Mukti-Orno Susul Tagop-Gonga – Ambon Ekspres
Trending

Mukti-Orno Susul Tagop-Gonga

Gugatan Sus-Goo Ditolak MK 

AMBON,AE— Mahkamah Kontitusi tidak menerima seluruh gugatan perselisihan hasil pemilihan (PHP) Pilkada kabupaten Seram Bagian Timur yang digugat pasangan Sitti Umuria Suruwaky-Sjaifuddin Goo dalam sidang dismissal, Senin (25/1). Hakim menilai, pengajuan permohonan tidak memenuhi syarat formil 2 persen selisih suara.

Selain perkara PHP nomor 111/PHP.BUP-XIV/2016 dengan pemohon Sitti-Sjaifuddin, MK juga menolak perkara PHP nomor 93 PHP. BUP-XIV/2016 yang diajukan pasangan Simon Moshe Maahury dan Kimdevits Berthi Marcus, SH untuk Pilkada Maluku Barat Daya (MBD) juga ditolak oleh MK. Keputusan tersebut ditetapkan dan diputuskan dalam sidang pleno 9 hakim MK yang dipimpin ketua MK, Arif Hidayat tadi malam sekitar jam 7.

”Perkara 93 PHP.BUP-XIV/2016 perselisihan hasil pemilihan Bupati Maluku Barat Daya tahun 2015 dan perkara nomor 111/PHP.BUP-XIV/2016 Pilkada SBT tahun 2015, amar putusan mengadili menyatakan, pertama mengabulkan eksepsi Termohon dan eksepsi pihak terkait mengenai kedudukan hukum legal standing Pemohon, dan kedua permohonan pemohon tidak dapat diterima,”kata Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Maluku, Rivan Kabangun via sms, seusai sidang tadi malam.

Kuasa hukum pasangan Abdul Mukti Keliobas dan Fachri Husni Alkatiri (Mufakat), Almudatsir Sangadji kepada Ambon Ekspres usai pembacaan keputusan, mengatakan, permohonan pemohon tidak memenuhi syarat selisih suara 2 persen sebagaimana ketentuan pasal 158 Undang-Undang Pilkada nomor 8/2015 dan Peraturan Mahkamah Konstitusi (PMK) nomor 1/2015 pasal 6.

“Perkara PHP Pilkada SBT dan MBD tidak diterima. Hakim menilai permohonan pemohon tidak memenuhi syarat formil 2 persen selisih suara. Penduduk SBT dan MBD dibawa 250.000 jiwa, dan karena itu, selisih suara harus dibawah 2 persen. Tapi, sesuai hasil penghitungan selisih suara diatas 15 persen,”jelas dia.

Dengan demikian, lanjut dia, Mukti dan Fachri telah sah secara politis maupun hukum. ”Kemenangan secara politis pada 9 Desember 2015, dan secara hukum melalui putusan MK hari ini (tadi malam),”paparnya.

Dia juga mengimbau agar, spekulasi mengenai Pilkada SBT segera dihentikan, demi menjaga stabilitas politik dan sosial kemasyarakatan di daerah itu.”Semua spekulasi soal Pilkada SBT, harus segera dihentikan. Masyarakat harus siap menerima pemimpinan baru di SBT,”tambah dia.

Segera Diusulkan
Ketua KPU kabupaten SBT, Kisman Kilian mengatakan, paling lambat awal Februari pihaknya sudah menyampaikan usulan pengangkatan Abdul Mukti Keliobas dan Fachri Husni Alkatiri sebagai Bupati dan Wakil Bupati terpilih.

Sementara penetapannya dalam beberapa kedepan.
“Hari Rabu saya tiba di Ambon. Akan saya sampaikan secara resmi kepada awak media soal waktu rapat pleno penetapannya. Setelah penetapan, sudah bisa langsung disampaikan ke DPRD,” kata Kisman via seluler.

Seperti diketahui, KPU SBT telah menetapkan pasangan Mukti-Fachri sebagai paslon yang mendapatkan suara terbanyak yaitu 36.959. Sementara pasangan Sitti-Sjaifuddin memperoleh 31.062 suara atau selisih 5.897 suara. Sedangkan Pilkada MBD dimenangkan pasangan Barnabas Orno-Benjamin Noach di dengan memperoleh 17.460 suara atau 43,3 persen.

Sudah Diusulkan
Sementara itu, KPU Kabupaten Buru Selatan telah mengusulkan pengangkatan Tagop Sudarsono Soulisa dan Ayub Saleky Bupati dan Wakil Bupati terpilih hasil Pilakda 2015. Sementara itu, KPU Kepulauan Aru berencana menyampaikan usulan ke DPRD hari ini.

Ketua KPU Provinsi Maluku, Musa Latua Toekan kepada Ambon Ekspres via sms, Senin (25/1) mengatakan, pengusulan pengangkatan Bupati dan Wakil Bupati Buru Selatan terpilih oleh KPU Bursel telah dilakukan pada Jumat (22/1).

Dokumen yang disampaikan berupa, seluruh dokumen pencalonan yang telah ditetapkan oleh KPU, surat keputusan (SK) dan berita acara hasil rekapitulasi perolehan suara dab SK serta berita acara hasil penetapan dan keputusah Mahkamah Konstitusi (MK).

“Sudah disampaikan kepada DPRD Jumat lalu. Tahapan sampai di pengusulan dan pengangkatan Bupati dan Wakil Bupati terpilih. Dengan demikian, tahapan Pilkada selesai,”kata Musa.

Sebelumnya, KPU Kabupaten Buru telah menetapkan pasangan Tagop Sudarsono Soulisa dan Ayub Saleky sebagai pemenang Pilkada, 18 Desember 2015. Pasangan yang diusung oleh PDIP, Hanura, Nasdem, PKB, Golkar, PKPI, Demokrat, PPP itu memperoleh 21.987 suara. Sedangkan rivalitas mereka, yaiu Rivai Fatsey-Antonius Lesnussa yang diusung PKS dan Gerindra meraih 19.190 suara.

Tak puas dengan penetapan KPU, pasangan Rivai-Antonius mengajukan gugata ke MK dengan nomor perkara 43/PHP.BUP-XIV/2016, pokok perkara Perselisihan Hasil Pemilihan Bupati Buru Selatan tahun 2015. Namun, gugatan pasangan ini dianggap telah melewati tenggat waktu. MK kemudian memutuskan untuk tidak menerima gugatan mereka.

Sementara itu, Ketua KPU kabupaten Kepulauan Aru, Vicktor Sjair mengatakan, hari ini pihak akan menyampaikan usulan pengangkatan Johan Gonga dan Muin Sogalrey sebagai Bupati dan wakil Bupati terpilih ke DPRD setempat. “Lagi siapkan dokumen. Besok diajukan ke DPRD Aru dan penjabat Bupati untuk diteruskan ke Gubernur Maluku,”kata dia. (TAB)

Most Popular

To Top