Rektor IAIN Kembali Didemo – Ambon Ekspres
Trending

Rektor IAIN Kembali Didemo

AMBON, AE— Sejumlah mahasiswa Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ambon kembali melakukan demo di depan gedung rektorat kampus hijau tersebut, Jumat (22/1). Dalam aksi itu mereka menuntut Rektor Hasbolah Toisuta menyelesaikan beberapa persoalan yang terjadi di kampus hijau itu. Mereka menilai ada sejumlah hal yang sengaja ditutup-tutupi oleh pihak rektorat.

Aksi ini dimulai sejak pukul 08.00 WIT, diwarnai aksi bakar ban tepat didepan gedung rektorat. Mereka terus berdemo hingga siang dengan maksud ingin bertemu dengan rektor untuk menjelaskan semua permasalahan yang terjadi di kampus itu.

Menurut Naron, seorang peserta demo, aksi ini dilakukan karena ada berbagai problem yang selama ini sengaja dicuekin pihak rektorat. Diantaranya kasus pembobolan brankas beberapa waktu lalu yang sampai saat ini belum ada titik terang.

Selain itu, mereka menilai statuta yang dibuat pihak rektorat berbau politis dan juga beberapa orang senat yang dikatakan datanya sengaja dimanipulasi pihak rektorat. “Kita menginginkan semua persoalan yang ada di kampus ini jangan disembunyikan apalagi sampai dipolitisasi. Kami meminta rektor untuk menjelaskan apa maksud ini semua,” tegas Naron kepada koran ini.

Selain itu, Hamid, seorang orator dalam aksi itu ketika diwawancarai mengatakan, awal pekan lalu ada pemilihan calon anggota senat di Fakultas Dakwah dan Ushuluddin untuk mengisi kekosongan kursi senat. Pemilihan itu dimenangkan salah satu kandidat. Namun rektor malah mengeluarkan SK kepada kandidat yang kalah dalam pemilihan tersebut.

Mereka menilai, seharusnya SK itu diperuntukan bagi kandidat yang memperoleh suara terbanyak dalam pemilihan. “Kami ingin tahu kenapa rektor mengeluarkan SK kepada kandidat yang kalah. Ini suatu hal yang tidak rasional. Ada apa dibalik semua ini,” katanya.

Disisi lain, tambahnya, menyongsong pemilihan rektor beberapa bulan kedepan senat mulai terpecah menjadi dua kubu. Diketahui, bersamaan dengan aksi ini pihak rekrorat sementara mengadakan rapat internal namun tidak diikuti oleh 17 anggota senat.

Diduga 17 anggota senat yang tidak mengikuti rapat adalah mereka yang tidak menyukai rektor. ‘’Dalam kesempatan itu juga ke 17 anggota senat itu melakukan rapat sendiri di ruangan lain,” tutur Hamid.

Mereka mengancam jika masalah internal kampus tidak diselesaikan, mereka akan melakukan konsolidasi di tingkat Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) untuk menggagalkan wisuda yang telah direncanakan awal pekan ini.(MG3)

Most Popular

To Top