5 Detik Yang Mencekam – Ambon Ekspres
Trending

5 Detik Yang Mencekam

AMBON, AE— Hanya sekitar 5 detik, tapi goyangannya sangat kuat. Bahkan terbilang terkuat sepanjang 30 tahun terakhir di Ambon. gedung-gedung bergoyang tanpa kendali. Suasana tambah mencekam bersamaan dengan padamnya listerik secara tiba-tiba. Warga berhamburan keluar. Berteriak histeris. Ada yang hanya mengenakan pakaian dalam, ada pula yang langsung pinsan.

Sedikitnya empat fasilitas umum dan beberapa rumah warga serta penginapan di kota Ambon, mengalami kerusakan akibat gempa tektonik berkekuatan 5.2 Skala Richter, pada pukul 01: 26 Wit, Selasa (29/12).

Pusat Gempa pada posisi 25 kilo meter ke arah Timur ke pulau Ambon atau 38 kilo meter ke Selatan Kairatu. Kabupaten Seram pada bagian Barat. Tidak berpotensi Tsunami dan tidak mengakibatkan korban jiwa.

Suasana di beberapa tempat di kota Ambon yang mulai sepi di dinihari itu, tiba–tiba menjadi ramai kembali, hiruk-pikuk warga berhamburan ke keluar dari rumah mereka serta gedung-gedung tinggi, seperti hotel dan penginapan, guna menyelamatkan diri ketika terjadinya gempa tersebut.

“Ini gempa yang paling kuat getarannya selama saya tinggal di Ambon. Rasanya rumah berpindah tempat, bergeser ke tempat lain, karena getaran yang sangat kuat,” kata salah satu warga desa Batu Merah, Samsul.

Beberapa warga lainnya di kawasan Tantui mengaku sudah tertidur pulas, namun kuatnya getaran, membuat mereka kaget, dan bangkit berdiri dan langsung berlari keluar rumah. “Waktu lari, rasanya pusing, hampir jatuh. Mungkin bangun dari tidur langsung lari atau karena getaran yang kuat,” kata Diman.

Para tamu di hampir semua hotel dan penginapan di kota Ambon melakukan hal yang sama, keluar dari tempat menginap mereka, guna menyelamatkan diri. Diantaranya, para tamu di penginapan Olympic, di Jalan Sam Ratulangi. Beberapa bagian plafon dan dinding di lantai satu gedung peninapan itu juga retak akibat getaran gempa.

“Tadi malam (kemarin malam-red) kamar di sini semua ada tamunya. Waktu terjadi gempa, semua tamu lari keluar, sekitar satu jam di luar, baru mereka masuk lagi ke dalam,” kata salah satu pegawai penginapan Olympic, Chandra, kemarin. Kerusakan juga terjadi di beberapa bagian Hotel Amans.

Beberapa fasilitas umum juga mengalami kerusakan, diantaranya gedung DPRD provinsi Maluku, Gereja Rehoboth, gedung kampus Institut Islam Negeri (IAIN) Ambon, ruang laboratorium RSUD Ambon, dan Gereja Pensit Gunung Nona.

Sebagian besar plafon ruang pertemuan di lantai V gedung DPRD Maluku rusak parah. Sebagian dinding lantai empat dan lantai satu gedung wakil rakyat itu juga turut mengalami kerusakan. Pimpinan DPRD akan berkoordinasi dengan pemerintah daerah, guna perbaikan kerusakan tersebut.

“Kami akan koordinasi dengan Pemda, dalam hal ini Finas PU, berapa nila kerugianya dan bisa diperbaiki,” kata Wakil Ketua DPRD Maluku, Richard Rahakbauw, kemarin.

Sementara itu, berdasarkan keterangan dari salah satu petugas keamanan Kampus IAIN Ambon, saat gempa bumi tersebut, dirinya saat itu sedang melaksanakan tugas malam. Mendengar bunyi runtuhan didalam gedung rektorat tersebut, ia pun berlari keluar.

“Saat gempa itu, saya langsung lari keluar dari dalam gedung, kemudian terdengar ada bunyi runtuhan. Setelah itu kami cek ternyata ada flapon yang ambruk,”kata Baim, salah satu petugas keamanan Kampus IAIN. Plafon di ruangan wakil rektor 3 IAIN, ruangan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M), dan plafon di atas pintu masuk aula rektorat dan ruang rapat rektor.

Tak hanya itu, dinding depan aula rektorat serta tangga naik dari lantai satu menuju lantai dua kantor rektorat IAIN Ambon juga rusak. Hingga siang kemarin, terlihat sejumlah pegawai kebersihan kampus tersebut, membersihkan reruntuhan plafon di kampus hijau itu.

Plafon pada beberapa bagian gereja Reheboth, di kawasan Batu Gantung, Kelurahan Wainitu, Kecamatan Nusaniwe, Kota Ambon juga rusak. Tidak ada korban jiwa saat peristiwa itu, karena saat gempa sudah tidak ada lagi aktivitas di dalam rumah ibadah itu.

“Saat kejadian gereja dalam kondisi kosong, hanya saja saat itu ada anak-anak paduan suara yang sementara berlatih, yang lari keluar dari dalam rumah pendeta di sebelah mendengar bunyi runtuhan plafon ini. kelihatannya kayu di plafon ini sudah rapuh sehingga saat gempa langsung ambruk,”tutur salah satu pegawai kebersihan di gereja tersebut.

Rumah warga di kawasan BTN Waitatiri, kawasan Kudamati, dan di kawasan Pensif, Gunung Nona juga mengalami kerusakan akibat gempa tersebut. Bekas gudang semen dan tripleks di kawasan Ongkoliong, desa Batu Merah juga ambruk dan jatuh ke dalam laut. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Gedung berukuran 4X4 meter itu milik warga Batu Merah, Aba Bahaweres.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Maluku, Farida Salampessy menjelaskan, dari koordinasi dengan BMKG telah disampaikan bahwa gempa tersebut berdampak pada kota Ambon, Masohi dan Kairatu (SBB), namun tidak berdampak pada tsunami.

“Kalau dilihat memang di kota Ambon yang paling kuat. Sementara masyarakat SBB tidak terlalu merasakan seperti di kota Ambon. Dan dari laporan yang diterima BPBD Maluku, kota Ambon merupakan daerah yang paling banyak ditemukan berbagai kerusakan,” singkat Salampessy, ketika dikonfirmasi via seluler.

Kepala BPBD kota Ambon Riko Matitaputty menambahkan, saat ini BPBD kota Ambon masih melakukan pengecekan lewat berbagai laporan dari media sosial (Medsos). Karena belum ada data resmi dari pihak kecamatan maupun pihak kelurahan untuk korban maupun kerusakan bangunan.

Sementara untuk bangunan atau gedung berlantai yang mengalami kerusakan akibat gempa tektonik, maka akan menjadi tanggung jawab pemerintah kota Ambon. Dan harus di kroscek kembali oleh pihak BPBD kota Ambon. Sehingga dari data yang diperoleh dapat dipertanggungjawabkan.

“Kita masih terus berkoordinasi dengan pihak kelurahan dan kecamatan. Namun belum ada laporan yang masuk, soal korban maupun kerusakan lainnya. Makanya saat ini kita sementara masih lewat media sosial,” tuturnya.

Riko mengatakan, pihaknya akan melakukan kroscek untuk memastikan ada tidanya korban akibat peristiwa itu. Sehingga dari data tersebut akan kembali dibahas bersama Sekretaris kota (Sekot) Ambon, Walikota dan Wakil Walikota Ambon, untuk melihat tanggung jawab pemerintah seperti apa. (MAN/ISL/AHA)

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!