Ambalau Rusak Dihantam 2 Gempa – Ambon Ekspres
Trending

Ambalau Rusak Dihantam 2 Gempa

Ambon, AE— Gempa  bumi berkekuatan 5,4 skala rikhter mengguncang Buru Selatan, pada Minggu (17/1) pagi. Goyangannya terasa sampai ke Kabupaten Buru. Kondisi terparah terjadi di Kecamatan Ambalau. Rumah warga di empat desa mengalami kerusakan rusak ringan dan parah.

Kepala Badan Meteorologi dan Geofisika (BMKG) Ambon George Mahubessy yang dihubungi Ambon Ekspres via telepon selulernya membenarkan kejadian tersebut. “Memang benar ada musibah gempa yang terjadi di pulau Ambalau pada Minggu pagi,”akuinya

Mahubessy mengatakan, gempa pertama terjadi sekira pukul 08.22 WIT berkekuatan 5,4 skala rikhter dengan lokasi 3,8 LS 127,28 BT. Pusat gempa berjarak 63 kilometer Selatan Namlea, Pulau Buru atau 98 kilometer Timur Namrole.

Gempa kedua terjadi pukul 09.25 WIT berkekuatan 2,7 Skala Rikhter di lokasi 3,81 LS 127,29 BT. Pusat gempa berjarak 64 kilometer Selatan Namlea atau 98 kilometer Barat Pulau Ambon dengan kedalaman 10 kilometer.

“Saat ini masyarakat di desa-desa yang mengalami musibah bencana gempa bumi telah mengungsi pada 3 titik, yakni lapangan Bola desa Ulima, SD Negeri Ulima dan puncak Benbawani desa Ulima,” terangnya.

Kendati tidak menimbulkan tsunami, namun masyarakat diminta untuk tetap waspada, mengantisipasi terjadi gempa susulan. “Saya minta kepada masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan, mengantisipasi berbagai hal yang terjadi,” ingatnya.

Kepala Seksi Observasi, Stasiun Geofisika BMKG Karpan Ambon, Lukito, ketika dikonfirmasi pasca gempa mengatakan, guncangan gempa ini dirasakan dalam skala intensitas IV-V MMI (Modified Mercalli Intensity, red) di pulau Ambalau, III MMI di Namlea- Buru Selatan dan II MMI di Ambon.

Gempa yang melanda pulau Ambalau dan pulau Buru ini merupakan gempa bumi tektonik jenis hiposenter dangkal, yang diakibatkan karena aktivitas sesar aktif di laut Banda. Sehingga hasil analisa mekanisme sumber menggunakan perangkat lunak JisView, menunjukan gempa ini dibangkitkan oleh sebuah aktivitas sesar dengan mekanisme oblique, yaitu kombinasi antara sesar mendatar dengan naik.

“Salah satu parameter sesar, strike menunjukan nilai sebesar 62,3 derajat dengan nilai dip sebesar 86,0 derajat. Jika tinjau episenter gempa pada peta tektonik McCaffrey (1988), tampak bahwa pusat gempa bumi ini terletak di zona struktur Sesar oblique yang terdapat di laut Banda.

Struktur sesar ini berarah barat-daya timur laut, melintas disebelah tenggara Pulau Buru. Arah Strike dari struktur sesar ini cukup relevan dengan arah strike hasil analisis mekanisme sumber di atas,” terang Lukito.

Di tempat terpisah Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Maluku Kustoro mengaku, sudah melakukan koordinasi dengan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Buru Selatan Awat Mahulau.

“Saya sudah hubungi kepala BPBD Bursel namun yang bersangkutan (Mahulau-red) dalam perjalanan menuju Ambalau. Dia belum mengetahui pasti kerusakan yang terjadi di Buru Selatan,” terangnya .

Soal jumlah kerusakan bangunan, belum ada data resmi dari pemerintah maupun pihak terkait. Kustoro mengaku, mendapat data dari seorang jurnalis, akibat musibah itu 50 rumah di desa Ulima dan 75 rumah di desa Masawoi rusak, serta 6 warga mengalami luka-luka.

Sementara di desa Siwar, Selasi dan Elara yang juga mengalami musibah gempa belum diperoleh berapa banyak rumah yang rusak dan berapa banyak warga masyarakat yang mengalami luka-luka.

Data dari wakil bupati Bursel, Ayub Saleky menyebutkan, 15 rumah di desa Elara rusak, 3 rumah di desa Selasi, 10 rumah di desa Siwar, dan 8 buah rumah di desa Lumoy mengalami kerusakan baik ringan maupun berat.

Sedangkan informasi yang diperoleh koran ini, akibat gempa, 125 rumah milik masyarakat di desa Masawoi dan Ulima hancur, sementara 6 orang warga dilaporkan mengalami luka-luka dan patah tulang.

Seleky yang dihubungi mengatakan, pemerintah daerah sudah mengambil langkah terkait dengan musibah gempa. “Saya memang mendapatkan laporan dari Perwira Penghubung (Pabung) yang ada di Namrole adanya musibah itu. Kita langsung bergerak dan penanganan musibah ini ditangani langsung oleh Asisten II Sekda Kabupaten Buru Selatan Yohanis Lesnussa,” ungkapnya.

Seleky yang mengaku, sedang bersama dengan Bupati Tagob Sudarsono Soulisa di Jakarta untuk mengikuti sidang di Mahkamah Konstitusi terkait dengan sengketa Pilkada mengatakan, penanganan terhadap masyarakat akibat musibah bencana gempa di Ambalau akan dikoordinasikan oleh Asisten II bersama pimpinan satuan kerja perangkat daerah (SKPD) terkait untuk memberikan bantuan bagi masyarakat.

“Koordinasi dengan instansi teknis terakit akan dilakukan Asisiten II, sehingga bisa menyalurkan bantuan tanggap kepada masyarakat yang mengalami musibah. Saya juga berkoordinasi dengan Palang Merah Indonesia (PMI) di Kabupaten Buru Selatan untuk segera bertindak membantu masyarakat di Kecamatan Ambalau yang mengalami musibah bencana gempa bumi,”pungkasnya.

Kepala Badan Penaggulangan Bencana Daerah (BPBD) Farida Salampessy mengatakan, BPBD Maluku telah berkoordinasi dengan BPBD kabupaten Buru bersama dengan Forum Pengurangan Resiko Bencana (PRB) sejak Minggu pagi pasca kejadian.

Namun ada beberapa kesulitan terkait dengan komunikasi dan transportasi dengan BPBD kabupaten Bursel, Sehingga untuk informasi lengkap terkait kondisi gempa yang melanda kedua kabupaten ini belum lengkap diterima oleh BPBD Maluku.

Untuk penanganan korban bencana, BPBD kabupaten/kota telah dibekali oleh bapper stock, yakni persedian makanan kaleng, tenda, obat-obatan dan sebagainya. Sehingga jika terjadi bencana, persediaan akan langsung dibagikan kepada masyarakat korban bencana.

Sementara korban luka-luka akibat bencana, lanjut dia, akan langsung ditangani oleh Puskesmas rawat inap yang ada disana. Karena memang ada keterbatasan transportasi jika ingin melakukan rujukan ke rumah sakit yang lebih baik fasilitasnya.(ESI/ISL)

Most Popular

To Top