Gempa Guncang Ambon dan Malteng – Ambon Ekspres
Trending

Gempa Guncang Ambon dan Malteng

MASOHI,AE— Gempa berkekuatan 6,9 Skala Richter melanda beberapa daerah di Maluku. Gempa terasa di Pulau Ambon, Nusalaut, Saparua, sampai di Pulau Seram. Ratusan warga di Masohi, Nusalaut dan Saparua memilih mengungsi karena air laut sempat mengalami pasang surut.

Gempa tadi malam, terjadi sekira 18.21 WIT. Sumber Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika yang diterima Ambon Ekspres via pesan pendek menyebutkan, pusat gempa berada pada kedalaman 10 kilometer atau 99 kilometer arah Tenggara Kota Masohi, kabupaten Maluku Tengah dengan lokasi gempa terletak pada 3,98 Lintang Selatan, 129,56 Bujur Timur.

Warga yang mendiami sejumlah kawasan pulau seram terutama Kota Masohi dan pesisirnya, terpaksa harus mengunsi ketempat yang lebih tinggi. Sedangkan untuk kota Ambon sendiri, terlihat warga berhamburan keluar dari rumah-rumah mereka.

Kepala seksi data dan informasi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) stasiun Pattimura, Kustoro Hariyatmoko, menjelaskan gempa bumi tersebut tidak menimbulkan tsunami.

“Untuk gempa yang kedua ini, terjadi pada titik 119 kilometer Tenggara Masohi, Kedalaman 10 kilometer dirasakan II-III MMI di Banda,” jelas Kustoro, saat dikonfirmasi semalam.
Menurutnya, kedua gempa tersebut tidak menimbulkan adanya tsunami. Dan berdasarkan hasil pengecekan dari pihaknya, untuk kawasan pulau Ambon dan pulau Seram terutama kota Masohi dan sekitarnya tidak ada kerusakan.

“Tidak ada potensi tsunami, untuk kerusakannya juga belum kami terima laporannya. Dan memang tidak ada,” katanya.

Pantauan Ambon Ekspres di Masohi, gempa tersebut menyebabkan air laut di sekitar kawasan pelabuhan Ina Marina tiba-tiba surut meski tidak berpotensi terjadi tsunami namun warga yang berdomisili di pesisir pantai Apui, Kampung Kodok dan sekitarnya panik dan berhamburan keluar rumah.

Gempa tersebut berlangsung kurang lebih lima menit. Untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya tsunami warga terpaksa mengungsi menyelamatkan diri. Warga memilih mengungsi setelah tersiar kabar air tiba-tiba surut. “Air surut katong mengungsi jua jang sampe tsunami,” kata Irma salah satu ibu rumah tangga sembari mengggendong anaknya yang berusia kira-kira 3 tahun.

Gelombang pengungsi masih berlangsung hingga pukul 20. 30 Wit dimana warga menyelamatkan diri dengan mengungsi ke daerah yang lebih tinggi sekitar kawasan puncak Sugiarto, Pahlawan dan sekitarnya. “Katong mengungsi ke pahlawan disana aman,” ujar La Kadir. Sebagian warga ada yang berjalan kaki dan sebagian lagi menggunakan kendaraan roda dua dan roda empat.

Warga yang mendiami kawasan desa Sepa, terutama di pesisir pantai terpaksa harus mengungsi dari rumah mereka. “Kita terpaksa harus keluar dan meninggalkan rumah, karena goyangannya cukup kuat. Bukan saja kami tetapi juga warga di kawasan Apui, Lesani, kampung Kodok dan sebagaian besar warga di dekat pantai juga mengunsi kearah yang lebih tinggi, ”kata Abdullah, salah satu warga Masohi yang dihubungi koran ini tadi malam.

Dia dan keluarga nekat meninggalkan rumah mereka yang berada dikawasan Apui, kota Masohi itu, disebabkan takut terjadinya tsunami.

Tak hanya kota Masohi, guncangan gempa bumi tersebut, cukup dirasakan hingga ke desa Sepa, kecamatan Amahai kabupaten Maluku Tengah. Menurut Jain Ahmad warga Sepa, masyarakat desa Sepa juga panik saat gempa tersebut terjadi.

Gempa juga sangat kuat dirasakan oleh masyarakat yang berada di kawasan pulau Banda Naira, terutama masyarakat desa Lonthor, kecamatan banda Kabupaten Maluku Tengah. Dari informasi yang diperoleh koran ini mengatakan, gempa tersebut membuat terjadi tsunami kecil, yang membuat masyarakat Banda terpaksa rela mengungsi ke tempat yang lebih tinggi.

“Di Banda rasanya sangat kuat sekali. Masyarakat dipesisir pantai sudah mengungsi ke tempat yang lebih tinggi. Memang dapat informasi ada tsunami di desa Lonthor, tetapi untuk berapa ketinggian dan kerusakan belum tahu jelas,” kata salah satu sumber koran ini tadi malam.

Sementara Kustoro kembali menegaskan, gempa yang terjadi dengan kekuatan 6.9 dan 5.0 Skala Richter itu, tidak menimbulkan tsunami sehingga informasi yang beredar itu, pihaknya masih mempelajarinya lebih jauh.(AHA/ANC)

Most Popular

To Top