Anak AKBP Martin Ngamuk – Ambon Ekspres
Trending

Anak AKBP Martin Ngamuk

Pakai Narkoba, Marvi Belum Tersangka

AMBON, AE.— Tujuannya ingin melihat lebih dekat para terduga pembunuh ayahnya, AKBP Martin Mairuhu, namun karena tak bisa mengendalikan emosi, anak korban nyaris baku hantam dengan tiga tersangka itu. Beruntung polisi cepat melerai dan mengevakuasi para tersangka kembali ke rumah tahanan Polres Ambon.

Awalnya anak korban, bersama isteri korban, AKBP Nel Mairuhu dan tiga kerabat dekatnya mendatangi Mapolres Ambon. Tujuan mereka kesana untuk melihat lebih dekat, siapa-siapa saja pelaku pembunuh AKBP Mairuhu. Mereka melapor penjaga. Penjaga memperbolehkan mereka melihat tiga pelaku, RH, FB, dan WL.

Kurang lebih 10 menit, tiga tersangka ini dikeluarkan dari rutan. Setelah berada di ruang tunggu tamu, anak korban mulai berontak. Kerabatnya berusaha menenangkannya. Namun dia berhasil lepas dan mengambil sebuah batu. Dia lantas mendekati tiga pelaku tersebut.
Melihat anak korban berontak, tiga pelaku ini tenang saja.

Mereka tak berbuat apa-apa melihat reaksi anak almarhum AKBP Martin Mairuhu. Polisi cepat mengevakuasi tiga pelaku itu kembali ke ruang rutan, sementara anak korban dibawah keluar rutan.

Sementara itu, sampai kemarin, Brigpol Marvi Haliwela masih menjadi saksi pembunuhan AKBP Mairuhu. Dia juga belum ditetapkan tersangka pengguna narkoba. Padahal, dalam keterangan Kapolres AKBP Komaruz Zaman, Marvi positif menggunakan narkoba setelah melalui test urine.

Pernyataan Kapolres soal Marvi yang menggunakan narkoba justeru seperti dimentahkan kasubbag Humas Polres Pulau Ambon dan Pp.Lease AKP Meity Jacobus. Kata dia, polisi belum dapat memastikannya, karena masih terus dilakukan pengembanagan kasus.

”Dugaan keterlibatan dia (Marvi-red) dalam kasus ini juga masih dalam penyelidikan. Intinya polisi masih lakukan penyelidikan, untuk mengungkap semua secara pasti. Apa saat kejadiaan menggunakan narkoba, dan juga sejaumana dugaan keterlibatannya dalam kasus ini. Belum ada tersangka lain, atau penambahan pemeriksaan saksi,” terang Meity.

Anggota DPRD Maluku dari komisi A, Melkiyas Frans, menyesalkan adanya tindak kekerasan hingga menewaskan AKBP Martin Mairuhu. Dia menilai, insiden tersebut menunjukan bahwa kondisi Maluku belum aman bagi rayatnya sendiri.

”Kalau saya sederhana, ini bagian dari rasa tidak aman. Kalau aparat sudah seperti itu, lalu bagaimana masyarakat kecil. Kita kan ikuti ini, ada sejumlah polisi yang terbunuh, secara institusi mungkin ada hal kurang tepat lalu dibinahi.

Disisi lain, lebih baik lagi polisi dipersenjatai saja, supaya menjaga diri, kan kurang lebih satu tahun ini sudah 4 anggota polisi yang meninggal di tangan rakyat,” Kata Melkiyas Frans.

Selain itu, politisi Partai Demokrat ini, mengatakan perlu ada perbaiki dalam menangani masalah ketertiban di tengah masyarakat oleh pihak kepolisiaan. “Polisi harus lebih sigap. Kan kasihan perwira menengah polisi aparat bersenjata baru meninggal dengan pedang, itu kan hal yang aneh kan,” imbuh Melkiyas Frans.

Soal ada oknum anggota polisi (Marvi Haliwela) yang diduga terlibat dalam kasus itu, Melkiyas Frans sangat menyesalkannya.” Ini kan baru dugaan, silahkan diperiksa la kalau itu ada keterlibatan anggota polisi.

Kalau terbukti, itu lebih disayangkan lagi, karena mestinya anggota saling menjaga kan. Sesama anggota saja sudah begitu bagaimana dengan masyarakat?,” pungkas dia. (ERM)

Most Popular

To Top