Richard-Sam, Belum Ada Lawan Sepadan – Ambon Ekspres
Trending

Richard-Sam, Belum Ada Lawan Sepadan

AMBON,AE— Informasi mengenai Richard Louhenapessy dan Sam Latuconsina kembali berpasangan pada pemilihan Walikota Ambon 2017 mulai hangat, meski selama ini keduanya dinilai tak harmonis. Sejumlah pengamat menilai, kembalinya Richard memilih Sam, karena dia masih memiliki elektabilitas dan popularitas cukup tinggi.

Richard Louhenapessy dan Sam Latuconsina merupakan Walikota dan Wakil Walikota Ambon saat ini. Mereka terpilih pada 2011. Pasangan dengan akronim Paparisa itu, diusung empat partai politik (parpol), yakni Gerindra, Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Partai Damai Sejahtera (PDS) dan Partai Bintang Reformasi (PBR).

Pengamat komunikasi politik Universitas Pattimura, Said Lestaluhu kepada Ambon Ekspres via seluler, Minggu (17/1) mengatakan, alasan utama Richard masih cenderung memilih Sam, karena indikator elektabilitas dan kepopuleran. Menurut dia, selama kurang lebih empat tahun menjabat wakil Walikota, pencitraan Sam masih cukup baik.

“Pak Richard masih tetap memilih Sam karena sampai hari ini, Sam masih punya elektabilitas dan popularitas yang cukup tinggi. Dan saya kira, itu menjadi salah satu faktor utama pilihan wakil bagi Richard,”kata dia.

Indikator lainnya, adalah representasi komunitas yang menurut Said, Sam masih merupakan tokoh muslim yang punya pengalaman pemerintahan dan politik yang cukup matang. Hal ini menjadi salah satu faktor penting bagi Richard untuk memilih wakil.

“Dari sisi representasi, pak Sam merupakan salah satu tokoh dari komunitas muslim yang punya pengalaman pemerintahan dan politik yang mempuni. Dan pak Richard sangat memperhatikan hal ini. Karena itu, jika salah memilih wakilnya, maka beliau akan kalah,”tuturnya.

Disinggung soal ketidakharmonisan antara Richard dan Sam dalam menjalankan pemerintahan, Said menilai, itu merupakan dinamika yang bisa terjadi dan dialami pasangan kepala daerah dan wakil kepala daerah lainnya, dan itu tidak bisa dijadikan sandaran atau alasan untuk tidak kembali berpasangan.

“Sebab, bicara politik itu kan soal kepentingan. Jadi, meski mereka tidak harmonis namun punya persamaan kepentingan politik lima tahun kedepan, maka saya kira ketidakharmonisan itu tidak menjadi masalah. Dan, itu hanya persoalan dinamika,” urainya.

Jika Richard dan Sam berpasangan, lanjut ketua Jurusan Komunikasi Faklultas Ilmu politik dan ilmu pemerintahan (Fisip) Unpatti itu menyatakan, akan sangat sulit untuk dikalahkan. Indikator utamanya, keduanya dinilai berhasil menata kota Ambon selama kurang lebih empat tahun kepemimpinan.

“Kalau keduanya masih maju bersama, akan menjadi pasangan yang tangguh dan sulit untuk ditandingi pasangan lain. Salah satu indikatornya, mereka telah berhasil membuktikan kinerja pemerintahan kota Ambon cukup baik selama empat tahun terakhir. Itu akan menjadi pertimbangan utama bagi pemilih di kota Ambon yang terkenal cukup rasional,” ujarnya.

Namun, teka-teki yang perlu dijawab oleh Sam, adalah ia masih punya keinginan untuk maju lagi sebagai wakil Walikota mendampingi Richard atau tidak. Sebab, pilihan politik Sam akan menjadi referensi bagi pemilih untuk menentukan sikap dan pilihan.

Pengamat politik Universitas Darussalam Ambon, Ali Roho Talaohu menilai, Richard dan Sam sama-sama memiliki ketokohan, elektablitas dan popularitas yang cukup baik. Sehingga, menurut dia, menjadikan Sam sebagai wakilnya, merupakan pilihan realistis Richard untuk kembali memimpin ibukota provinsi ini.

“Mereka punya elektabilitas dan popularitas yang tinggi dan tidak berbeda jauh. Jadi, kembali memilih Sam menjadi wakil, adalah langkah realistis untuk menang,” kata Ali via seluler.
Elektabilitas, popularitas dan ketokohan itulah yang menjadi alasan bagi Richard untuk kemungkinan besar kembali menggaet Sam sebagai wakil. Kemudian, keberhasilan kedua memimpin kota Ambon selama masa kepemimpinan.

Disinggung soal ketidakharmornisan yang diduga terjadi antara Richard dan Sam, Ali mengatakan, hal itu merupakan dinamika politik dan pemerintahan. Dan, kepentingan politik yang paling diutamakan dalam konteks Pilwalkot ini.

“Dalam teori politik, kepentingan itu yang paling penting. Perbedaan itu hal wajar dan merupakan dinamika. Dan, hal itu tidak mesti menjadi alasan bagi mereka untuk tidak berpasangan lagi. Apalagi tidak substansial. Karena itu, kenapa Richard lebih memilih Sam ketimbang figur yang lain,”jelasnya.

Hal senada disampaikan pengamat politik Unpatti, M Jen Latuconsina. ”Karena Sam memiliki elektabilitas (tingkat keterpilihan) dan akseptabilitas (tingkat penerimaan) yang sangat signifikan sebagai calon wakil walikota,” kata dia.

Disamping itu, lanjut dia, Sam juga memiliki modal sosial, ekonomi dan modal politik yang tinggi. ”Sehingga, Richard memilihnya sebagai pendamping politiknya lagi sebagai calon wakil walikota dalam Paparisa jilid 2,”tambahnya.

Jen juga memastikan, tidak ada konflik antara Richard dan Sam.”Itu hanya isu yang sengaja disebarkan oleh oknum-oknum yang tidak menyukai keharmonisan Richard dan Sam,”paparnya.

Bahkan, hal itu tidak sangat berpengaruh. Dan menurut dia, jika Richard dan Sam kembali berpasangan, tak mampu ditandingi pasangan lainnya.”Jika keduanya tampil lagi dalam Pilwalkot, kekuatan politik mereka sangat signifikan untuk bisa ditandingi oleh duet pasangan lainnya,”ujar kandidat doktor itu.

Mohtar Nepa-Nepa, pengamat politik Unpatti menilai, Richard memiliki pertimbangan rasional berdasarkan hasil survei. Namun, sisi lain, pilihan terhadap Sam juga dinilai sebagai sebuah ketakutan politik Richard.

“Faktor lain dipilihnya Sam, menunjukkan ketakutan secara politis. Karena, ada dugaan bahwa Sam memiliki kekuatan politik yang cukup potensial. Padahal, menurut saya, Richard Louhenapessy masih punya potensi, jika suatu ketika akan memilih pasangan (wakil) lain,”katanya.

Soal peluang, Mohtar menilai masih cukup besar bagi Richard dan Sam jika mereka berpasangan lagi. Mereka dianggap telah menorehkan keberhasilan membangun kota ini lebih bagus lagi.

“Apalagi RL (Richard Louhenapessy) mengharapkan rekomendasi partai Golkar yang hingga kini dilanda konflik internal. Maka asumsinya, jika RL disandingkan dengan Sam pada Pilwalkot nanti akan mengalami kerapuhan secara politis. Partai pemenang pemilu 2014 memilik kans yang cukup lebih besar untuk merebut kekuasaan Ambon 1,”ungkapnya.(TAB)

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!