertibkan dan dikosongkan dari segala bentuk kegiatan penambangan dimanapun lokasinya,” tegasnya.

Dia juga, berterima kasih kepada siapapun yang sudah memberikan informasi baik terkait adanya aktivitas penambangan maupun aktivitas bekingan. Dia juga memerintahkan Dan Pom untuk melakukan investigasi di lokasi Gunung Botak untuk mencari tahu apakah benar adanya informasi terkait bekingan.

Setelah melakukan investigasi dan pemeriksaan anggota di lokasi tambang, Dan Pom Namlea mengatakan, tidak benar adanya bekingan atau apapun. Anggota di lapangan hanya melakukan pengamanan dan memeriksa ada aktivitas atau tidak.

Dandim menegaskan tidak main-main dengan semua informasi yang masuk. Segala informasi terkait anggota dan lain-lain akan langsung ditelusuri dan dicari kebenarannya. Dan jika benar adanya informasi tersebut, sanksi tegaspun akan diberikan.

“Saya tidak main-main. Saya tidak memiliki kepentingan terkait apapun yang ada di lokasi tambang. Yang ada hanyalah menjalankan tugas mengamankan apa yang sudah menjadi program pemerintah. Jadi jika ada yang melanggar, bukan hanya tinju saja melainkan tindakan tegaspun akan diberikan,” jelasnya.

Dandim, mengatakan setelah mengetahui adanya aktivitas rendaman pada malam hari, langsung memerintahkan anggota terpadu untuk langsung melakukan tindakan tegas. Tidak ada kompromi dan tidak ada tebang pilih. Seluruh penambang harus dipulangkan.

Disinggung mengenai adanya tagihan (Pungli) untuk satu ret muatan yang keluar dari lokasi tambang Rp 2 juta, Dandim langsung menanyakan hal tersebut ke anggota yang melakukan pengamanan di pos Kotis. Dari beberapa anggota diketahui tidak ada pungli yang dilakukan di lokasi tersebut.

“Kita tidak melakukan hal yang mempersulit orang lain. Malahan kita ikut membantu untuk memberikan tumpangan kepada mereka yang memerlukan,” ujar Dandim.

Terkait adanya aktivitas rendaman di lokasi jalur H itu juga mendapat reaksi keras dari Bupati Buru. Kemarahan terlihat dari wajahnya. Kata Bupati, dirinya akan turun langsung untuk menertibkan dan membongkar semua aktivitas yang informasinya masih beraktivitas pada malam hari itu.

Dirinya bahkan dengan tegas mengatakan, akan membongkar sendiri semua rendaman yang ada di lokasi jalur H itu.(CR8)

Most Popular

To Top