Keluarga da Costa Berharap Pemprov Serius – Ambon Ekspres
Metro Manise

Keluarga da Costa Berharap Pemprov Serius

Segel Pembangunan Monumen DR Siwabessy

AMBON, AE.—Ahli waris keluarga Jan Johanes da Costa berharap Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku serius melunasi pembayaran nilai tanah yang dipakai untuk membangun monumen DR. Siwabessy di Negeri Rumahtiga. Karena sampai saat ini, disebutkan pemerintah belum juga melunasi nilai tanah yang diajukan keluarga da Costa.

Informasi yang dihimpun di lapangan menyebutkan, semua ahli waris Jan Johanes da Costas telah mengiyakan untuk menjual sebagian tanah milik mereka kepada Pemprov Maluku untuk dibangun monumen DR. Siwabessy.

Monumen tersebut dibangun bersebelahan dengan kampus Program Studi Kedokteran Universitas Pattimura (Unpatti) Ambon dan telah diresmikan oleh Presiden Joko Widodo saat pembukaan Pesparawi Nasional 2015 lalu.

Namun begitu, antara Pemprov Maluku dengan keluarga da Costa sampai sekarang masih belum memiliki kesepahaman soal besar nilai tanah yang harus dibayar Pemprov Maluku. Hal ini yang kemudian menyebabkan tarik ulurnya waktu pembayaran yang seharusnya sudah tuntas akhir 2015 lalu.

“Sesuai arahan gubernur dan wakil gubernur kepada jajarannya untuk segera mempercepat pembayaran tanah keluarga da Costa yang telah digunakan pemerintah. Alasan perlu segera dibuat surat-surat atas penjualan tanah itu juga sudah dipenuhi keluarga da Costa, tapi hasilnya sampai juga masih nihil,” ujar salah satu keluarga da Costa di Rumahtiga.

Ia menyebutkan, belum adanya tindaklanjut pembayaran atas tanah tersebut, telah mengundang reaksi keras keluarga da Costa. Pihak ahli waris keluarga da Costa, termasuk ahli waris yang ada di Jakarta telah sepakat membuat tanda larangan aktifitas apapun di kawasan monumen Dr. Siwabessy tersebut.

Sementara pantauan di lapangan, tanda larangan tersebut ditempel pada bagian bawah monumen Dr. Siwabessy dalam bentuk tulisan di manila karton. Tanda larangan itu berisikan beberapa butir peringatan keras dan tegas dari keluarga da Costa, yakni: 1).Tanah ini milik keluarga Jan Johanes da Costa. 2). Tanah ini belum dibeli/dibebaskan oleh siapapun atau pihak manapun, 3). Melarang melakukan kegiatan apapun juga di atas tanah tanpa seijin pemilik dan 4). Kepada rekanan/kontraktor yang sementara melakukan pekerjaan monumen DR. Siwabessy untuk segera menghentikan pekerjaan/kegiatannya.

Sekedar tahu, luas tanah yang telah dipakai Pemprov untuk pembangunan lokasi monumen DR. Siwabessy sekira 9.900 meter persegi. Pihak keluarga meminta ganti rugi per meter sebesar Rp 1 juta. Namun begitu, Pemprov Maluku bersikeras untuk membayar dengan nilai Rp 550 ribu per meter.

Alasan keluarga da Costa mempertahankan nilai tersebut, menurut pengakuan salah satu sumber di Negeri Rumahtiga lantaran nilai jual tanah di kawasan Jalan Ir M Putuhena itu jauh lebih tinggi, bahkan berkisar antara Rp 2 juta hingga Rp 3 juta per meter, bahkan lebih. “Nilai yang dipertahankan keluarga da Costa itu masih dibawah nilai jual tanah di kawasan Jalan Ir Putuhena,” sebut sumber yang juga tokoh masyarakat Rumahtiga itu.(DWI)

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!