Teroris Takluk di Jakarta – Ambon Ekspres
Trending

Teroris Takluk di Jakarta

Penyerang Sangat Tenang

Jakarta, AE— Sarinah, masih sepih pengunjung. Di depannya sejumlah orang lalu lalang. Di perempatan Sarinah ada pos Polisi. Berjaga beberapa petugas polisi lalulintas. Di tengah jalan, lalulintas cukup padat.

Melintas Bus trans Jakarta menuju arah bundaran Hotel Indonesia. Lampu merah pada traffic light menyala. Lalu terdengar ledakan bom dengan bunyi yang tak terlalu besar, sekira pukul 11.00 Wib.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol M Iqbal, mengatakan pelaku menyasar pos polisi yang berada di perempatan Plaza Sarinah dan Bawaslu.

“Saya sampaikan dulu kronologis, sekira pukul 11.00 WIB terjadi ledakan, ada penyerangan ditujukan ke pospol yang pertama,” ujar Iqbal di sekitar lokasi, Kamis (14/1/2016).

Bunyi itu membuat banyak orang kaget. Orang berhamburan lari keluar Sarinah, maupun menghindari lokasi Sarinah. Berselang dua menit, terdengar lagi ledakan cukup besar. Ledakan itu diperkirakan berasal dari bom yang dipegang dua terduga teroris. Mereka terpojok disamping mobil putih. Saling tembak dengan polisi terjadi.

Satu orang merengsek masuk ke Starbuck Coffee yang masih berada dilingkungan Sarinah. Dia masuk dengan tenang. Lantas meledakan bom di badannya. Salah satu WNA yang berada dalam Starbuck ikut tewas. WNA ini asal Kanada dan bekerja untuk PBB.

Disaat bersamaan dari arah gedung Teater Sarinah, muncul dua orang pria. Dia menggunakan tas ransel merah, sarung tangan biru, dan topi hitam, baju biru, sambil menenteng sebuah pistol. Dibelakangnya juga ada seorang rekannya juga membawa senjata. Pria dengan sarung tangan dan bertopi itu tiba-tiba melangkah maju di depan kerumunan.

Dia mengarahkan pistolnya ke tubuh dua petugas lalulintas yang sedang membantu korban ledakan. Sebelum menembak, dia sempat melihat kearah pria yang berada diatas gedung Teater Sarinah.

Dengan tenang dia melangkah mendekat, dan langsung menembak. Bersamaan dengan penembakan itu, seorang warga melintas di depan dua polisi. Peluru dari terduga teroris mengena tubuh orang itu.

“Dua polisi itu lantas lari bersama dengan kerumunan warga. Orang itu terus menembak. Arahnya memang ke polisi. Kalau ke kami warga sipil, pasti kami sudah mati. Tapi kami bukan menjadi sasaran dia,” ungkap saksi mata seperti di wawancarai oleh TvOne, tadi malam.

Setelah melakukan aksinya keduanya langsung masuk menuju arah Starbuck di gedung Cakrawala sambil melemparkan granat kearah polisi. Keduanya mendapat perlawanan dari polisi. Mereka lari mencari perlindungan. Seperti pada video amatir, keduanya menggunakan mobil putih sebagai tempat berlindung.

Satu diantara keduanya duduk, tampak kesakitan. Sementara satunya berdiri sambil melakukan perlawanan. Dia juga sempat melepaskan granat kearah polisi. Sementara sesekali tangan terduga teroris yang terduduk mencoba meraih sesuatu dari bawah rekannya. Namun entah kenapa, apa yang diraihnya justeru meledak. Kedua orang itu pun terpental.

Setelah bom meledak, kondisi depan Sarinah mulai kacau. Seorang saksi mengaku, di teater pada gedung Sarinah, terlihat seorang pria separuh baya. Berdiri dengan tenang, seperti memantau situasi. Gedung Teater terletak pada lantai akhir Sarinah.

Di tengah jalan warga banyak berkerumun. Polisi meminta mereka menjauh. Sampai tadi malam, 7 orang dilaporkan tewas, 5 diantaranya adalah pelaku teror, 1 WNI dan 1 WNA

Sementara itu, ISIS dilaporkan telah mengaku bertanggung jawab atas serangan teror yang terjadi di kawasan Sarinah, Jakarta Pusat, Kamis pagi (14/1). Pernyataan pengakuan itu dirilis melalui salah satu lembaga propaganda yang bersekutu dengan mereka.

“Pejuang Negara Islam (ISIS) telah melakukan serangan bersenjata pagi ini di ibu kota Indonesia,” kata kantor berita Aamaq pada saluran telegramnya seperti dilansir Independent.co.uk, Kamis (14/1).

Para militan itu juga memilih kawasan Sarinah di Jalan Thamrin sebagai lokasi teror. Sebab, di sana banyak terdapat jaringan Amerika Serikat dan beberapa lokasi bisnis milik negara barat.

Misalnya Starbuck, McDonalds, Burger King dan beberapa merek multinasional lainnya. Selain itu di kawasan tersebut juga terdapat hotel bintang lima Sari Pan Pasific Hotel.

Klaim ISIS itu semakin cocok dengan pernyataan Kepala BIN Letjen (purn) Sutiyoso yang menduga pelaku teror bom dan penembakan di Sarinah adalah para WNI mantan anggota ISIS yang pulang ke Indonesia.

Hal ini disampaikannya sebelum mengikuti rapat terbatas dengan Presiden Joko Widodo di Istana Negara, Jakarta, Kamis (14/1). “Sangat besar kemungkinan (itu ISIS). Bisa juga itu mantan ISIS yang pulang. Itu kan memang sering kami bicarakan. Tapi sekali lagi kan kami enggak tahu waktunya kapan,” ujar pria yang akrab disapa Bang Yos tersebut.

Polisi berhasil mengamankan barang-barang yang dibawa teroris yang ditembak mati di Gedung Djakarta Theater, Kamis (14/1). Setelah menggeledah tas badan pelaku teror itu, polisi menemukan benda mirip granat serta bom dan senjata api jenis FN.

Polisi menyebut Bahrun Naim sebagai orang di balik serangan bom Thamrin, Jakarta. Pria yang pernah divonis 2,5 tahun bui karena memiliki amunisi ilegal ini, disebut ingin membentuk Katibah Nusantara yang juga merupakan bagian dari ISIS.

“ISIS Asia Tenggara ada Bahrun Naim yang ingin mendirikan Katibah Nusantara,” jelas Kapolda Metro Jaya Irjen Tito Karnavian dalam jumpa pers di Kantor Presiden, Jakarta, Kamis (14/1). Dia didampingi Kapolri, Panglima TNI, Pangdam Jaya, dan Menko Polhukam serta Seskab.

“Dia ingin dijadikan leader di kelompok ISIS Asia Tenggara,” tambah Tito.
Bahrun bersaing dengan kelompok dari Filipina Selatan yang sudah mendeklarasikan lebih dahulu sebagai ISIS.

Beberapa waktu lalu, peneliti dari National University of Singapore, Prof Dr Bilveer Singh dalam peluncuran buku ‘Radikalisme dan Gerakan Islam non Mainstream dan Kebangkitan Islam Politik di Indonesia’ di Kampus Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) di Tamantirto, Kasihan, Bantul, Rabu (16/12), mengungkapkan munculnya Islam radikal dengan nama Katibah Nusantara.

Katibah Nusantara merupakan kaki tangan ISIS. Kelompok ini juga dikepalai oleh orang Indonesia. Menurutnya kelompok Katibah Nusantara ini juga sudah mengirimkan banyak anggotanya untuk berperang di negara-negara konflik seperti Afghanistan dan di Timur Tengah.(dtc/jpnn)

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!