Amplaz, Tanpa Alat Diteksi Kebakaran – Ambon Ekspres
Trending

Amplaz, Tanpa Alat Diteksi Kebakaran

20 Ruko Hangus Terbakar

AMBON, AE.— Kebakaran Ambon Plaza dituding karena kelalaian pihak pengelola menyiapkan sistem pemadam kebakaran dini. Saat kebakaran terjadi, Rabu (23/12) alat diteksi dini kebakaran sama sekali tidak berfungsi. Peralatan ini sejak lama tak berfungsi, namun dibiarkan saja oleh PT Modern.

Manager Koperasi Himpunan Pedagang Amplas (Kohipa), Irfan Hamka yang dikonfirmasi Ambon Ekspres, membenarkan adanya kelalaian PT Modern sebagai pengelola. Kata dia, akibat kelalaian itu, api membakar kurang lebih 20 kios di lantai dua plaza pertama di Maluku ini.

Bangunan berlantai empat itu, kata Irfan, tidak memiliki sistem pemadam kebakaran (fire fighting system) diantaranya Sistem penditeksiaan kebakaran yang tidak berfungsi. Irfan berulangkali sudah sampaikan ke PT Modern terkait dengan sistem pemadam kebakaran yang berada di dalam bangunan Amplaz.

“Mereka tidak pernah menggubris. Saya ini orang teknik jadi saya tau. Fire detektor kebakaran di bangunan tidak berfungsi pas kejadiaan itu. Kemungkinan tidak berfungsi juga alarm sistim, di tambah lagi tidak adanya tabung Fire Extinguisher. Kita bisa lihat saja di stasion peralatan kebakaran, tidak ada tabung Fire Extinguisher,” tandas Irvan kepada Ambon Ekpres, Minggu (27/12).

Pantauaan koran ini kemarin, pasca kebakaran Sempat aktifitas perekonomiaan di Amplas yang merupakan salah satu pusat perbelanjaan terbesar di kota Ambon ini di hentikan pada tanggal 23 Desember atau dua hari jelang Natal. Padahal, saat itu diperkirakan Amplaz akan membludak pengunjungnya untuk berbelanja.

“Itu saatnya orang belanja natalan pak. Sesuai perkiraan kami, pengunjung akan jauh lebih banyak dari hari-hari sebelumnya. Semua pedagang bahkan baru memasok barang untuk kebutuhan natalan. Namun ternyata terbakar, dan Amplaz ditutup.

Beruntung, pada tanggal 24 Desember kami mendesak untuk dibuka, karena barang kami harus terjual, kalau tidak kami merugi,” ungkap salah satu pedagang, dua hari setelah kebakaran terjadi.

Pusat perbelanjaan Matahari Store yang saban hari-hari besar keagamaan selalu dibanjiri pembeli, justeru ditutup sampai tiga hari, karena dampak dari kebakaran. Belum ada pernyataan resmi pihak Matahari Store terkait kerugian mereka saat kebakaran terjadi. Matahari Store sendiri berdekatan dengan lokasi kebakaran, hanya bersebelahan lorong.

Di lokasi kebakaran, masih terpasang Garis polisi (police Line). Masih terdapat sisa kayu-kayu plafon yang terbakar berhamburan dari puluhan ruko yang belum juga dibersihkan pihak pengelola. Plafon yang berada di depan KFC, dan juga didekat dengan lokasi kebakaran ikut terbakar. Namun KFC dan Matahari Store tidak terbakar.

Kebakaran terjadi Pada Rabu (23/12) pekan kemarin, sekitar pukul 04.15 Wit. Sopyan Letsoin (43) teknisi di Amplaz, kepada Ambon Ekspres menjelaskan, bahwa awalnya dia bersama beberapa rekan kerjanya, Sami Noya, Berty, Onco, Rico, Ely, Ari, dan Ongen sementara melakukan tugas piket.

Saat itu, teman – temannya berada di pos depan Pintu Masuk Amplaz. Mereka sementara duduk-duduk sambil berjaga. Sekitar pukul 04.00 mereka mendengar bunyi seperti benda jatuh berasal dari dalam Amplaz. Beberapa diantara mereka lalu mengecek beberapa blok di lantai 1 sampai lantai 2.

Salah satu diantara mereka, melihat adanya kobaran api yang berasal dari Karaoke “Aries“ yang diketahui milik Riki Pratomo. Karaoke ini letaknya di lantai dua paling ujung dari tangga escalator bagian depan Amplaz.

Melihat kebakaran, Sophian langsung menyampaikan ada kebakaran ke teman-temannya. Mereka kemudian berusaha memadamkan api dengan peralatan seadanya, namun karena adanya gumpalan asap tebal api sulit dipadamkan.” Kalau saya lihat, api dari karake Aries. Setelah itu teman saya (Ongen) langsung lapor ke Dinas Pemadam Kebakaran, ” tutur Sphian, kemarin.

Sekitar Pukul 04.45 WIT, 7 unit mobil dinas Pemadam Kebakaran Kota Ambon diterjunkan ke TKP dan langsung melakukan pemadaman. Namun lokasi kebakaran yang sulit membuat pasukan pemadam kewalahan. Api terus membesar, dan membakar puluhan ruko. Api baru berhasil dipadamkan sekitar pukul 07.20 Wit.

Kepala Kepolisiaan Resort (Polres) Pulau Ambon dan PP.Lease AKBP Komaruz Zaman, saat dikonfirmasi terkait dengan kebakaran itu, mengaku sementara masih dalam penyelidikan. Sudah sejumlah saksi diperiksa terkait kejadiaan itu.

”Ada dua orang saksi yang kita mintai keterangan. Untuk penyebabnya dugaan sementara aliran listrik pendek. Kalau sudah ada perkembangan lagi kita sampaikan lagi. Intinya masih dalam penyelidikan kita,”kata Komaruz Zaman.

Ditanya soal ada indikasi sengaja dibakar, dirinya belum dapat memastikan itu. ”Kita belum pastikan itu. Intinya kita masih lakukan penyelidikan, besok (hari ini-red) kita lakukan pemeriksaan terhadap pihak manejemen perusahaan ini.

Setelah itu baru kita datangkan Labfor Makassar untuk menyelidiki kebakaran ini lebih jau lagi. Jadi kepastiaan semua ini setelah ada pemeriksaan dari Labfor,” kata kapolres.(ERM)

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!