Jalur Aman Pilihan Golkar – Ambon Ekspres
Trending

Jalur Aman Pilihan Golkar

AMBON, AE.—Partai Golkar Provinsi Maluku masih memberikan sinyal kuat untuk kembali mendukung Bupati Maluku Tengah, Abua Tuasikal pada Pilkada 2017. Sedangkan di Pilkada Seram Bagian Barat, kemungkinan besar Golkar akan mengusung La Husni, dan Buru Ramli Umasugi.

Hal ini disampaikan pengurus sekaligus sekretaris Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG) Provinsi Maluku, Hairudin Tuarita saat dihubungi Ambon Ekspres via seluler, Minggu (10/1). Namun, kata dia, hingga kemarin belum ada komunikasi secara resmi antara Abua Tuasikal dengan DPD I Golkar Maluku.

“Jadi, kalau non kader yang berpeluang untuk diusung pada Pilkada serentak Maluku Tengah, secara realistis saya kira adalah pak Abua. Dan untuk orientasi kemenangan, saya kira masih tetap pada incumbent (Abua). Namun, belum ada komunikasi politik yang dibangun bersama,”kata Hairudin.

Pada Pilkada Maluku Tengah 2012, Golkar juga mengusung Abua Tuasikal dan Marlatu Leleury pada putaran kedua. Pasangan Abua-Marlatu memenangkan Pilkada.

Dalam rangka memenangkan Pilkada, baik Maluku Tengah, Seram Bagian Barat, Maluku Tenggara Barat, Buru dan Kota Ambon, Golkar menginginkan kader yang memiliki ketokohan, kemampuan finansial, dan elektabilitas atau tingkat penerimaan masyarakat. Khusus untuk Pilkada Malteng nanti, akui dia, Abua masih memiliki tiga kriteria tersebut.

“Karena beliau punya ketokohan, finansial dan elektabilitas yang masih cukup tinggi,”sebutnya.

Disisi lain dia megakui, Golkar memang punya kader dapat diusung sebagai calon Bupati pada Pilkada Malteng, yaitu Muhammad Efendi Rasyad Latuconsina dan Asis Mahulette. Namun, secara realistis, belum dapat menyaingi Abua yang saat ini masih menjabat bupati kabupaten tertua di Maluku itu.

“Kalau internal, bapak Raja Pelauw (Efendi Rasyad Latuconsina) dan abang Asis Mahulette. Kalau Rudi Lailossa, mungkin bisa mencalonkan diri sebagai wakil bupati. Tapi, saya kira secara realistis, para kader ini belum menonjol,”tutur dia.

Dia melanjutkan, hingga kemarin juga belum ada komunikasi politik antara bakal calon Bupati Seram Bagian Barat dengan Golkar. Tetapi, lanjutnya, rekomendasi masih diprioritaskan untuk M Husni, wakil Bupati sekaligus ketua DPC Partai Golkar SBB.

“Memang belum ada komuniasi. Tetapi, kalau untuk Pilkada Buru saya kira tetap pada Ramli Umasugi dan SBB untuk Pak Husni. Bahkan untuk Ramli, 99 persen sudah dapat dipastikan,” ungkapnya.
Disinggung soal penjaringan bakal calon bupati maupun wakil bupati, kader muda Golkar Maluku ini mengaku, tidak lagi melalui survei. Pasalnya, survei tidak memberikan hasil yang memuaskan untuk Golkar selama beberapa kali Pilkada.

“Survei tidak memberikan hasil berarti buat Golkar. Misalnya, untuk Abdullah Vanath, Bob Puttileihallat dan Tagop Soulissa. Dan mekanisme survei sudah tidak dipakai setelah Munas Bali,” paparnya.

Jika pada pilkada sebelumnya Golkar menggunakan mekanisme dari atas ke bawah, kini pada Pilkada 2015 dan seterusnya, Golkar memulai penjaringan dari bawah ke atas. Beda dengan menggunakan survei, dimana DPP yang punya wewenang lebih.

Sementara itu, komunikasi politik mulai dilakukan kandidat tertentu dengan PDI Perjuangan dan Partai Nasional Demokrat (Nasdem) pada Pilkada Malteng dan SBB. Siapa orang-orang tersebut, kedua partai belum menyampaikannya.

“Selama ini, beberapa bakal calon bupati dan wakil bupati telah melakukan komunikasi dengan PDIP untuk Pilkada serentak 2017. Dan itu merupakan sesuatu yang lumrah dalam konteks politik,”kata ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bapilu) DPD PDIP Perjuangan Provinsi Maluku, Tobhyhend Sahureka kepada Ambon Ekspres via seluler, kemarin.

Mantan anggota DPRD Maluku itu menguraikan, PDIP punya mekanisme internal yang selektif untuk merekrut bakal calon kepala daerah. Kandidat yang ingin mendapatkan rekomendasi partai penguasa itu, harus melalui pendaftaran, penjaringan, penyaringan dan penetapan.

Tahapan-tahapan tersebut akan dilakukan setelah Rapat Kerja Nasional (Rakernas) PDIP yang sedang berlangsung di Jakarta.”Rakernas kita lakukan rapat koordinasi dengan DPC yang akan melakukan Pilkada di 2017 dan 2018. Termasuk didalamnya DPC PDIP Maluku Tengah dan Seram Bagian Barat. Kemudian menetapkan waktu yang pas untuk proses-proses Pilkada di 2017 dan 2018,”ungkapnya.

Disinggung soal figur, kata Sahureka, harus yang mampu melaksanakan program perjuangan partai. Ini penting, agar ada sinergitas antara program kerja partai dan pembangunan di daerah dan nasional.

“Kenapa begitu? karena kalau dia tidak punya niat baik untuk melaksanakan program partai, maka program kerja dan pembangunan di kabupaten/kota maupun provinsi dan pusat tidak akan sinergis. Kita akan cari figur yang mampu melakukan hal itu,”tandasnya.

PDIP memberikan kesempatan bagi siapa pun warga negara Indonesia yang memenuhi syarat untuk mendaftarkan diri. Kesempatan diusung sebagai bakal calon bupati maupun bupati, juga cukup besar.

“Kader itu bukan hanya kader partai politik, tetapi kader anak bangsa dan sebagainya. Kenapa tidak, orang yang bukan kader PDIP tapi menjiwai program-program perjuangan partai, maka bisa diusung. PDIP Perjuangan adalah partai terbuka yang siap untuk menyerap aspirasi rakyat,”katanya.

Dia menegaskan, PDIP tetap akan menggunakan lembaga survei dalam penentuan rekomendasi. Survei masih menjadi instrument penting untuk mengetahui tingkat keinginan masyarakat terhadap seorang figur calon kepala daerah.

“Survei itu suatu mekanisme juga untuk mengetahui kemauan publik seperti terhadap calon yang akan diusung serta apa yang dilakukan setelah terpilih. Jadi, kita tidak bisa lari dari kenyataan bahwa keinginan publik itu merupakan salah satu faktor penting dalam rangka menentukan seorang calon kepala daerah,”ujarnya.

Sedangkan Sekretaris DPW Partai Nasdem Maluku, Abdullah Marasabessy mengatakan, belum ada komunikasi resmi antar kandidat dengan partai pimpinan Surya Paloh itu. Kalaupun sudah diketahui oleh publik, itu hanya bersifat personal.

“Setahu saya, untuk Pilkada SBB dan Malteng, belum ada komunikasi politik. Kalau sudah ada yang membangun komunikasi, itu belum secara kelembagaan atau bersifat personal,” kata Abdullah, tanpa menyebut nama sejumlah nama yang telah melakukan komunikasi pribadi tersebut.

Dia melanjutkan, figur yang akan disusun Nasdem, adalah yang memliki kemampuan dan sikap visioner untuk membangun daerah. Mementingkan kepentingan rakyat, dan tentu dapat berkontribusi untuk partai. “Figur yang punya kemampuan.

Figur yang visioner atau mempunyai cara berpikir kedepan yang lebih baik untuk membangun daerah,”katanya.

Soal Nasdem memberikan peluang kepada kader maupun kandidat diluar partai untuk mendapatkan rekomendasi, kata dia, partai Nasdem akan terbuka kepada siapa saja, tidak semata hanya kader.

Disinggung soal survei, Marasabessy memastikan, tetap akan dipakai. Nasdem tidak ingin mengusung calon yang kalah. Dan menurutnya, survei bukan sebatas alasan parpol untuk mengeluarkan rekomendasi.

“Perlu diketahui, Nasdem tidak memungut biaya dari kandidat selama proses penjaringan hingga penetapan rekomendasi. Namun, bukan berarti Nasdem mengusung orang tanpa perhitungan.

Karena itu, survei tetap dilakukan sebagai salah satu indikator untuk menilai layak tidaknya seorang bakal calon direkomendasikan dan dipilih,”pungkas anggota DPRD Maluku itu. (TAB)

Most Popular

To Top