Calon Penantang Buat Ramli-Abua – Ambon Ekspres
Trending

Calon Penantang Buat Ramli-Abua

AMBON, AE.—Pemilihan kepala daerah kabupaten Buru dan Maluku Tengah 2017 mulai terasa. Sejumlah nama dinilai bisa menjadi lawan seimbang bagi Ramli Umasugi dan Abua Tuasikal. Mereka dipastikan akan maju kembali.

Pengamat politik Universitas Pattimura Ambon, Jen Latuconsina menyebutkan, sejumlah nama yang dapat menandingi Ramli Umasugi, diantaranya politisi senior PDIP Saleh Mukadar, mantan anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Republik Indonesia Etha Hentihu. Kemudian Bakri Lumbessy mantan wakil Bupati dan politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sudarmo.

Sedangkan untuk Pilkada Maluku Tengah, kata Jen, yakni Alfred yang merupakan seorang pengusaha, politisi Partai Golkar Hamzah Sangadji, politikus Nasdem sekaligus anggota DPRD Maluku Herman Hattu dan Jusuf Latuconsina mantan sekkretaris daerah Malteng.

Menurut dia, figur-figur tersebut rata-rata pernah bertarung dalam kancah berpolitikan lokal Maluku Tengah dan Buru serta pemilu legislatif 2014. Bahkan ada yang pernah menjadi bakal calon Walikota Surabaya.

“Rata-rata mereka ini pernah bertarung dalam Pilkada Buru dan Malteng 5 dan 10 tahun lalu. Bahkan, ada yang pernah menjadi bakal calon Walikota Surabaya 10 tahun lalu. Maupun memiliki pengalaman dalam pemilu legislatif 2014,”katanya.

Untuk diketahui, pada Pilkada Maluku Tengah 2012, Jusuf Latuconsina yang kala itu berpasangan dengan wakilnya Liliana Aitonam nyaris menang. Pasangan dengan akronim INA AMA ini memperoleh 87.951 suara dan pasangan Abua Tuasikal-Marlatu Leleury (TULUS) meraih 90.027 suara.

Hamzah Sangadji juga pernah mencalonkan diri sebagai Bupati Malteng 2012. Pada pemilu 2014, politisi senior Golkar itu juga maju sebagai calon anggota DPR RI daerah pemilihan provinsi Maluku, namun kalah jumlah suara dari Edison Betaubun.

Sedangkan Bakri Lumbessy dan Etha Hentihu merupakan pasangan calon Bupati dan wakil Bupati Buru 2011. Pasangan ini kalah dari pasangan Ramli Umasugi-Johan Soedrajat.

Sementara Saleh Mukadar adalah politisi PDIP kelahiran Negeri Waimangit, kecamatan Air Buaya, Buru. Beliau pernah bertarung untuk mendapatkan rekomendasi PDIP untuk Pilkada Kota Surabaya, namun rekomendasi diberikan kepada Tri Risma Maharani.

Jen melanjutkan, sejumlah figur itu harus berusaha keras menaikan popularitas dan elektabilitas disisa waktu satu tahun menjelang pemungutan suarta Februari 2017. Disamping itu, harus memiliki modal politik, sosial dan ekonomi yang kuat.

“Yang mesti dilakukan oleh figur-figur ini yakni menaikan popularitas mereka dan tingkat elektabilitas mereka. Disamping itu harus memiliki modal politik, modal sosial, dan modal ekonomi yang setara dengan incumbent agar bisa sukses memenangkan pilkada langsung di kabupaten Buru dan kabupaten Maluku Tengah,” kata Jen kepada Ambon Ekspres via sms, Senin (11/1).

Menurut dia, sejumlah figur tersebut belum memiliki kekuatan politik yang optimal sehingga sulit untuk menumbangkan incumbent. Karena itu, belum dapat diprediksi siapa diantara mereka yang punya kans besar mengalahkan Ramli Umasugi maupun Abua Tuasikal dalam Pilkada nanti.

Pengamat politik Universitas Darussalam Ambon, Ali Roho Talaohu menilai, figur Jusuf Latuconsina masih bisa diperhitungkan sebagai lawan incumbent. Juga Hamzah Sangadji dan Abdullah Vanath. “Diantara mereka, saya kira Jusuf Latuconsina masih cukup kuat. Karena sampai saat ini beliau masih punya basis di Malteng,”kata Ali.

Tapi, lanjut Ali, Abdullah Vanath juga punya peluang menggeser Abua jika benar-benar mencalonkan diri sebagai bupati. Perolehan suara mantan Bupati kabupaten Seram Bagian Timur dua periode itu pada Pilkada Gubernur Maluku 2013 menjadi salah satu indikatornya.
“Kemudian Vanath juga punya peluang yang cukup kuat untuk menyaingi incumbent.

Indikatornya perolehan suara pada pemilu gubernur 2013. Dimana dia mendapatkan suara yang cukup signifikan di Malteng. Dan itu tidak bisa dipandang sebelah mata,”tambah Ali.
Sedangkan untuk Pilkada Buru, lanjut alumni magister ilmu politik Universitas Padjajaran ini, Sudarmo dan Said Mudzakir Assagaff serta Etha Hentihu menjadi lawan sepadan bagi Ramli Umasugi. Disisi lain, dia mengaku elektablilitas dan kepopuleran Ramli masih diatas figur lainnya.

“Kalau di Buru, Ramli masih cukup kuat dari aspek elektablitas dan poularitas. Didukung oleh partai Golkar. Kendati Ramli kuat dari aspek elektablitas, namun bisa jadi muncul lawan yang kuat seperti nama-nama yang telah muncul, yaitu Sudarmo, Said Mudzakir Assagaff dan Etha Hentihu,”urainya.

Said Muzakir dan Sudarmo merupakan dua anggota DPRD Maluku asal Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang masih aktif. Ramli dari daerah pemilihan Buru dan Said dari Kota Ambon.

Menurut Ali, jika Said Mudzakir dan Etha Hentihu dipasangkan menjadi pasangan calon Bupati dan wakil Bupati, maka bisa berpeluang memenangkan Pilkada. “Bahkan menurut saya, Mudzakir lebih berpeluang untuk dicalonkan oleh PKS. Apalagi ada isu dia mau diduetkan dengan Etha Hentihu. Jika mereka ini jadi berpasangan, saya kira mereka juga cukup kuat,”ujarnya.

Namun, figur–fugur tersebut sudah harus menyiapkan diri mulai sekarang. Pasalnya, waktu menuju Pilkada 2017 tinggal satu tahun serta lawan yang dihadapi adalah incumbent.

“Konsolidasi diri itu sangat penting untuk meningkatkan elektablitas, popularitas dan penerimaan masyarakat terhadap figur. Ingat, waktu luang bagi pasangan paslon untuk bekerja sangat sedikit, satuh saja,”ingatnya.(TAB)

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!