Murad Siap, Kalau Rakyat Setuju – Ambon Ekspres
Trending

Murad Siap, Kalau Rakyat Setuju

AMBON,AE— Pesta Demokrasi dalam rangka pemilihan gubernur dan wakil gubernur Maluku, dipastikan akan berlangsung 2018 mendatang. Namun jauh hari, sudah ada wacana sejumlah figur yang akan tampil untuk memperebut kursi yang saat ini diduduki Said Assagaff dan Zeth Sahuburua itu.

Dari sejumlah figur yang digadang-gadang akan merebut kursi gubernur tersebut, tak lain merupakan Brigjen Polisi Murad Ismail, Kapolda Maluku, yang sebentar lagi menjabat sebagai Kepala Korps Brimob Mabes Polri.

Kapolda Maluku, Brigjen Polisi Murad Ismail, yang dikonfirmasi langsung oleh sejumlah wartawan saat malam pergantian Tahun kemarin, terkait keinginannya untuk menjadi orang nomor satu di Maluku mengaku belum bisa memastikan hal tersebut. Pasalnya, semua itu berpulang pada kehendak masyarakat Maluku sendiri.

“Kalau soal itu (Calon Gubernur red), tergantung Allah SWT dan masyarakat Maluku. Kalau masyarakat menginginkan saya (jadi gubernur red), maka saya akan kembali bersama mereka dan bangun daerah ini. Asal jangan mereka (Masyarakat red) inginkan saya masuk penjara itu tidak bisa,” singkat putra Waihaong, yang akan menjadi orang nomor satu di Brimob Polri ini.

Menanggapi keinginan Kapolda Maluku itu, ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Nasdem Maluku, Hamdani Laturua, mengatakan setiap warga negara berhak untuk menjadi kepala daerah dimanapun, termasuk Murad. Akan tetapi lanjut Laturua, karir kepolisian Brigjen Polisi Murad Ismail masih melewati Tahun 2018, untuk itu, belum saatnya membicarakan figur mantan Kasat Brimob Polda Metro Jaya itu, sebagai calon Gubernur Maluku.

“Terlalu jauh kita bicarakan soal itu (calon gubernur red), karena karir pak Murad itu masih jauh, sementara Pilgub itu tahun 2018. Kalau mungkin setelah Tahun 2018, okelah. Tetapi perlu diingat bahwa siapapun warga negara berhak mencalonkan diri sebagai kepala daerah, asalkan memenuhi syarat,”kata Laturua, kepada Ambon Ekspres Minggu (3/1) kemarin.

Menurutnya, tak ada masalah jika memang figur Murad Ismail ingin mencalonkan diri sebagai gubernur Maluku. “Kalau beliau sudah siap, maka kami sebagi anak Maluku memberikan apresiasi atas keinginan beliau (Murad, red), dan sudah pantas pak Murad punya keinginan untuk itu. Tetapi mungkin hal itu (cagub red), akan terjawab setelah pak Murad tidak lagi bertugas sebagai polisi,” terangnya.

sementara itu Ketua DPW PPP Maluku versi Muktamar Jakarta, Abdul Manan Latuconsina mengatakan, keinginan itu wajar. Wajar karena Murad, anak daerah yang telah menunjukan kerja nyata bagi masyarakat di daerah ini.

“Bukti nyata pak Murad berbuat untuk Maluku yakni selama tiga tahun keamanan di Maluku sangat kondusif. Itulah salah satu kesuksesan pak Murad yang tak bisa di pandang sebelah mata, sehingga jika keinginan beliau untuk jadi gubernur adalah hal yang biasa dan wajar,”kata Manan via seluler.

Dengan keinginan dan dibarengi kesuksesnya sebagai satu-satunya putra Maluku di kepolisian, keinginan untuk menjadi gubernur, harus diberikan apresiasi karena masih ingin berbuat yang terbaik untuk daerahnya.

Untuk dukungan politik, lanjut Latuconsina, setiap partai politik punya pandangan dan hitungan sendiri berdasarkan mekanisme yang ada.”Kalau benar pak Murad sudah menyatakan siap (maju gubernur red), mau tidak mau beliau harus bangun komunikasi politik dari tingkat daerah hingga tingkat pusat.

Dan setiap partai punya mekanisme sendiri untuk mengusung setiap figur yang ada. Tidak ada partai politik yang maju lalu kemudian kalah. setiap partai punya mekanisme tersendiri,” terangnya.

Ketua DPW Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Provinsi Maluku, Aziz Sangkala, mengatakan setiap warga negara punya hak untuk mencalonkan diri sebagai gubernur. Tapi, menurut dia, lebih bijaksana jika pernyataan ditangguhkan dulu atau belum saatnya disampaikan kepada publik.

“Adalah hak setiap warga negara atau putra dan putri terbaik Maluku untuk mencalonkan diri dalam bursa Pigub nanti. Namun, disayangkan pernyataan ini dibuat oleh seorang Kapolda aktif. Kita berharap agar koordinasi dengan gubernur dalam upaya menangani Kamtibmas tidak terganggu,” kata Aziz. (AHA/TAB)

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!