Jaksa Pulbaket Transit Passo – Ambon Ekspres
Trending

Jaksa Pulbaket Transit Passo

AMBON, AE— Informasi dugaan bermasalahnya pembangunan Terimanl Transit di Passo mulai ditindaklanjuti Kejaksaan Negeri (Kejari) Ambon. Jaksa mulai bergerak mengumpulkan berbagai data tentang proyek yang telah menghabiskan uang negara itu. Langkah penyidikan juga akan segera dilakukan.

Kepala Kejari Ambon, Robert Ilath mengatakan, setelah mengumpulkan data dan ditemukan penyimpangan dalam proyek tersebut, prosesnya langsung dinaikkan ke tahap penyelidikan.
“Kita masih mengumpul data.

Pengumpulan data dulu. Kan kita belum tahu di mana letak penyimpangan, dugaan penyimpangan. Informasinya kita terima, kita lakukan pengumpulan data dulu,” kata Kajari di ruang kerjanya, Selasa (26/1).

Kajari mengatakan, pengumpulan data dilakukan untuk mencari dan menemukan bukti-bukti yang kuat untuk dilanjutkan ke penyelidikan. Ia memastikan, proses tersebut akan berlangsung hingga pihaknya dapat memastikan ada tidaknya penyimpangan.

“Kalau ditemukan ada penyimpangan, baru kita lakukan penyelidikan untuk mengumpulkan dua alat bukti yang kuat agar memenuhi syarat, melakukan penyidikan. Itu dulu. Jadi, sementara pengumpulan data dulu. Baru kita lakukan penyelidikan. Kalau saya berprinsip bahwa itu jangan sampai hanya dua alat bukti. Lebih baik tiga agar lebih kuat,” katanya.

Dijelaskan, sesuai Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP), alat bukti yang akan dicari dalam penyelidikan nanti adalalah surat transaksi, surat petunjuk, dan terdakwa, serta keterangan ahli dan saksi. Ini alat bukti sesuai KUHAP.

“Saksi, bukan berarti satu saksi lalu langsung menerima. Itu tidak kuat, paling tidak mengumpulkan keterangan dua saksi yang saling berhubungan,”ungkapnya.

Sumber lain dari ruang penyidik Kejari menyebutkan, beberapa nama pejabat di lingkup pemerintah kota telah menjadi target pemeriksaan saat proses hukum dilanjutkan ke tingkat penyelidikan, yaitu mantan Kepala Dinas Perhubungan kota Ambon Angganoto Ura dan penggantinya saat ini, Piet Saimima.

Pembangunan Terminal Transit Passo dimulai sejak tahun 2007. Saat itu, pembangunan fisik dari tahap pertama sampai ke- III, diantaranya ditangani pihak PT Reminal Utama Sakti dengan anggaran yang bersumber dari ABPD kota yakni tahap pertama sebesar kurang lebih Rp 7 Miliar , tahap ke II di tahun 2008 dengan anggaran sebesar Rp12 miliar, dan tahap ke III di tahun 2009, dengan jumlah dana yang terpakai sekitar Rp 14 Miliar.

Serta di tahun 2014, Pemerintah Pusat membantu pemerintah kota Ambon dengan anggaran sebesar Rp5 miliar unutk menuntaskan proyek tersebut.

Banyak anggaran yang telah habis akibat proyek tersebut. Namun, pemerintah selalu beralasan bahwa kekurangan anggaran, keterbatasan anggaran menjadi kendala untuk merampungkan proyek yang telah menelan anggaran sekitar Rp38 miliar itu. Sehingga, pemerintah pusat terpaksa mengalokasikan anggaran melalui APBN 2014 sebesar Rp5 miliar untuk merampungkan Terminal yang dibangun di atas lahan 3 hektar tersebut.

Di tahun ini, pemerintah pusat kembali menggelontorkan anggaran sebesar Rp4 miliar lebih. Perusahaan yang sama, PT Reminal Utama Sakti kembali diberikan kepercayaan untuk merampungkan beberapa bagian gedung di dalam terminal, diantaranya ruang tunggu, kantin, ruang monitoring, dan ruang loket yang dibiayai melalui APBN tahun 2015 itu.

Pemerintah provinsi juga menyediakan angagaran Rp2 miliar melalui ABPD tahun 2015 untuk membangun pagar setinggi 2.5 meter, mengelilingi terminal. Pekerjaan ditangani PT. Polaris Jaya Sakti.

Koordinator Indonesia Democracy Reform Institute (INDEI), Wahada Mony, mengapresiasi langkah jaksa untuk tersebut dengan harapan, jaksa tidak berlam-lama dalam mengungkap fakta yang sebenarnya dalam proyek tersebut.

“Hal penting adalah, pihak kejaksaan tidak hanya sebatas mengumpulkan data, tapi harus pula berani mengungkap dalang di balik kasus transit Passo,” ujarnya.

Masyarakat, terutama penggiat anti korupsi tentu harus mendukung upaya jaksa tersebut. Dan Jaksa harus selalu terbuka ke publik terkait progres pengumpulan data serta penyeldikan nanti.

“Selain itu, pihak kejaksaan harus menunjukan nyali dalam memeriksa pihak yang bersentuhan langsung dengan mega proyek transit Passo. Agar publik dan masyarakat Maluku tahu, siapa aktor utama di balik kasus itu,” ujarnya.(MAN)

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!