Truk Hantam Motor, 1 Tewas – Ambon Ekspres
Trending

Truk Hantam Motor, 1 Tewas

AMBON,AE— Kecelakaan Lalulintas hingga menelan korban jiwa kembali terjadi. Lantaran mengalami gangguan pada mesin, sebuah truk pengangkut Air bernomor polisi DE 9895 AS, lepas kendali lantas melabrak beberapa kendaraan bermotor. Satu orang dilaporkan tewas.Mobil itu dikendarai, Umar Abdul Aziz (39) warga Air Kuning.

Mobil berisi ribuan liter air itu, tidak mampu menaiki tanjakan. Dipaksakan, mobil itu justeru lepas kendali. Terseret mundur. Akibatnya beberapa kendaraan yang berada di belakang saat ikut terseret, dan pada akhirnya seorang pengendara sepada motor bernama Tamrin tewas, setelah dilarikan Ke Rumah Sakit Bayangkara Polda Maluku.

Kecelakaan itu terjadi Kamis (3/12) pagi sekitar pukul 08.00 Wit, di Jalan Kebun Cengkeh tepatnya (Kawasan kapok). Sempat terjadi kemacetan panjang saat terjadi kecelakaan maut tersebut. Selang beberapa jam kemudiaan barulah arus lalulintas di kawasan tersebut kembali normal, setelah Aparat Kepolisiaan Satuaan Lalulintas Polres Pulau Ambon turun ke Lokasi kejadiaan.

Sebelum kecelakaan maut tersebut terjadi, truk yang dikendarai oleh Umar Abdul Aziz itu dari arah kota Ambon menuju Kebun Cengkeh. Truk pun terseret ke belakang, sempat sebuah mobil penumpang jurusan IAIN tepat di belakang truk menghindar sehingga tidak tertabrak.

Lepas dari maut pertama, truk kembali menghantam sepada motor Merek Yamaha Mio Soul berwarna Hitam dengan nomor Polisi DE 6709 AZ. Pengendaranya bernama, Tamrin pun ikut terseret bersama kendaraannya dan masuk di bawah truk. Tak berhenti, Truk kembali menghantam sebuah mobil angkot jurusan IAIN, bernomor polisi DE 139 AU yang di kendarai oleh Sukirman. Angkot itu berpenumpang.

“Saat naik tanjakan tadi tiba-tiba truk itu mesin mati, Rem juga tidak makan (Rem Blong-red), ada juga mobil angkot di depan saya, tapi cepat banting stir ke arah kanan sehingga tidak tertabrak. ada sepada motor di belakang mobil itu langsung tertabrak,” ungkap sukirman Pengemudi angkot yang juga korban kecelakan tersebut, Kepada Ambon Ekpers kemarin.

Sukirman Menjelaskan, tindakan itu dilakukan untuk menjaga tidak terjadi korban lebih banyak. Pasalnya saat itu banyak Kendaraan roda dua berada di belakangnya. Sehingga ia pun pasrah dan menerima hantaman Truk tersebut.

“saat itu banyak motor di belakang saya, jadi saya tidak bisa mundur, atau menghindar, jadi saya tada saja, kalau saya mundur tadi (Kamis-red) berarti nanti banyak korban lagi kan. lebih baik beta tada saja, kalau motor yang depan yang terseret (korban-red) saya tidak terlalu perhatikan, itu dibawah truk atau tidak, jelasnya tadi saya konsen saja dengan truk ada di depan saya saat itu,” cetus Sukirman.

Terpisah, Kapolres Pulau Ambon dan Pp.Lease AKBP Komaruz Zaman, melalui Kasubbag Humasnya Iptu Meity Jacobus. Setelah kejadiaan, aparat kepolisiaan dari satlantas Polres langsung menuju lokasi kejadiaan. Kemudian bersama warga saat itu berada dilokasi kejadiaan langsung melakukan efakuasi terhadap korban, sedangkan truk kemudian di bawah ke Mapolres Ambon.

“Korban mengalami luka cukup parah, karena terseret saat itu di bawah truk, luka yang paling parah itu dibagian kaki dan kemaluan korban, sempat dilarikan ke RS bayangkara, karena korban lukanya terlalu para akhirnya meninggal dunia,” ucap Meity.

Dalam kecelakaan itu, kata Meity, terdapat dua korban. Satu korban yang merupakan penumpang Angkot jurusan itu hanya trauma dengan kejadiaan itu sehingga dilarikan bersama korban yang meninggal dunia ke Ruma sakit untuk mendapat pertolongan medis.”Selain korban meninggal dunia ada juga satu korban penumpang angkot, cuma sok saja.

Saat itu juga langsung korban sok dan korban pengendara sepada motor (Tamrin-red) meninggal dunia, di bawah ke ruma sakit untuk mendapat pertolongan medis,” imbuh Meity.
Pengendara dan dan barang bukti sudah diamanakan.

Hasil pemeriksaan sementara dilakukan penyidik menemukan ada kelalaiaan dari pengendara. “Dia (Sopir truk-rek) sudah kita amankan untuk dimintai keterangan, dan juga barang bukti truk sudah di bawah ke sini (polres-red),” imbuhnya.

Pengendara truk sudah ditetapkan sebagai tersangka terkait dengan insiden berada itu. dan sudah dijebloskan kedalam tahanan mapolres Ambon. “Dia (Umar Abdul Aziz-red) Sudah di tetapkan tersangka. Dari hasil pemeriksan sementara yang di lakukan penyidik Satlantas ada unsur kelalaian.

jelasnya apa pun yang terjadi pengemudi harus bertangungjawab baik kerusakan mapun korban jiwa. Untuk pengemudi kita jerat dengan Pasal 310 ayat (4) UU lalulintas Nomor 2 Tahun 2009, ancaman hukuman 6 tahun penjara,” tegas Meity. (ERM)

Most Popular

To Top