Penjual SK PNS Belum Tersangka – Ambon Ekspres
Trending

Penjual SK PNS Belum Tersangka

AMBON,AE— Hingga kemarin, sudah lima korban penipuan dengan modus SK PNS yang dilakukan dua oknum PNS di lingkup pemerintah Provinsi Maluku melapor ke Polres Pulau Ambon dan Pp Lease.

Namun, polisi belum menetapkan para terduga pelaku itu sebagai tersangka. Polisi juga mengendus keterlibatan pejabat di lingkup Pemprov Maluku dalam kasus tersebut.

Kasubbag Humas Polres Pulau Ammbon dan Pp.Lease AKP Meity Jacobus, saat dikonfirmasi Senin (25/1) tentang perkembangan kasus SK PNS palsu ini, mengatakan, hasil sementara yang didapat dari penyelidikan, ditemukan ada indikasi keterlibatan oknum pejabat tertentu dalam kasus tersebut. Namun, pihaknya tidak mau gegabah dalam mengambil langka untuk mengungkap siapa pejabat yang diduga ikut bermain dibalik kasus ini.

”Kasus SK palsu ini, juga diduga ada keterlibatan oknum Pejabat, jadi kita punya pernyataan juga harus hati-hati. Karena ini masih dugaan yah, terus terkait hal ini juga belum ada laporan menyangkut dugaan adanya keterlibatan oknum pejabat yang bermain di balik kasus ini (SK PNS Palsu-red),”kata Meity kepada awak media kemarin.

Pihaknya tidak segan-segan untuk mengambil langka tegas untuk mealkukan pemeriksaan terhadap oknum pejabat tersebut.”Jelasnya, kita akan panggil untuk diperiksaa terkait kasus ini,dan kalau memang terbukti bersalah kita akan tindak tegas sesuai dengan prosedur hukum yang berlaku,”tegas Meity.”kalau ada yang merasa dirugikan terkait (SK Palsu-red) silahkan laporkan ke polisi,”katanya.

Ditanya Lea Maria Lekipiuw dan Neltjie Tempessy, kepolisiaan berdalih, masih terus ditelesuri.”Status dari kedua pelaku masih saksi, karena kami masih lakukan pengembangan-pengembangan terhadap mereka untuk kasus SK palsu ini,”kata Meity.

Sudah lima koran yang melapor dan tiga diantaranya telah dimintai keterangan. Apakah belum cukup untuk dijadikan dasar penetapan tersangka, Meity mengatakan, masih perlu pengembangan. ” Yang sudah melaporkan sebanyak 5 orang (korban-red), dan kami sudah periksa tiga orang di luar dari pemeriksaan kedua terduga pelaku.

Pemeriksaan kami lakukan Kamis, Jumat, Minggu kemarin. Kalau dari hasil pemerikiksaan kemungkinan masih ada banyak saksi-saksi, tidak sebatas yang melapor sekarang, cuma indikasi berapa banyak tersangka ya itu yang masih kami selediki terus,” imbuh Meity.

Sebelumnya, pihak kepolisiaan menerima laporan dari salah satu Pejabat dari Badan Kepegawaiaan Daerah. Kemudiaan Willem Letwory (53). Dia melaporkan Neltjie Tempessy. Turut melapor, Onisimus Adrianus, PNS Pemkot Ambon, beralamat di jalan Dr. Kayadoe, kecamatan Nusaniwe.

Soleman Hairatua, PNS (guru), warga Benteng Atas (bentas), kecamatan Nusanie, dan Desmon Picanussa, Tenaga Honorer RSU dr.M.Haulussy, warga yang bermukim di Kuda Mati. Ketiga orang ini melaporkan Lea Maria Lekipiuw.

Pengamat hukum Universitas Darussalam (Unidar) Ambon Dayanto mengatakan, dari sisi kepentingan penegakkan hukum, Polisi seharusnya sudah menetapkan para terduga pelaku menjadi tersangka. Apalagi, bila sudah ada lima orang yang melapor disertai bukti fisik SK palsu yang mereka terima.

“Saya kira, itu bukti sudah lebih dari cukup, Sudah memenuhi syarat, sehingga pihak kepolisiaan sudah bisa mengambil langkah progres berkaitan dengan perkembangan itu, kepolisiaan perlu serius. Karena ini ada kaitan langsung dengan rekrutmen CPNS itu, sehingga kedepan rekrutmen CPNS prosesnya bisa lebih baik,” jelasnya.

Sementara itu, Gubernur Maluku Said Assagaff memastikan, dua PNS yang menjadi pelaku penipuan tersebut akan dipecat. ”Pasti dipecat. Surat pemecatanya sudah ada,” kata Gubernur, kemarin. (ERM/MAN)

Most Popular

To Top