Diancam Pendemo, Tagop Lapor Polisi – Ambon Ekspres
Metro Manise

Diancam Pendemo, Tagop Lapor Polisi

AMBON, AE— Tim kuasa hukum  Tagop Solisa Sudarsono melaporkan Ahmad Belasa dan Abdul Rahim Latuconsina ke Polda Maluku. Laporan itu terkait aksi pengancaman pengeboman yang dilontarkan Ahmad Belasa dan Abdul Rahim Latuconsina, awal pekan ini.

Merasa terancam, akhirnya Tagop Soulissa melalui tim kuasa hukumnya resmi melaporkan tindakan pengancaman yang dilakukan oleh dua orator ketika melakukan aksi demonstrasi di Mapolres Buru. Ketika itu, sang orator, Ahmad Belasa melontarkan kalimat akan meledakan rumah dan mobil milik Tagop Solisa.

“Terhadap aksi demo itu, terlapor Ahmad Belasa telah mengeluarkan kata-kata ancaman dalam bentuk teror dengan menggunakan bom terhadap klien kami maupun rumah dan mobilnya. Ancaman itu, dilontarkan terlapor dengan menggunakan pengeras suara dan disaksikan oleh banyak,” ungkap salah satu tim kuasa hukum Tagop Soulissa, Benhur Tasidjawa.

Dijelaskan, penebaran teror oleh terlapor merupakan kejahatan dan ancaman terhadap kliennya secara pribadi maupun terhadap kehormatan pemerintah. Dan tindakan yang dilakukan oleh sang orator dalam hal ini terlapor secara terang-terangan meneror klienya adalah merupakan suatu tindak pidana.

“Perbuatan mengancam berupa teror merupakan suatu tindak pidana. Sehingga atas dasar itulah kami melaporkan Ahmad Belasa dan Abdul Rahim Latuconsina ke polisi untuk mempertanggungjawabkan perbuatan mereka dihadapan hukum,” tegasnya.

Sementara itu, Jerry Soulissa mengungkapkan, jika tindakan teror itu dibiarkan berkembang maka bukan tidak mungkin masyarakat akan menganggap tindakan teror adalah tindakan pembiaran. Oleh karena itu, profesional penegak hukum dan wibawa bangsa dipertaruhkan dalam pemberantasan teror melalui supermasi hukum.

“Tindakan ini tidak boleh dibiarkan. Jadi kami berharap penegak hukum secara profesional mengusut masalah ini,” tegasnya.

Lebih lanjut dijelaskan, tuduhan yang dialamatkan kepada kliennya itu tidak benar adanya. Karena, tuduhan tersebut seakan-akan didramatisir secara berlebihan dengan maksud menebarkan kebencian rakyat Ambalau terhadap kliennya.

Sehingga, Tasidjawa menantang Ahmad Belasa maupun Abdul Rahim Latuconsina membuktikan tuduhan mereka terhadap kliennya. “Kami menantang mereka supaya dapat membuktikan tuduhan itu.

Karena menurut kami, mereka dengan sengaja membesar-besarkan masalah itu. Sehingga membuat masyarakat luas membenci klien kami,” pungkasnya.(AFI)

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!