Calon Bupati Kepergok Kampanye Gelap – Ambon Ekspres
Trending

Calon Bupati Kepergok Kampanye Gelap

AMBON,AE— Aneh, Meski secara nasional tahapan Pilkada serentak sudah memasuki masa tenang, namun pasangan Sitti Umuria Suruwaky-Sjaifuddin Goo masih menggelar pertemuan bersama warga di Desa Bati Rumoga dan Kelusi, Kematan Kiandarat. Panwaslu menilai, itu merupakan bagian dari kampanye.

Ketua Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam) Kiandarat, Imran Kelirey saat dikonfirmasi Ambon Ekspres dari Bula via telepon, Minggu (6/12) mengatakan, kampanye yang dilakukan berupa pertemuan terbatas di salah satu rumah warga.

Hadir dalam pertemuan itu, yakni calon Bupati Sitti Umuria Suruwaky, suaminya Rahman Gazali Salampessy yang juga kepala dinas pertanian SBT, Hasan Rumata, dua anggota polisi dan raja Kiandarat.

“Kami temukan mereka di salah satu rumah warga sekitar jam 2 atau 3 sore saat berada di kedua desa itu menurunkan alat peraga kampanye. Informasi yang kami dapat, mereka sudah ada disitu sekitar jam 9 atau 10 pagi,”katanya.

Mengetahui adanya pertemuan dengan warga di desa Bati Rumoga, Imran langsung masuk dan menegur pembicaraan raja Kiandarat. Imran menyampaikan dengan hormat kepada Sitti dan rombongannya, bahwa, tidak ada lagi jadwal kampanye pasangan calon bupati dan wakil bupati secara serentak.

“Mereka berada di salah satu rumah warga di desa Rumoga. Terlihat ibu (Sitti-red) sedang makan pisang goreng. Lalu, saya masuk dan menjelaskan kepada mereka, bahwa tidak ada lagi jadwal kampanye, karena saat ini sudah masuk minggu tenang. Saya sampaikan secara baik-baik dan terhormat,”tuturnya.

Mendengarkan penjelasan Imran, mantan wakil bupati SBT dua periode itu dan rombongannya merengsek keluar rumah tersebut. Sempat terjadi sanggahan dari Gazali Salampesy dan Hasan Rumata. Namun, tak berlangsung lama.

“Sempat, mereka menyatakan bahwa apa yang dilakukan tersebut bukan kampanye. lalu, saya jelaskan kepada mereka bahwa, kalau bukan kampanye, mengapa kandidat ada disitu? Kemudian, kenapa ada banyak warga di dalam rumah itu?,”paparnya.

Anggota Panwaslu kabupaten Seram Bagian Timur Divisi pengawasan, M Saleh Tianotak kepada Ambon Ekspres di ruang kerjanya, Minggu (6/12) menjelaskan, sesuai Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) nomor 2/2015 tentang jawal, program dan tahapan, batas kampanye pada 5 Desember.

Karena itu, pasangan calon maupun tim pasangan calon dilarang menggelar kampanye dalam bentuk apapun di masa tenang, 6-8 Desember.

“Mau sosialisasi maupun lainnya, tidak boleh. Pasalnya, hari ini (kemarin-red) sudah masuk masa tenang. Tapi, ada laporan langsung dari Panwascam Kiandarat, bahwa pasangan Sus-Goo menggelar kampanye di desa Batik Rumoga dan Kelusi. Ini jelas melanggar aturan,”katanya.

Saleh melanjutkan, Panwaslu akan menyurati tim pasangan Sus-Goo untuk meminta klarifikasi kampanye yang dilakukan di minggu tenang. ”Yang pasti, kami akan meminta klarifikasi mereka secara resmi, soal kenapa mereka tetap berkampanye di minggu tenang,” tandasnya.(TAB)

Most Popular

To Top