Pembunuhan AKBP Martin Diduga Terencana – Ambon Ekspres
Trending

Pembunuhan AKBP Martin Diduga Terencana

AMBON, AE.—Keluarga AKBP Martin Mairuhu, yakin pembunuhan terhadap korban dilakukan sangat terencana, karena itu mereka meminta polisi membongkar kasus ini sedetail mungkin. Sementara sampai kemarin, polisi belum juga menetapkan satu orang pun tersangka dalam bentrokan hingga terbunuhnya perwira menengah Polda Maluku itu.

Yance Wenno salah satu keluarga korban, kemarin kepada wartawan menduga penyerangan dilakukan terencana, tidak terjadi secara spontan. Ini tampak dari kronologis adu mulut, pemukulan terhadap Revano Haliwela, sampai pada kembalinya Revano ke tempat kejadian perkara setelah dari rumahnya.

”Kami menduga ada indikasi pembunuhan berencana, karena kembali ke rumah, setelah itu kembali lagi, dan melakukan penyerangan. Berarti itu sudah terencana, tidak terjadi secara spontan, kecuali saat bentrok langsung terjadi pembunuhan, tetapi ini tidak mereka kembali, kumpul massa dan melakukan penyerangan,” ungkap Yance yang juga mantan anggota DPRD Kota Ambon ini, saat pemakaman AKBP Martin Mairuhu, kemarin.

Dia berharap pihak kepolisian menggunakan pasal pembunuhan berencana 340 KUHP, dan kita yakin polisi pasti bekerja secara professional dalam panangan kasus ini.

Soal pelaku, Yance sangat berharap, polisi dapat menangkap semuah pelaku yang terlibat dalam aksi penyerangan tersebut.”Kami berharap, setelah pemakaman pak Ateng (Martin Mairuhu-red), pekerjaan polisi tidak boleh berhenti, tetapi bersama keluarga, menangkap siapa saja yang terlibat dalam kasus ini, seret dan dibawah ke pengadilan,” Kata Yance.

Sementara itu, kemarin AKBP Martin Mairuhu yang meninggal dunia saat insiden bentrokan di Negeri Suli pada Minggu malam, kini telah dikuburkan di Taman Makam Pahlawan Bahagia Kapahaha, Kecamatan Sirimau.

Penyerahan jenazah dari pihak keluarga ke pihak kepolisiaan pada Selasa (5/1) kemarin, dilakukan sekitar pukul 15.30 wit di rumah duka yang berada di Desa Suli. Jenazah korban tiba di tempat pemakan sekitar 15.55 Wit. Upacara pemakaman dipimpin langsung oleh Karo Ops Polda Maluku, Kombes Monang Sitomrang.

Pantauan koran ini kemarin, tangisan kelurga korban pecah tak hentinya saat pemakaman berlangsung. Banyak kerabat dan keluaraga korban yang hadir. Istri dari Korban yang juga merupakan pamen Polda Maluku, AKBP Nel Takdare, sempat pinsan saat jenazah dimasukan ke liang lahat. Martin memliki dua orang anak yang masih sekolah.

Kabbid Humas Polda Maluku AKBP Suleman Waliulu, menyesalkan insiden pembunuhan terhadap AKBP Martin, apalagi dalam peristiwa tersebut ada anggota polisi Marvi Haliwela.”Ada anggota polisi namun tidak menggunakan kemampuannya dalam menyikapi peristiwa, minimal dia (Marvi Haliwela-red) melerai atau menghubungi pihak kepolisiaan (polsek) terdekat sehingga secepatnya dapat diatasi,”tandas Waliulu.

Humas Polres Pulau Ambon dan Pp.Lease, AKP Meity Jacobus, saat dikonfirmasi terkait perkembangan kasus tersebut mengaku sudah 12 saksi diperiksa. Namun belum ada penetapan tersangka secara resmi.

”Sudah 12 orang saksi yang sudah kita periksa, saat ini status mereka juga masih saksi, termasuk oknum polisi itu (Marvi Haliwela-red). Jadi belum ada penetapan tersangka secara resmi, semuanya masih dalam tahap proses penyidikan,”kata Meity.

Menyoal, oknum anggota polisi yang diduga, juga ikut terlibat dalam kasus tersebut, Mety belum dapat memastikan. Semuanya masih dalam proses penyidikan, dan pemeriksan terhadap saksi-saksi untuk dapat membuktikan apakah Marvi Haliwela juga ikut terlibat dalam penyerangan tersebut.

”Kita belum bisa pastikan itu, apa dia (Marvi Haliwela-red) juga terlibat, baik itu dalam memprovokasi massa saat itu, atau kah dia juga ikut terlibat saat terjadi penyerangan.

Memang ada dugaan ke situ keterlibatan dia, tetapi untuk membuktikan semua itu harus dilalui dengan proses penyidikan. Saat ini dua orang sudah kita amankan, Marvin Haliwela, dan adiknya Revano Haliwela,”kata Meity. (ERM)

Most Popular

To Top