Pilkada – Ambon Ekspres
Trending

Pilkada

John-Muin Sementara Unggul di Aru

Langgur, AE— Pemilihan kepala daerah di Kabupaten Kepulauan Aru, yang diikuti empat pasangan calon juga berlangsung aman. Sampai tadi malam, pasang Johan Gonga-Muin Sogalrey dilaporkan sementara memimpin perolehan suara unggul dari lawannya.

Empat pasangan yang mengikuti Pilkada Aru, adalah Johan Gonga-Muin Sogalrey, Welhelm Kurnala-Azis Goin, .A.A Gainau-Jafar Hamu, dan Obet Barends-Elisa Darakay. Dua pasangan terakhir sempat tak diloloskan KPUD Aru, karena dinilai bermasalah. Namun mereka menggugat ke panwaslu setempat, dan diputuskan bisa mengikuti pilkada.

Kemarin, di TPS 10 Kelurahan Siwalima, dinyatakan bermasalah, sehingga dilakukan pemilihan suara ulang. Disana kedapatan beberapa pemilih menggunakan identitas palsu untuk mencoblos balon tertentu.

Hasil sementara sampai dengan pukul 15.00 WIT untuk 75 TPS dari 206 TPS yang ada di Kota Dobo, masih unggul pasangan nomor urut satu dengan perolehan suara. Nomor urut 1 (John-Muin), 6.418 suara, nomor urut 2 (Welhem-Goin), 3.908 suara, nomor urut 3 (Gainau-Hamu), 3,438 suara dan nomor urut 4 (Obed-Darakay), 2.288 suara.

Sementara itu hasil untuk tiga kecamatan yakni, kecamatan Aru Selatan Timur, Kecamatan Aru Selatan Utara dan Kecamatan Aru Selatan Barat diungguli nomor urut 3 atas nama bakal calon, Obet Barends dan Elisa Darakay. Sedangkan untuk sepuluh desa di Kecamatan Aru Tengah Timur dilaporkan, nomor urut 4 atas nama bakal calon, G.A.A Gainau dan Jafar Hamu unggul sementara.(mg)

Index: Mufakat Unggul 52,23 Persen

BULA, AE— Hasil perhitungan cepat yang dilakukan Index untuk pemilihan kepala daerah Seram bagian Timur, menempatkan Mukti Keliobas-Fachri Alkatiri (Mufakat) sebagai pemenang mengungguli Sitti Umuria Suruwaky-Syafuddin Goo. Sampai tadi malam, data yang sudah masuk mencapai 80 persen dengan perolehan suara, Mufakat 52,23 persen, dan Sus-Goo 47,97 persen.

Peneliti dari lembaga survey Index, Nendy Kurniawan Asyari dalam jumpa pers tadi malam, menyebutkan Mufakat menang di dapil 2 dan dapil 3. Sementara Sus-Goo menang di Dapil 1. “Namun ada beberapa kecamatan di dapil 2 dan 3 yang belum masuk. Diperkirakan, masuknya suara yang tersisa 20 persen itu justeru akan menambah prosentase kemenangan Mufakat,” kata Nendy.

BACA JUGA:  Pilkada Dimajukan, Penganggaran Terbentur

Menurut dia, margin error dalam hitung cepat ini, ditetapkan 1 persen. “Artinya, peluang naik pasangan bisa 1 persen, dan bisa turun juga 1 persen. Itu artinya, kalau Sus-Goo mengalami penambahan 1 persen, dan Mufakat turun satu persen, Mufakat tetap memiliki selisih kemenangan,” kata dia.

Sementara itu, proses pemungutan dan penghitungan suara pemilihan Bupati dan wakil Bupati kabupaten Seram Bagian Timur sudah selesai dilakukan. Namun, hingga tadi malam, belum diketahui siapa pemimpin daerah itu lima tahun kedepan. Dari pantauan Ambon Ekspres di kota Bula saat pencoblosan yang dimulai pukul 07.00 hingga penghitungan pukul 13.00, berjalan aman dan lancar.

Partisipasi pemilih di belasan Tempat Pemungutan Suara (TPS), mencapai 80 persen dari jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT). Namun, banyak juga pemilih yang tak menggunakan hak pilihnya karena tidak terdata dalam DPT. Di TPS 11, misalnya, beberapa pemilih tak bisa mencoblos, karena nama mereka tidak ada dalam DPT. Padahal, kata pemilih itu, sebelumnya namanya sudah didata.

“Saya heran, kenapa pada saat datang mencoblos, tidak ada nama kami. Padahal, print out DPT yang ditempel pada rumah, ada nama saya,” kata salah satu pemilih yang tak punya nama di DPT desa Bula, TPS 11. Anehnya lagi, lanjut dia, di dalam DPT TPS 11, terdapat nama suaminya.

“Kalau misalnya tidak ada nama, ya suami saya juga kan. Ini karena pendataannya tidak valid,”tambahnya. Tak hanya di TPS 11, hal serupa juga terjadi di TPS lainnya di kota Bula. Banyak pemilih yang tidak mempunyai nama di dalam DPT yang tertempel di TPS dan yang miliki KPPS. Padahal, pada saat penetapan DPT, nama mereka terdata.

BACA JUGA:  Tidak ada Masalah Penganggaran Pilkada

Masih di TPS 11, juga terdapat 2 orang yang datang menggunakan hak pilih. Namun nama mereka tak terdata dalam DPT TPS setempat. Mereka berdalih, sudah lama tinggal di Bula. Hanya saja, saat petugas KPPS menanyakan KTP, mereka mengaku masih dalam proses pembuatan.

Sementara itu, Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) bersama jajarannya bergerak cepat menangkap dan mencegah pemilih dari TPS lain. Di TPS 06, Desa Bula, Panwaslu berhasil menangkap seorang pemilih yang tidak terdata dalam DPT di TPS tersebut, atas laporan tim pasangan Abdul Mukti Keliobas-Fachri Husni Alkatiri.

Pemilih diketahui bernama Pati itu, menggunakan undangan orang lain. Saat diinterogasi oleh ketua divisi pengawasan panwaslu SBT, M Saleh Tianotak, pemilih perempuan ini mengaku, tidak mengetahui siapa pengedar undangan tersebut. “Saya hanya menerima undangan dari dua orang anggota KPPS. Jadi, saya tidak tahu. Saya hanya dikasih undangan, lalu datang ke TPS memilih,”katanya.

Pemilih tersebut mengaku, baru di Bula sekitar 6 bulan lalu. Karenanya, belum memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP). ”KTP saya, masih dalam proses pembuatan,”tambahnya. Saleh Tianotak mengaku, pemilih yang menggunakan undangan orang lain untuk memilih di TPS tersebut, sebanyak 5 orang. Hanya saja, empat orang lainnya kabur.

Sedangkan di TPS 01 yang berada di kompleks rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bula, desa administratif Wailola, Panwas juga menangkap 5 orang. Modusnya sama. Menggunakan undangan, namun tak terdata dalam DPT. Mereka beralasan KTP masih dalam proses.
Konvoi

BACA JUGA:  Masalah Anggaran di 3 Pilkada

Sementara itu, hasil pantauan Ambon Ekspres di kota Bula, massa dua pasangan Mukti-Fachri (Mufakat) dan Sitti-Sjaifuddin Goo (Sus-Goo) melakukan konvoi. Konvoi didasarkan pada hasil hitung cepat (quick qount) yang dirilis Indikator Indonesia dan ditayangkan salah stasiun televisi swasta.

Pada pukul 14.00 atau setelah pencoblosan dan rilis Indikator ditayangkan stasiun TV tersebut, ribuan massa pasangan Mufakat melakukan konvoi. Konvoi mengelilingi kota Bula dengan sepeda motor dan mobil. Pasalnya, saat itu, hasil hitung cepat Indikator Indonesia, pasangan yang diusung partai Demokrat, PKS dan Gerindra itu memperoleh suara sementara 57 persen, dan Sus-Goo 43 persen dengan total data terinput (masuk) 21 persen.

Sekitar pukul 17.00 sore, ribuan massa pasangan Sus-Goo juga melakukan konvoi. Konvoi kemenangan didasarkan pada rilis Indikator Indonesia yang berubah dari 21 menjadi 40 persen dengan presentasi suara, Mufakat 49,89 dan Sus-Goo 50,11. Konvoi berlangsung hingga jam 7 tadi malam. Konvoi massa dua pasangan calon berlangsung aman.
Tak ada bentrok antar pendukungReal count Mufakat
Sementara itu, hasil perolehan suara yang berasal real count yang dirilis tim pemenangan Mufakat, menunjukan pasangan Mufakat meraih total suara sementara 32.706 dan Sus-Goo 21,054 dengan total suara masuk 53.765.
Sementara itu, pgs Kepala Bidang Humas Polda Maluku, AKBP Sulaiman Waliulu mengatakan, pilkada di empat kabupaten yang ada di Maluku berlangsung aman. “Dari laporan keempat kapolres yang ada, sampai malam ini situasi dan kondisi keamanan saat Pilkada di kabupaten Buru Selatan, Seram Bagian Timur, Maluku Barat Daya dan Kepulauan Aru, seluruhnya berlangsung sangat aman. Untuk Aru sendiri, memang sangat aman, begitu juga dengan MBD maupun dua kabupaten lainnya,” singkat Waliulu, ketika dihubungi koran ini tadi malam. (TAB/AHA)

 

 

Most Popular

To Top