3 Warga Dianiaya Secara Sadis – Ambon Ekspres
Trending

3 Warga Dianiaya Secara Sadis

Pangdam Langsung Turun Tangan

AMBON, AE.—Belum tuntas kasus dua prajurit TNI yang diduga menganiaya seorang pemuda di Kairatu, Seram Bagian Barat hingga tewas, 31 Desember 2015 lalu, tiga warga dianiaya secara sadis. Dua diantaranya masih dibawah umur.

Tangan mereka dicelupkan ke dalam air panas mendidih, dan telinga salah satu remaja cacat mental dihekter. Pangdam XVI Pattimura pun marah besar mendengar informasi tersebut.

Sejumlah anggota Satuan Tugas (Satgas) BKO, dari Yonif 732/Banau, yang bertugas di Desa Tuhaha, Kecamatan Saparua, Kabupaten Maluku Tengah, diduga menganiaya RS (13), FP (10), dan DS (42). Kejadian yang menimpah tiga warga Tuhaha, itu terjadi Kamis (31/12) lalu.

DS salah satu korban kepada wartawan di Ambon, Selasa siang kemarin mengatakan, tindakan penganiayaan yang dilakukan oleh sejumlah oknum anggota Satgas BKO TNI itu karena mereka menuding salah satu dari anak dibawa umur itu melakukan pencurian terhadap handphone milik salah satu oknum anggota TNI.

“Kejadian itu terjadi sekitar pukul 04.00 kamis pagi. Saat itu RS masuk kedalam lingkungan pos TNI, untuk pilih buah mangga. Lalu ada salah satu anggota TNI pukul dia (korban red). Kemudian korban itu lari keluar dari dalam pos.

Tapi tidak membawa HP anggota TNI itu,” kata korban yang saat itu didampingi oleh pihak P2TPA Kota Ambon dan Provinsi Maluku.

RS sendiri sedikit mengalami cacat mental. Dia dituding oleh oknum anggota TNI membawa kabur HP milik salah satu rekannya itu. Pada tanggal 1 Januari kemarin, oknum TNI itu memanggil RS, FP, dan DS untuk menanyakan hendphone milik salah satu rekannya yang diduga hilang dari pos TNI tersebut.

“Jadi mereka (TNI red), menuding dia (RS) yang ambil HP. Lalu kemudian besoknya (Jumat red), kami dibawa ke pos. Disitu kami langsung disuruh celupkan tangan kedalam air panas yang baru diangkat dari tungku (kompor),” jelasnya.

RS sendiri disuruh untuk mencelupkan tangan kedalam air panas sebanyak empat kali, sementara DS dan FP hanya diminta sekali. “Kalau saya dan FP itu hanya sekali saja masukan tangan kedalam air panas itu, sementara untuk RS sebanyak empat kali, sehingga tangannya melepuh semua. Kita dituduh ambil HP mereka. Kata mereka supaya membuktikan apakah kita yang ambil HP atau bukan,”terangnya.

Tak hanya mencelupkan tangan kedalam air panas, daun telinga bagian kanan RS, juga dihekter oleh oknum TNI tersebut. “Mereka itu (pelaku red), berinisial P dan D, pangkatnya saya tidak tahu. Mereka juga pukul dia (RS red), dan menghekter daun telingannya hingga luka. Kita terpaksa datang kesini (Ambon red), untuk melaporkan kejadian ini kepada POM,”tuturnya.

Panglima Kodam XVI/Pattimura Mayor Jenderal TNI, Doni Munardo yang dikonfirmasi Ambon Ekspres, Selasa malam mengaku, belum mengetahui kejadian tersebut. Namun mantan Danjen Kopassus ini berjanji akan tetap menindak tegas anggotanya yang melakukan tindakan tersebut.

“Saya belum menerima laporan. Nanti saya cek dulu, tetapi siapapun yang melakukan tindakan hingga menyakiti hati rakyat, apalagi ini anak dan wanita, pasti akan kita proses dan tindak tegas,” kata orang nomor satu TNI di Maluku ini.

Mantan Danpaspamres ini, akan segera memerintahkan atasan dari para pelaku untuk mengobati para korban. “Kalau sudah dilaporkan maka sudah pasti akan diproses hingga tuntas. Malam ini (Selasa malam, red) saya perintah anak buah untuk segrra membawa para korban ke rumah sakit. Segala biaya pengobatan akan kita tanggulangi,” terang pria dengan dua bintang dipundaknya itu.

Sementara infomasi resmi yang diperoleh dari Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P2TPA) Ambon, ketiga korban kini telah mendapat perawatan medis di RS dr Latumaten atau lebih dikenal dengan RST Ambon.

“Tadi siang divisum. Malam ini tiba-tiba kita disuruh untuk masuk dan merawat ketiga korban di RST. Biayanya ditanggung oleh TNI. Tadi juga sudah dilaporkan ke Pomdam dan langsung dilakukan BAP oleh POM,” singkat salah satu pengurus P2TPA Ambon, kepada koran ini via telephone selulernya, tadi malam. (AHA)

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!