2 Pelaku Pembunuhan Ditahan Pomdam – Ambon Ekspres
Trending

2 Pelaku Pembunuhan Ditahan Pomdam

Ambon, AE— Panglima Kodam XVI/Pattimura Mayor Jenderal TNI Doni Munardo mengatakan, kasus dugaan penganiayaan yang dilakukan oleh oknum anggota TNI akan ditangani hingga tuntas. Sampai kemarin, sudah ada empat orang saksi diperiksa terkait penganiayaan hingga menewaskan Widodo Adin Saputra.

Kedua pelaku bertugas di Dodiklatpur Rindam XVI/ Pattimura Kairatu, dan kini sudah ditangani oleh pihak POMDAM XVI/Pattimura, melalui Denpom Masohi. “Masih dalam penyelidikan oleh Denpom Masohi. Kasus dugaan tindakan penganiayaan ini akan kita usut hingga tuntas. Sampai saat ini sudah empat saksi yang diperiksa oleh penyidik Denpom,”jelas orang nomor satu TNI di Maluku dan Maluku Utara ini.

Menurut mantan Danjen Kopassus ini, dua oknum TNI yang diduga melakukan tindakan penganiyaan terhadap Widodo dan temannya itu, kini sudah di tahan oleh pihak Denpom Masohi. “Dua terduga pelaku yakni Serka YM yang melakukan penganiayaan terhadap Widodo dan Serda S, yang diduga melakukan penganiyaan terhadap teman Widodo itu, sudah ditahan di Denpom Masohi,”kata Doni.

Dikatakan, kasus ini tidak akan ditutup-tutupi, untuk itu masyarakat diminta agar mengawal kasus tersebut hingga selesai. “Kodam juga sementara akan meminta hasil visum dari pihak Rumah Sakit. Insya Allah tidak ada yang ditutupi.

Kodam tidak akan melindungi siapapun, bila mereka (terduga pelaku red), bersalah akan mendapatkan hukuman terberat melalui proses hukum di pengadilan Militer. Keluarga dan masyarakat bisa mengikuti perkembangan kasus ini hingga selesai,” tegas pria bermurah senyum itu.

Widodo Adin Saputra, remaja 19 tahun harus menghembuskan nafas terakhirnya di Puskesmas Kairatu. Dia diduga dianiaya oknum anggota TNI yang kesehariannya bertugas di Dodiklatpur Rindam XVI Pattimura Kairatu.

Putra bapak Saheri (57) itu menghembuskan nafas terakhirnya setelah diduga dianiaya Sersan Kepala (Serka) YM di Desa Waimital, Kecamatan Kairatu, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB).

Peristiwa itu terjadi Jumat (1/1) sekira  pukul 20.00 WIT. Awalnya korban memang sempat dikejar Serka YM. bersama rekannya. Adin dikejar karena coba kabur setelah menyerempet lampu mobil milik anggota DPRD SBB yang saat itu tengah dipakai Serka YM dan komandannya.

Setelah beberapa saat kejar-kejaran di sekitar Desa Waimital, korban yang berboncengan dengan sahabatnya tertangkap juga oleh YM. “Kami berkejaran setelah menyerempet mobil yang mereka pakai.

Tak sampai beberapa saat motor kami tergelincir dan jatuh. Setelah kami berhasil mengendarai motor, tiba- tiba mobil yang terserempet itu datang,” ungkap teman korban yang selamat.

YM keluar dengan kawannya yang mamakai baju singlet langsung memukul dia dan Adin. “Saya bilang bukan saya yang mengendarai, tapi Adin. Saat itu Adin langsung dibawa di belakang mobil dan saya tak tahu apa yang mereka lakukan lagi.

Warga yang datang menyuruh saya lari, setelah itu saya tidak tahu apa yang mereka lakukan pada Adin,” ungkap teman korban kepada koran ini, Senin (4/1).

Informasi yang dihimpun, Widodo Adin Saputra saat berboncengan sepeda motor dengan sahabatnya menyerempet kendaraan toyota Avanza Veloz berwarna putih bernomor DE 986 B milik anggota DPRD SBB yang ditumpangi Dandodiklatpur.

Sempat beredar kabar  Adin meninggal bukan karena dianiaya namun sumber koran ini memastikan saat itu ada tindak penganiayaan terhadap korban. Korban diduga dianiaya ditempat terbuka.

“Kami meminta pelaku dituntut dengan hukuman setimpal sesuai dengan perlakuan. Kami minta mereka diberikan hukuman setimpal hingga pemecatan dari kesatuannya,” pinta Saheri, ayah korban.

Untuk mengetahui penyebab kematian korban, Sabtu (2/1) korban telah diotopsi oleh dokter ahli forensik dari Rumah Sakit Umum Daerah Masohi. Setelah diotopsi korban dibawa ke rumah duka untuk selanjutnya disholatkan dan dimakamkan di TPU Desa Waimital. (AHA/CR1)

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!