Proyek tak Tuntas Dibatas Waktu – Ambon Ekspres
Trending

Proyek tak Tuntas Dibatas Waktu

AMBON, AE.—Target pemerintah pusat menyelesaikan proyek infrastruktur 2015 tepat pada waktunya, banyak tak tercapai di Maluku. Proyek dua ruas jalan di Buru, ditambah proyek pembangunan trotoar di Jalan Jenderal Sudirman. Tiga proyek ini saja menghabiskan dana sekitar Rp90 miliar.

Dua ruas jalan ditangani PT Putra Bungsu dan PT Nursyam. Putra Bungsu menangani ruas jalan Mako-Marloso dengan panjang 10 kilometer. Anggaran pembangunannya sebesar Rp45 miliar. Sedangkan ruas jalan Namlea-Sama Lagi juga 10 kilometer dengan total anggaran Rp36 miliar, di kerjakan Nursyam.

Sementara, proyek pembangunan trotoar serta ratusan lampu di jalan Jenderal Sudirman, Kota Ambon belum juga tuntas. Padahal, sesuai kontrak, proyek tersebut sudah harus selesai pada Desember 2015. Mereka beralasan molornya pekerjaan karena masalah lahan.

Proyek tersebut merupakan pelaksanaan program Penataan Bangunan dan Lingkungan (PBL). Sebanyak 200 buah tiang dan bangunan di sisi kiri dan sisi kanan jalan tersebut. Tiang-tiang tersebut dibangun dengan ukuran tinggi sekitar 2 meter dengan jarak antara tiang empat meter.

Di bagian atas setiap tiang dipasang lampu sebagai penerang bagi pejalan kaki. Di sana juga dibangun simbol Maluku menyerupai Salawaku

Sebelumnya, ketika dikonfirmasi, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) proyek PBL Jalan Jenderal Sudirman, Sandra Tuapattinaya mengatakan, melalui program PBL yang bertujuan mewujudkan kondisi jalan yang aman dan nyaman untuk dilalui, pemerintah membangun sebanyak 200 buah tiang untuk dipasang lampu sebagai aksesoris jalan.

Pemerintah juga membangun Trotoar sepanjang 300 meter yakni, 150 meter di sisi kiri jalan dan 150 meter di sisi kanan jalan. Selain untuk memperindah kawasan jalan tersebut, pemerintah juga ingin memberikan rasa aman dan nyaman bagi warga.

Saat itu, Tuapatinaya mengungkapkan, masa kontrak proyek itu hingga tanggal 30 Desember tahun 2015. Namun, hingga kemarin, proyek bernilai Rp5 miliar yang bersumber dari APBN 2015 itu, masih dikerjakan.

Pantaun Ambon Ekspres masih ada beberapa bagian yang dikerjakan. Diantaranya, trotoar dan simbol parang Salawaku, di samping SPBU kebun Cengkeh. Terlihat masih ada pekerja yang beraktivitas di lokasi proyek yang ditangani PT Karya Ruata itu.

Staf Satuan Kerja (Satker) PBL, Riky Sohilait mengatakan, hingga saat ini pekerjan sudah selesai. Hanya saja, masih dalam proses perapian. Sekitar 10 persen trotoar yang belum selesai. Ini karena masih harus menunggu keramik yang didatangkan dari Surabaya.

“Itu sebetulnya sudah 100 persen, hanya saja perapihan,” kata Sohilait di ruang kerjanya, Rabu (6/1).

Keramik itu, kata dia dipasang pada bagian tengah trotoar bagi pejalan kaki yang cacat, disamping lampu-lampu yang berjejer di sepanjang jalan itu. “Keramik itu kan menunggu cetak di luar itu, kan home industri. Kalau di pabrik, mungkin sudah dipasang. Itu khusus untuk orang cacat. Sekarang ini, Mungkin barangnya sudah di pelabuhan,” tandasnya.

Pantuan Ambon Ekspres, disisi kiri jika dari arah Batumerah masih terlihat trotoar yang belum tuntas sama sekali dikerjakan. Ada sebagian yang dibangun penampungnya, namun bagian tengahnya masih kosong. Belum ada penimbunan sama sekali.

Di beberapa bagian sisi kiri ada juga belum dikerjakan sama sekali. Di akhir Desember lalu, nyaris tidak ada pekerjaan sama sekali. Belum diketahui apa alasannya. Padahal berdasarkan informasi Ambon Ekspres, proyek itu sebenarnya harus tuntas sebelum pelaksanaan pesparawi nasional.

Sohilait menegaskan, tiang serta lampu sudah selesai semua. Dan direncanakan dalam waktu dekat akan dialiri listrik oleh pihak PLN. “ Sudah bayar, tapi tunggu meteran dari PLN. Kalau secara keseluruhan, sekitar dua minggu lagi semua sudah selesai,” katanya.

Sementara terkait simbol parang Salawaku di samping SPBU Kebun Cengkeh yang belum rampung, Sohilait mengakuinya. Namun dia berdalih karena masalah lahan, sehingga menjadi kendala dalam mencapai target selesai di akhir tahun lalu.

“Kemarin itu masalah lahan. Jadi kita mundur ke belakang sedikit, karena itu lahan milik orang. Mungkin sekitar satu minggu lagi, sudah kelar,” katanya.

Sebagaimana diketahui, ruas jalan Jenderal Sudirman, kota Ambon mendapat perhatian pemerintah pusat. Melalui program Penataan Bangunan dan Lingkungan (PBL), pemerintah menata kawasan jalan tersebut dengan membangun ratusan lampu sebagai aksesoris jalan serta Trotoar. (MAN)

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!