Anggota DPRD Tual Dibui – Ambon Ekspres
Trending

Anggota DPRD Tual Dibui

AMBON,AE— Kejaksaan Negeri (Kejari) Tual, Selasa (8/12) menjebloskan tiga tersangka kasus dugaan korupsi penyalahgunaan dana kegiatan fasilitasi pengembangan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) Kota Tual, di Rutan Klas II A Ambon. Salah satu dari tiga tersangka yang ditahan, merupakan anggota DPRD aktif Kota Tual, Jismy Reubun.

Dua tersangka yang turut dijebloskan ke Rutan, yakni mantan Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kota Tual, Adolop Samuel Tapotubun dan PPTK, Abdul Gani Tamher.

Pantauan koran ini, sebelum ditahan, ketiga tersangka mendatangi kantor Kejati Maluku sekitar pukul 09.00Wit. para tersangka hadir didampingi penasehat hukumnya masing-masing. Jismy Reubun didampingi oleh Hasan Slamet, Adolop Samuel Tapotubun didampingi oleh J Purmiasa dan Abdul Gani Tamher, didampingi Chriss Latupeirissa.

Sekitar pukul 13.30 Wit, ketiga tersangka digiring menuju mobil tahanan Kejati Maluku, kemudian dibawa ke Rutan. Tiga tersangka tampak tenang, namun tidak memberikan komentar apapun. Termasuk Jismy Reubun yang merupakan anggota DPRD Kota Tual periode 2014-2019.

Kasipidsus Kejari Tual, Matheis Rahanra kepada koran ini mengatakan, penahanan dilakukan setelah penyidik melimpahkan berkas dan tersangka dari tahap penyidikan ke tahap penuntutan (tahap II).

“Hari ini kami melakukan penahanan terhadap tiga tersangka yang terlibat dalam kasus dugaan korupsi penyalahgunaan dana kegiatan fasilitasi pengembangan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) Kota Tual, pada Dinas Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) Kota Tual tahun 2014,” katanya.

Penahanan yang dilakukan kejari Tual terhadap tiga tersangka, kata Rahanra, sudah sesuai dengan prosedur. Selain itu, penahanan juga dilakukan agar tiga tersangka tidak melarikan diri, atau menghilangkan barang bukti.

“Penahanan dilakukan karena takutnya para tersangka dapat menghilangkan barang bukti. Selain itu, ini juga untuk mempermudah proses penuntutan jika kasus sudah dilimpahkan ke Pengadilan,“ ungkapnya.

Dijelaskan, dalam APBD tahun 2014 telah dialokasikan dana untuk kegiatan fasilitasi pengembangan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) pada Dinas Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) Kota Tual, senilai Rp 390 juta.

Peran tersangka Jismy Reubun selaku anggota DPRD dalam kasus ini, karena yang bersangkutan melakukan perekrutan terhadap calon-calon penerima bantuan. “Jadi peran dia (Jismy Reubun red) merekrut calon-calon penerima bantuan, di daerah pemilihannya. Jadi seperti sudah diatur begitu, “tandasnya.

Sementara mantan Kadis Adolop Samuel Tapotubun dan Abdul Gani Tamher selaku PPTK sekaligus ketua panitia, juga turut bersama menyalahgunakan dana tersebut. Sehingga, kerugian negara dalam kasus ini, tambah Rahanra, sebesar Rp 390 juta. “Kerugiannya sama dengan nilai anggarannya. Mungkin dalam waktu dekat kita sudah limpahkan kasus ini ke Pengadilan dan disidangkan,“ pungkasnya. (AFI)

Most Popular

To Top