Lobi Pusat Tentukan Rektor Unpatti – Ambon Ekspres
Trending

Lobi Pusat Tentukan Rektor Unpatti

AMBON, AE— Siapa rektor Universitas Pattimura (Unpatti) Ambon periode 2016/2020? Semua ditentukan minggu ini. Karena sesuai jadwal Komisi Pemilihan Calon Rektor (KPCR), pemilihan rektor akan dilangsungkan 29 Januari.

Sehingga jedah waktu, 25 hingga 28 Januari, dimanfaatkan semua kandidat rektor untuk melobi pusat menambah dukungan. Sebab tidak bisa dipungkiri, kalau suara pusat sangat menentukan hasil pemilihan, siapa rektor Unpatti Ambon selanjutnya.

Pemerintah pusat memiliki suara sebesar 35 persen dari suara senat perguruan tinggi. Apakah suara tersebut akan dibagi rata atau lebih dikosentrasikan pada calon tertentu? Itu yang diperjuangkan ketiga kandidat rektor di minggu ini.

Menurut Ketua KPCR Unpatti Ambon, Dr. Jantje Tjiptabudi, KPCR masih bertahan dengan jadwal yang telah ditentukan, kalau proses pemilihan dilaksanakan 29 Januari. Jadwal sudah disampaikan kepada Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti), dan hingga sekarang, masih belum ada konfirmasi.

Selain itu, lanjut Tjiptabudi, nama ketiga calon rektor yang akan mengikuti pemilihan juga sudah diserahkan, yaitu Prof. Dr Thomas Pentury, Prof. Dr. Tonny Pariella dan Prof. Dr. M. J. Sapteno.

“Kita masih berpegang pada jadwal yang direncanakan semula, sambil menunggu konfirmasi menteri. Hasil penyaringan calon rektor pada 20 Januari lalu juga sudah kami sampaikan,” katanya.

Sementara itu, di kampus Unpatti Ambon, ramai berhembus isu, kalau masing-masing calon rektor telah mendapat dukungan menteri. Berbagai upaya dilakukan, semua gerbong dilibatkan, tidak terkecuali gerbong partai politik (parpol).

Salah satu kandidat rektor yang getol melobi pusat adalah incumbent Prof. Dr. Thomas Pentury. Tapi hal tersebut juga masih belum pasti. “Wacana dukungan pusat ini sudah ramai dibicarakan sejak awal. Tapi saya rasa, pusat tidak berpihak,” ungkap salah satu sumber koran ini di kampus tersebut.

Lihat saja, hasil penyaringan calon rektor yang dilakukan 20 Januari lalu. “Tidak ada seorang bakal calon rektor yang mendominasi suara secara signifikan. Perbedaan suara tidak terlalu jauh. Itu berarti anggota senat belum yakin, karena tidak ada seorang pun bakal calon yang saat itu mampu meyakinkan anggota senat, kalau dia telah mendapat dukungan pusat,” jelasnya.

Dia berkesimpulan, saat ini semua kandidat masih belum punya dukungan pusat. “Jadi semua kandidat masih punya peluang untuk mendapat dukungan pusat. Semua masih bisa melobi. Apapun masih bisa terjadi dalam waktu dekat ini,” katanya.

Untuk mendapat dukungan pusat, lanjutnya, ada berbagai pertimbangan. “Mereka tidak asal memberikan dukungan begitu saja kepada seseorang. Pasti ada pertimbangan, karena pusat tidak ingin ada masalah dikemudian hari,” ujarnya.

Sementara itu, Prof. Dr. Tonny Pariella yang dihubungi Ambon Ekspres, tampak lebih elegan menyikapi persoalan pemilihan rektor. Dia menginginkan pemilihan berlangsung dengan adil dan baik saja, tanpa ada masalah. Bagi dia, jabatan rektor merupakan panggilan tugas atau tanggung jawab yang harus diembang oleh seseorang. Bukan jabatan ambisius bagi seseorang.

“Jabatan rektor ini kan panggilan tugas, panggilan untuk membangun institusi. Bukan sekadar jabatan untuk menikmati fasilitas negara,” katanya.

Sedangkan mengenai upaya lobi pusat, selaku calon rektor, dia mengatakan, semua kandidat punya kesempatan untuk mengakses. “Saya tidak bisa mengklaim. Karena semua kandidat punya kesempatan untuk mengakses,” pungkasnya. (ADI)

Most Popular

To Top