Dikepung Api, Reni Terjun dari Lantai 2 – Ambon Ekspres
Trending

Dikepung Api, Reni Terjun dari Lantai 2

AMBON, AE— Rumah berlantai dua dikepung api, sejumlah penghuni memilih meninggalkan rumah lewat tangga. Namun Reni Rumalean, memilih jalan lain. Wanita dewasa ini nekat melompat dari lantai dua rumahnya untuk menyelamatkan diri. Dia pun terpaksa dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk menjalani perawatan medis.

Reni menjadi salah satu korban kebakaran di Waihaong, Kamis (24/12) atau berselang sehari dari kebakaran di Ambon Plaza pada, Rabu (23/12). Reni awalnya terjebak dilantai dua rumahnya. Sementara kerabatnya yang lain, memilih lewat tangga.

Dia nekat terjun. Akibatnya hingga kini Reni masih menjalani perawatan medis di RSU Al Fatah, Ambon, karena menderita pata tulang tangan, kaki dan sejumlah luka.

Kebakaran itu sendiri, mengakibatkan 12 rumah warga terbakar. Api menjalar cepat, karena kawasan RT 002/03, Kelurahan Waihaong, Kecamatan Nusaniwe, Kota Ambon itu padat penduduk. Kebakaran berawal sekira pukul 02.45 WIT, Kamis (24/12) pagi dini hari.

Api diduga berasal dari bagian dapur salah satu rumah warga. Kemudian dengan cepat menjalar ke rumah warga lainya, hingga menghanguskan 12 buah rumah warga di kawasan tersebut. Api baru berhasil dipadamkan sekira pukul 04.00 WIT, setelah delapan unit mobil pemadam kebakaran milik pemerintah Kota Ambon, dan dibantu warga sekitar.

Saat insiden kebakaran itu terjadi, sebagian warga dalam keadaan tertidur pulas. Mereka terbangun setelah ada teriakan suara kebakaran dari warga lain, yang saat itu melihat api mulai melahap rumah-rumah mereka. Dengan kondisi panik, sebagian besar warga terpaksa menyelamatkan diri, tanpa membawa harta benda.

“Saat itu kami sementara tertidur, tiba-tiba ada suara teriakan kebakaran-kebakaran. Kami terbangun, dan ternyata benar ada kebakaran. Kami akhirnya berusaha menyelamatkan diri tanpa membawa apa-apa,” kata Dullah, salah satu korban kebarakan.

“Kami tidak tahu api itu berasal dari mana, karena saat kami bangun api sudah membesar dan menghanguskan rumah yang lain,” tambah Dullah.

Senada dengan Dullah, Rosmala Rumakuway yang juga korban kebakaran, tidak mengetahui asal api. “Lagi tidur, waktu bangun api sudah besar. Dan yang kami lihat itu api sementara berada diantara kedua rumah milik pak Baharuddin dan pak Samaun. Namun untuk penyebab dan kepastian dari api itu kami belum tahu jelas,” katanya.

Menurut dia, warga yang sementara panik terpaksa menyelamatkan diri, dan berupaya memadamkan api dengan peralatan seadanya. “Sebelum pemadam kebakaran tiba, warga lebih dulu berupaya memadamkan api dengan peralatan seadanya.

Namun karena saat itu angin kencang maka kemudian api terus menyala hingga ke rumah milik Haryoto. Disitu baru pemadam tiba. Ada beberapa warga juga terpaksa keluar dengan pakaian di badan. Ya namanya musibah, kami tidak tahu kapan terjadi,”kenangnya.

Wanita berkulit sawo matang ini, menambahkan saat insiden itu, dia bersama sejumlah warga lainnya, terpaksa mengungsi ke Islamic Center yang tak jauh dari lokasi kebakaran. Setelah disana beberapa hari ditenda pengungsian, sejumlah korban kebakara memilih kembali hidup di puing-puing rumah mereka, yang beratapkan terpal. Terpal itu bantuan dari pemerintah kota Ambon.

“Setelah menerima bantuan dari Dinas Sosial Kota, BIMM, Tagana dan sejumlah LSM dan OKP, maka dari 22 KK itu ada sekitar 18 KK yang sudah kembali untuk tinggal di puing-puing rumah mereka. Sementara empat KK lainnya, belum kembali dan memilih tinggal di sana (Islamic Center red). Memang 22 KK dari 12 rumah yang terbakar habis,”paparnya.

Dia berharap, pemerintah segera memberikan bantuan kepada para korban kebakaran. “Jika ditotalkan itu, rumah rusak ada 12 buah, sementara untuk rusak ringan itu 4 buah. Total KK 22, dan 101 jiwa. Pemerintah Provinsi dan pemerintah Kota segara melihat kami. Jangan biarkan kami seperti ini,” harapnya.

Sementara itu, pihak kepolisian dari polres Pulau Ambon dan Pp Lease, hingga kini masih terus melakukan penyelidikan guna mengungkap motif pasti dari peristiwa kebakaran tersebut.

“Kami masih terus melakukan penyelidikan guna memastikan motif pasti dari peristiwa kebakaran itu. Kemudian sumber apinya, terus api berawal dari rumah siapa.

Semua itu masih kami dalami lebih jauh,”singkat kapolres Pp Ambon, AKBP Komaruz Zaman, melalui Kasubbag Humas Polres Ambon Iptu Meity Jacobus, saat dimintai keteranganya kemarin. (AHA)

Most Popular

To Top