DPRD Kaget, Pasar Ole-Ole Dikuasai Isteri Pejabat – Ambon Ekspres
Trending

DPRD Kaget, Pasar Ole-Ole Dikuasai Isteri Pejabat

AMBON, AE— Komisi II DPRD Ambon segera mengundang Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) dan Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) kota Ambon terkait pengalihan fungsi pasar, serta pengalihan kepemilikan kios yang lebih diperuntukan ke para istri pejabat ketimbang kelompok Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Pasar Ole-Ole.

Rapat bersama akan dilakukan setelah Komisi II DPRD Ambon melakukan rapat internal menyangkut polemik pasar Ole-Ole Tantui, kecamatan Sirimau, Ambon. Pasalnya, setelah diketahui telah dialihfungsikan oleh pemerintah kota (Pemkot) Ambon lewat Disperindag menjadi kontrakan, komisi II juga dikagetkan dengan persoalan kepemilikan kios. Dimana, beberapa kios di pasar tersebut, selama ini dikuasai beberapa istri pejabat.

“Sebagai mitra, kita berkeinginan untuk mendongkrak PAD dari pasar tersebut. Namun dari yang disampaikan masyarakat maupun lewat media, hasil pengelolaan pasar Ole-Ole Tantui sudah tidak memungkinkan, maka setelah tiba di Ambon, kita akan segera melakukan rapat internal,” ungkap Sekretaris Komisi II DPRD Ambon, Ali Rahman Ohorella, kepada Ambon Ekspres, ketika dikonfirmasi via seluler, Minggu (6/12).

Politisi asal PAN ini mengaku, setelah dilakukan rapat internal, komisi II akan segera mengagendakan untuk mengundang dinas terkait untuk mendengarkan penjelasan resmi terkait pengalihan pasar dan peruntukan kios yang tidak sesuai.

Karena pengelolaan pasar menjadi kewenangan Disperindag, serta Dispenda terkait pemasukan bagi Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Dari penjelasan resmi dinas terkait, lanjut Ohorella, komisi bisa mengetahui pasti tentang pengelolaan pasar yang tidak maksimal. Sekaligus meminta penjelasan tentang hak dan kewenangan yang memberikan ijin usaha bagi istri-istri pejabat untuk mengisi kios-kios yang ada.

“Kita tidak ingin berspekulasi. Tapi kita ingin penjelasan resmi yang disampaikan oleh Disperindag serta Dispenda. Makanya kita akan segera mengagendakan untuk memanggil kedua dinas tersebut, agar lebih jelas.

Karena pasar apapun bentuknya, harus diperuntukan bagi pedagang kecil atau UMKM. Akan tetapi, dari informasi yang disampaikan tentang kios yang dikuasai istri pejabat, maka ini harus dipertanyakan,” ingatnya.

Terpisah, Anggota Komisi II DPRD Ambon, Taha Abubar menambahkan, persoalan pasar Ole-Ole tidak akan selesai jika tidak segera difungsikan. Maka Disperindag harus lebih kreatif mencari solusi untuk mempromosikan pasar tersebut.

Serta memberi kesempatan bagi para pedagang kecil, khusus cenderamata, souvenir, maupun makanan khas Maluku untuk bisa mengisi pasar Ole-Ole Tantui.

“Intinya, pasar Ole-Ole harus bisa difungsikan sesuai peruntukannya. Jangan lagi dikontrakan ke pihak lain. Sehingga peruntukan pasar tersebut tidak sesuai. Untuk pengalihan fungsi tetap menjadi pertanyaan besar bagi komisi. Akan tetapi yang terpenting adalah pasar itu bisa segera difungsikan,” pinta Taha.

Politisi asal PPP ini berharap, Disperindag bisa segera memfungsikan pasar Ole-Ole. Dengan memindahkan seluruh pedagang makanan khas Maluku maupun cenderamata yang masih berjualan di emperan (samping jembatan PU Ambon).

Sehingga pasar tersebut, menjadi pasar yang hanya menjual berbagai kebutuhan cenderamata maupun khas Maluku. Dan tidak menyulitkan para tamu maupun wisatawan ketika datang berkunjung di kota Ambon.

“Kita inginkan agar bangunan yang dibangun dengan duit rakyat, tujuannya untuk menggerakan ekonomi masyarakat bisa tercapai. Maka harus segera difungsikan. Dan kita sangat setuju, jika pedagang cenderamata dan makanan khas di emperan jalan itu, semuanya dipindahkan ke pasar Ole-Ole. Agar pasar itu bisa hidup kembali,” saran Taha. (ISL)

Most Popular

To Top