Sus-Goo Dinilai Takut Debat Publik – Ambon Ekspres
Trending

Sus-Goo Dinilai Takut Debat Publik

AMBON,AE— Pasangan calon Bupati dan wakil Bupati kabupaten Seram Bagian Timur Sitti Umuria Suruwaky-Sjaifuddin Goo, tak menghadiri debat kandidat, Kamis (3/12). Padahal, secara resmi telah diundang oleh Komisi Pemilihan Umum. Sementara pasangan ini berdalih, debat tidak terlalu penting.

Kepastian ketidakhadiran pasangan dengan singkatan Sus-Goo ini, disampaikan anggota KPU kabupaten SBT, Asnawai Masa saat dikonfirmasi Ambon Ekspres via telepon, Kamis (3/12). Debat yang berlangsung di gedung serba guna kesehatan itu, hanya dihadiri oleh pasangan Abdul Mukti Keliobas-Fachri Husni Alkatiri, Panwaslu, KPU, dan panelis serta simpatisan.

“Debat tadi (kemarin-red) tidak dihadiri pasangan Sus-Goo. Yang hadir hanya pasangan Mufakat. Kami sudah sampaikan jadwal debat kepada kedua pasangan calon. Bukan hanya itu, setiap jadwal dan rapat, kami juga sampaikan dan berdasarkan kesepakatan bersama, debat digelar tangal 3 Desember,” katanya.

Kendati tak dihadiri pasangan Sus-Goo, debat kandidat tetap dilaksanakan oleh sebagai bagian dari tahapan Pilkada yang harus diselesaikan. ”Kami tetap berada dan bekerja sesuai jadwal. Pada prinsipnya, kami tetap menjalankan tahapan,” paparnya.

Hanya saja, debat yang dimulai jam 10.00 pagi itu, tak berjalan sebagaimana mestinya. Pasangan Abdul Mukti Keliobas-Fachri Husni Alkatiri atau Mufakat, menolak berdebat jika hanya satu pasangan calon yang hadir.

“Saat mau masuk sesi debat, ada alasan timsus Mufakat bahwa, kalau tidak ada pasangan lain, maka mereka (Mufakat) tak menyampakan visi dan misi,”kata Aswani sembari menambahkan, tidak ada sanksi yang diberikan kepada Sus-Goo.

Anggota KPU Maluku Divisi Teknis, La Alwi juga membenarkan ketidakhadiran pasangan Sus-Goo.”Iya, pasangan Sus-Goo tidak mau ikut. Pasangan Mufakat hadir di arena debat. Tapi, saat debat akan dimulai, mereka interupsi, mempersoalkan ketidakhadiran salah satu paslon itu.

Dan Mufakat juga tidak mau debat dilakukan, kalau hanya mereka sendiri,” singkat Alwi yang juga hadir saat debat, via sms.

Ketua Tim Relawan pasangan Mufakat, Bahrum Wadjo mengatakan, alasan ketidakhadiran pasangan Sus-Goo sangat tidak argumentatif dan tidak rasional. Kalaupun pasangan Sus-Goo tidak sepakat dengan jadwal debat, harusnya disampaikan kepada KPU dan Panwaslu sejak awal.

“Itu alsan yang tidak argumentatif dan tidak rasional. Kalau alasan itu, kenapa mereka tidak menyampaikan ke KPU dan panwaslu?,” katanya saat dimintai tanggapan soal ketidakhadiran Sus-Goo.

Di sisi lain, politisi Partai Demokrat ini menilai, ketidakhadiran Sus-Goo menjadi bukti ketakutan pasangan Sus-Goo dalam menyampaikan visi dan misi serta berdebat di hadapan publik. Pasalnya, momentum debat sebagai salah satu indikator penilaian bagi pemilih, terutama pemilih rasional dalam menentukan suaranya.

“Ini (debat) merupakan panggung bagi kandidat menyampaikan visi dan misi, lalu terjadi perdebatan terbuka agar masyarakat tahu apa yang disampaikan kandidat. Tapi sayang, mereka tidak hadir. Mereka takut rakyat akan menilai. Tapi apapun yang terjadi, masyarakat sudah menilai siapa yang layak,” paparnya.

Lebih lanjut, anggota DPRD SBT tiga periode itu menganggap, ketidakhadiran Sus-Goo juga merugikan. Pasalnya, KPU sudah membayar panelis dan menyewa TVRI untuk disiarkan secara langsung dengan biaya mahal dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah.

Dan secara umum, kata dia, hal ini menjadi pembelajaran buruk bagi perbaikan demokrasi di SBT khususnya, karena selama dua kali Pilkada tak ada kejadian seperti ini. Publik Maluku juga akan menilai, SBT sedang krisis kualitas kepempinan daerah.

”Kejadian ini mencerminkan, seolah-olah tidak ada orang hebat lagi di SBT. Dan ini merupakan pembelajaran politik yang tidak bagus bagi kelangsungan demokrasi di SBT, bahkan Maluku bahwa kandidat tidak menghadiri debat,” kesalnya.

Olehya itu, pihaknya akan meminta keterangan resmi dari KPU dan Panwaslu terkait ketidakhadiran Sus-Goo.”Kami akan meminta penjelasan KPU dan panwaslu soal argumentasi ketidakhadiran pasangan Sus-Goo ini,”pungkasnya.

Ketua Tim Pemenang kabupaten pasangan Sus-Goo, Arobi Kilian saat dikonfirmasi Ambon Ekspres via telepon mengatakan, ketidakhadiran kandidat dengan nomor 2 itu, karena sejumlah alasan. Pertama jadwal debat yang ditunda sebanyak dua kali dengan alasan KPU belum siap.

“Alasan pasangan kami tidak menghadiri debat yang pertama adalah bahwa, jadwal debat ini sudah ditunda sebanyak tiga kali. Pertama pada tanggal 21 Oktober. Padahal kandidat kami sudah siap. Namun, KPU berasalan belum siap,katanya.

Setelah ditunda, dilakukan rapat bersama antara KPU, Panwaslu tim pasangan calon Sitti Umuria Suruwaky-Sjaifuddin Goo dan pasangan Abdul Mukti Keliobas-Fachri Husni Alkatiri untuk penentuan jadwal debat. Mereka bersepakat pada 16 November. Namun, kembali ditunda.

Kesepakatan terakhir, debat dilakukan pada 3 Desember. Dengan catatan dari tim paslon Sus-Goo, tanggal 2 Desember pasangan yang mempunyai jadwal kampanye di hari itu, tidak boleh berkampanye, agar adil. Pasalnya, jadwal kampanye 3 Desember untuk paslon Sus-Goo dipakai untuk debat.

Pengamat politik Universitas Darussalam Ambon, Ali Roho Talaouhu menilai, dari aspek pembelajaran demokrasi, pasangan Sus-Goo melanggar etik.

Pilkada kata dia, merupakan wujud dari demokrasi yang diselenggarakan oleh KPU dan Panwaslu. Paslon sebagai peserta juga punya andil untuk menjadikannya berkualitas.

“Kalau dari aspek pembelajaran demokrasi, saya kira itu salah dan pelanggaran etik. Artinya, setiap paslon harus mentaati jadwal dan yang sudah ditetapkan oleh KPU.

Karena itu, mereka harus datang, karena mereka dinyatakan sebagai paslon, itu oleh KPU yang diberikan kewenangan oleh undang-undang,”katanya.

Demi terlaksananya tahapan pilkada SBT sesuai jadwal dan ketentuan UU, lanjut Ali, harusnya pasangan Sus-Goo bisa memberikan mandat kepada tim sukses untuk menghadiri debat dan menyampaikan visi, misi serta program.

Ini penting, agar masyarakat SBT dapat menilai secara objektif disampaikan dan ingin dilakukan para paslon lima tahun kedepan setelah terpilih. (TAB)

Most Popular

To Top