Pengamanan Gunung Botak Tanpa Polisi – Ambon Ekspres
Trending

Pengamanan Gunung Botak Tanpa Polisi

AMBON, AE— Belum tuntas masalah di Gunung Botak, aparat kepolisian sudah ditarik. Padahal sampai kemarin, tambang emas itu masih ditutup dan akan dilakukan normalisasi lingkungan yang diduga tercemar cianida dan merkuri akibat penambangan. Kini tersisa aparat TNI dan satuan polisi pamong praja.

Gubernur Maluku, Said Assagaff yang dikonfirmasi Ambon Ekspres, tidak mengetahui adanya penarikan pasukan polisi dari Gunung Botak. “Saya belum tahu, nanti dicek ke bupati (Buru). Dan selebihnya, silahkan wawancara Humas saja,” katanya sembari memasuki mobilnya dan pergi.

Pejabat sementara Kepala Bidang Humas Polda Maluku, Ajun Komisaris Besar Polisi Sulaiman Waliulu, yang dikonfirmasi terkait adanya penarikan personil polri dari kawasan tambang illegal yang telah ditutup itu mengaku, tidak punya kewenangan untuk mengomentari hal tersebut. Karena tidak ada personil Polri terutama dari polda Maluku, yang terlibat langsung dalam pengamanan di kawasan tambang emas itu.

“Silahkan langsung saja ke Pak Kapolres, karena itu kewenangan beliau. Lagian juga tidak ada personil Polda disana,” singkat kasubdit Lemneg Ditpamobvit Polda Maluku itu, kemarin.

Terpisah Kepala Kepolisian Resort Pulau Buru, Ajun Komisaris Besar Popi Yugonarko membenarkan adanya penarikan personil dari kawasan tambang tersebut.

Penarikan personil dari tambang yang telah resmi ditutup beberapa waktu lalu itu, untuk pengamanan Pilkada di Kabupaten Buru Selatan berlangsung pada 9 Desember besok.

“Emang kenapa kalau personil kami tarik ? kan tidak ada persoalan lagi. Lagian personil kita butuhkan untuk pengaman ditempat lain, terlebih untuk pengamanan Pilkada di Kabupaten Bursel,” kata Kapolres, ketika dikonfirmasi via telephone selulernya, Senin (8/12) kemarin.

Dikatakan, penarikan personil dari kawasan tersebut dikarenakan pihaknya sementara fokus untuk mengamankan pesta demokrasi yang berlangsung di kabupaten Buru Selatan.

“Tidak ada masalah dengan penarikan personil itu. Nanti kalau dibutuhkan lagi baru kita ngasih, kalau sementara personil kita butuhkan jadi kita tarik. Gunung Botak kan sudah aman terkendali,”terang pria dengan dua melati dipundaknya itu.

DISERAHKAN ke KOPERASI
Setelah mengeluarkan penambang dari kawasan Gunung Botak, saat ini pemerintah merehabilitasi lingkungan di sana dengan mengangkat sendimen dari dalam sungai yang tercemar merkuri dan sianida akibat aktivitas penambang.

Setelah kelar, pemerintah akan menyerahkan kawasan itu kepada sejumlah Koperasi untuk mengeruk emas di perut Bumi Bupolo itu.

Gubernur mengatakan, tambang emas harus dikelola secara baik agar bermanfaat bagi masyarakat dan daerah tanpa menimbulkan dampak negatif. Sehingga, tambang emas di Gunung Botak akan dikelola oleh koperasi.

“Memang harus dikelola agar bermanfaat secara baik bagi masyarakat. Nanti diberikan kepada koperasi untuk mengelolahnya, “ katanya di kantor gubernur Maluku, Senin, (7/12).

Sementara itu, setelah berkoordinasi dengan Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (SDM) Maluku Marta Nanalohy, Kepala Bagian Humas Setda Maluku, Andre Adrian mengatakan, setelah penertiban, saat ini pemerintah fokus untuk merehabilitasi lingkungan di Gunung Botak dan sekitarnya yang telah tercemar limbah merkuri dan sianida.

“Hasil konfirmasi dengan Kadis ESDM, setelah penertiban kemarin, saat ini sedang dilakukan rehabilitasi lingkungan, yaitu mengangkat sendimen dari dalam sungai. Ini harus dilakukan karena musim hujan sudah dekat. Jangan sampai merkuri itu mengalir ke laut atau tempat lain. Jadi ini langkah antisipasi,” ungkapnya.

Sampai kapan rehabilitasi lingkungan dilakukan, Andre Adrian mengatakan, itu belum dapat dipastikan. Namun, pemerintah berupaya, agar semua sendimen sudah diangkat sebelum tiba pada musim hujan.

“Jadi ini langkah urgen untuk dilakukan. Bila tidak, kuatirnya lingkungan bisa tambah tercemar akibat sendimen yang mengalir dari sungai saat musim hujan. Nanti setelah itu baru ditentukan, bagaimana mengelola tambang emas di sana,” tegasnya. (MAN/AHA)

Most Popular

To Top