Potensi Mobilisasi Pemilih Cukup Tinggi – Ambon Ekspres
Trending

Potensi Mobilisasi Pemilih Cukup Tinggi

BULA,AE— Panitia Pengawasan Pemilu (Panwaslu) Kabupaten Seram Bagian Timur, akan menyurati camat Seram Utara dan Telutih. Ini dilakukan sebagai bentuk antisipasi terjadinya mobilsasi warga dari dua daerah tersebut ke SBT saat pemungutan suara 9 Desember.

Anggota Panitia Pengawasan Pemilu (Panwaslu) kabupaten Seram Bagian Timur divisi pengawasan, M Saleh Tianotak kepada Ambon Ekspres di ruang kerjanya, Minggu (6/12) mengungkapkan, pihaknya mendeteksi, mobilisasi massa kemungkinan terjadi.

Ia berpatokan pada pemilihan gubernur dan wakil gubernur, dimana terjadi mobilisasi massa dari Malteng ke beberapa kecamatan di SBT untuk melakukan pencoblosan.

“Kami bertiga komisioner sudah melakukan rapat dan besok (hari ini), Panwaslu akan menyurati pemerintah daerah kabupaten Maluku Tengah, bahwa jangan sampai pada saat pemungutan suara, warga mereka masuk ke wilayah kabupaten SBT untuk melakukan pencoblosan. Karena berdasarkan pengalaman Pilkada Gubernur, terjadi mobilisasi pemilih dari Malteng ke SBT,” katanya.

Saleh melanjutkan, pada Pilkada Gubernur dan wakil gubernur Maluku 2013, mobilisasi dilakukan saat hari pemungutan suara menggunakan mobil. Sementara untuk Pilkada serentak ini, dia mengaku, bisa saja mobilisasi mulai dilakukan H-2.

BACA JUGA:  Potensi dan Keunikan Pulau Kisar

Kalau pada pemilihan gubernur, mereka menggunakan mobil. Bergerak dari kecamatan Seram Utama berbatasan dengan kecamatan Bula Barat dan Telutih dengan Siwalalat. Dan bisa saja, mereka sudah mulai bergerak masuk ke Siwalalat dan Bula Barat H-2,” paparnya.

Untuk kecamatan Bula Barat, akui dia, konsentrasi warga atau pemilih dari Malteng di desa Akijaya dan Jakarta Baru, dan Waesamet. Pasalnya, dua desa ini merupakan daerah transmigrasi, sehingga sulit diidentifikasi oleh Panwaslu dan jajaran.

“Kalau hanya ada penduduk lokal, maka kami bisa memilah atau mengidentifikasi, mana penduduk asli Akijaya maupun Jakarta Baru. Kendati demikian, kami sudah menginstruksikan kepada PPL dan Panwascam agar benar-benar mengawasi dua kecamatan itu,” paparnya.

Sementara untuk kecamatan Siwalalat, lanjut dia, panwaslu belum bisa memetakan titik-titik moblisasi massa atau warga ke Tempat Pemungutan Suara (TPS) untuk melakukan pencoblosan. Namun, dia memastikan, pihaknya akan melakukan melekat saat pencoblosan. “Kami belum mengidentfikasi di desa-desa mana saja akan terjadi mobilisasi massa.

BACA JUGA:  Potensi dan Keunikan Pulau Kisar

Tapi, jajaran kami akan melakukan pengawasan melekat di setiap TPS. Karena itu, kami juga melakukan koordinasi dengan camat Telutih maupun Seram Utara,” paparnya.

Mantan ketua Panwaslu SBT ini juga mengajak masyarakat di kecamatan Siwalalat dan Jakarta Baru untuk turut mengawasi mobilisasi warga yang kemungkinan terjadi. Masyarakat juga diminta untuk segera melapor ke Panwascam dan Petugas Pengawas Lapangan (PPL), jika mengenali pemilih yang bukan penduduk asli dua kecamatan tersebut.

“Kami meminta masyarakat di kecamatan Bula Barat dan Siwalalat, agar mari sama-sama kita kawal pesta demokrasi ini. Mana yang benar-benar warga negara yang berdomisili di dua kecamatan itu, yang akan menggunakan hak suaranya.

Kalau ada masyarakat menemukan mobilisasi, maka segera melaporkan ke panwaslu dan jajarannya. Sementara itu, anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) kabupaten SBT Divisi Teknis, Taib Wangsi mengatakan, pihaknya sudah siap melakukan pemungutan, penghitungan dan rekapitulasi suara. Khusus untuk logistik, akui dia, sudah terdistribusi ke 15 kecamatan.

BACA JUGA:  Potensi dan Keunikan Pulau Kisar

“Untuk logistik, sudah terdistribusi di 15 kecamatan. Termasuk hari ini (kemarin-red) di Wakate dan Teor. Distribusi menggunakan kapal motor harapan mujur,” kata Taib.
Peneliti dari lembaga survey Index, Nendy Kurniawan Asyari, ketika dikonfirmasi tentang peluang kemenangan di SBT, mengatakan bergantung pada maksimalisasi kedua tim bekerja pada sisa dua hari terakhir.

Namun dia sangat yakin, jika elektabilitas masing-masing kandidat berdasarkan hasil survei dua pekan jelang pemungutan suara, tidak akan berbeda jauh dengan real qount nantinya pada 9 Desember mendatang.

”Pergeseran pilihan pada basis massa tradisional militan, mungkin tidak akan terjadi lagi pada masing-masing kandidat. Tapi pergeseran itu bisa terjadi pada pemilih yang belum menentukan pilihan.

Hanya saja perubahan kemungkinan kecil bisa terjadi pada satu pasangan saja. Perubahan menaik hampir dipastikan terjadi pada dua pasangan. Artinya, peluang kemenangan itu terbuka pada pasangan yang berdasarkan survei kita punya elektabilitas tinggi,” pungkas Nendy.(TAB)

Most Popular

To Top