Pesta Joget Pejabat di Jembatan Bermasalah – Ambon Ekspres
Trending

Pesta Joget Pejabat di Jembatan Bermasalah

AMBON,AE— Jembatan Merah Putih (JMP) bermasalah. Struktur bajanya mengalami pergeseran akibat gempa bumi Tektonik yang mengguncang pulau Ambon dan sekitarnya pada Selasa (29/12).

Rencana untuk memasang bentang tengah JMP pada malam pergantian tahun  pun gagal. Namun, pemerintah tetap menyelenggarakan acara tutup tahun 2015 di atas jembatan yang telah menghabiskan banyak uang negara itu.

Artis didatangkan, masyarakat berbondong. Jembatan itu pun diwarnai acara pesta joget sejumlah pejabat, termasuk pejabat dari ibu kota negara.

ebelumnya, rencana rampungnya jembatan yang menghubungkan desa Galala dengan desa Poka itu telah beberapa kali disampaikan pihak Balai Pelaksana Jalan dan Jembatan Nasional (BPJJN) Wilayah XII Maluku-Maluku Utara, namun selalu gagal dengan beragam alasan. Mulai dari masalah anggaran hingga masalah cuaca.

BPJJN Maluku-Maluku Utara di bawah kepemimpinan Wahyudi Mandala Putra, diantaranya merencanakan JMP rampung pada bulan Agustus 2015, namun tidak terwujud. Setelah Wahyudi Mandala Putra didepak dari kursi kepala BPJJN Maluku-Maluku Utara dan diganti oleh Amran Mustari, rencana baru pun dipasang, JMP diresmikan oleh Presiden Joko Widodo pada Oktober, tahun lalu. Lagi-lagi, rencana itu gagal terwujud.

Mega proyek yang dikerjakan oleh tiga kontraktor pelat merah, yaitu PT Waskita Karya (Persero), PT Pembangunan Perumahan (Tbk), dan PT Wijaya Karya (TBK) itu direncanakaan menghabiskaan dana sekitar Rp416,75 miliar.

Gubernur Maluku, Said Assagaff yang sudah beberapa kali mendapat janji dari pihak BPJJN tentang waktu rampungnya JMP, tidak dapat menyembunyikan rasa kecewa atas kegagalan pihak BPJJN dalam menepati janji mereka. Gubernur meluapkan kekecewaannya kepada Kepala Satuan Kerja (Satker) JMP, Cris Lasmono beberapa waktu lalu di lokasi JMP.

Pihak BPJJN kembali membuat rencana, bentangan tengah JMP akan dipasang pada malam terakhir tahun 2015. Ini, antara lain disebutkan sebagai ‘kado akhir tahun’ bagi masyarakat Maluku.

Namun, rencana itu gagal. Mereka berdalih, struktur baja bentang tengah jembatan terpanjang di wilayah Indonesia timur itu, bergeser sekitar lima centimeter, kabel penyangga tiang utama bentangan tengah juga mengalami pergeseseran ke arah kanan.

Ini akibat gempa berkekuatan 5.2 Skala Richter, akhir Desember lalu. Sehingga, bentang tengah JMP belum dapat disambung. “Kita dapat informasi, malam ini JMP disambung. Tapi ternyata tidak jadi. Mudah-mudahan cepat selesai,” kata Ardu, salah satu warga kota Ambon pada malam pergantian tahun, di JMP, Kamis (31/12).

Meski begitu, tidak membuat pemerintah membatalkan rencana perayaan malam pergantian tahun di atas jembatan yang dibangun sejak 2011 itu. Selain sejumlah pejabat di lingkup pemerintah provinsi Maluku, beberapa pejabat dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) turut hadir pada acara pergantian tahun itu, diantaranya Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dan Direktur Bina Marga Hediyanto W. Husaini. Bahkan, beberapa artis ibu kota turut didatangkan, guna menyemarakkan acara yang dijaga aparat keamanan itu.

Pesta tahun baru yang sedianya menjadi momentum bersejarah bagi masyarakat Maluku, bila bentang tengah JMP tersambung, pun hanya menjadi acara pesta kembang api serta pesta joget sejumlah pejabat dengan artis, disaksikan oleh ratusan warga kota Ambon yang datang. Menteri PU dan anak buahnya pun ikut joget diatas jembatan yang entah kapan selesainya itu.

“Karena ada gempa, kemarin. Kami dilapori, ada sedikit pergeseran. Jadi saya ke sini untuk cek pergeseran itu. Tadi siang (Kamis-red) kami sudah cek dan masih dalam toleransinya sesuai dengan rencana. Jadi masih aman, dan kita butuh waktu, kira-kira satu Minggu untuk kita melakukan penyempurnaan,” kata menteri PUPR, Basuki Hadimuljono, pada pesta tahun baru yang diselenggarakan di atas jembatan pendekat JMP desa Galala, Kamis, pekan kemarin.

Bila rencana itu terwujud, kata Basuki Hadimuljono maka JMP akan diresmikan oleh Presiden Joko Widodo. “Dengan demikian, bapak, ibu sekalian, masyarakat Ambon kami menjamin, dalam dua minggu ke depan, pada bulan Januari, Jembatan Merah Putih akan segera kita selesaikan dan akan diresmikan bapak Presiden pada waktunya nanti dapat kita manfaatkan bersama. Mohon doa restunya,” ujar Basuki Hadimuljono.

Ketua komisi C DPRD Maluku Fredy Rahakbauw yang dimintai tanggapannya ecara terpisah, mengatakan, molornya pemasangan bentang tengah JMP memang dapat dimaklumi, mengingat itu disebabkan oleh faktor di luar dugaan, apalagi kesengajaan manusia.

Kendati begitu, Rahakbauw berharap, target untuk memasang bentang tengah JMP pada bulan Januari tahun ini, dapat terwujud, sehingga dalam waktu yang tidak lama lagi, masyarakat Maluku dapat menikmati jembatan itu.

“Apa yang disampaikan oleh Menteri PU bahwa akan diusahakan penyelesaian masalah pergeseran itu dalam waktu dua minggu, sebenarnya pesan kepada kepala balai jalan untuk menekan pihak kontraktor untuk mempercepat pekerjaan,” ingatnya.(MAN)

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!