Menguat 2 Pasangan Pilwakot – Ambon Ekspres
Trending

Menguat 2 Pasangan Pilwakot

AMBON,AE— Hiruk pikuk Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Ambon mulai terasa, dan perhitungan koalisi kursi juga mulai ramai diperbincangkan. Komisi Pemilihan Umum menyebut, pasangan calon harus mendapatkan 7 kursi DPRD sebagai perahu politik. Sementara pengamat memprediksi kemungkinan hanya muncul dua pasangan calon dengan koalisi besar.

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Maluku, Musa Latua Toekan mengatakan, sesuai Undang-Undang Pilkada nomor 8/2015, pasangan calon kepala daerah dan wakil kepala daerah, harus mengantongi 20 persen dari total jumlah kursi DPRD koalisi partai atau 25 persen suara hasil Pemilu terakhir.

Pasal 5 ayat (2) menyebutkan, persyaratan sebagaimana dimaksud pada ayat (1), yaitu Partai Politik atau Gabungan Partai Politik yang memperoleh paling sedikit 20 persen dari jumlah kursi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah atau 25 persen dari akumulasi perolehan suara sah dalam Pemilu Terakhir.

Untuk Pilwalkot Ambon, kata dia, setiap paslon harus mendapatkan dukungan 7 dari 35 kursi DPRD Kota Ambon. “Dalam UU Pilkada nomor 8 tahun 2015 disebutkan, pasangan calon harus didukung oleh 20 persen kursi DPRD atau 25 persen perolehan suara hasil Pemilu 2014.

Jadi, kalau untuk kota Ambon 20 persen dari 35 kursi adalah 7 kursi,”kata Toekan yang dihubungi Ambon Ekspres via seluler, Selasa (26/1)

Pada Pemilu 2014, KPU Kota Ambon menetapkan PDIP sebagai peraih kursi terbanyak di DPRD Kota Ambon, yakni 5. Sementara Partai Golkar, Gerindra dan Demokrat masing-masing mengantongi 4 kursi.

Disusul Partai Nasional Demokrat (Nasdem), Partai Persatuan Pembangunan (PPP), dan Hati Nurani Rakyat (Hanura) sama-sama mendapatkan 3 kursi. Kemudian, 2 kursi untuk Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Bulan Bintang (PBB) dan PKP Indonesia (PKPI), serta Partai Amanat Nasional (PAN) hanya 1 kursi.
2 Koalisi Besar

Pengamat politik Universitas Pattimura, M Jen Latuconsina menilai, kemungkinan akan terjadi tiga formasi pasangan calon Walikota dan Wakil Walikota. Tergabung dalam tiga koalisi partai, yaitu Golkar, PPP, Gerindra, Hanura, PKB, PBB dan PAN. Kemudian koalisi PDIP dan PKPI, dan koalisi Nasdem, PKS dan Demokrat.

“Kalau formasi, kemungkinan ada 3 pasangan. Koalisi 1 Golkar, PPP, Gerindra, Hanura, PKB, PBB dan PAN. Koalisi 2 PDIP dan PKPI. Koalisi 3 Nasdem, PKS dan Demokrat,”kata Jen kepada Ambon Ekspres via sms.

Jen mengaku, prediksi tersebut bisa berubah, karena perebutan perahu politik untuk Pilwalkot Ambon sangat dinamis. Namun, menurut dia, formasi atau konfigurasi akan mengerucut pada dua koalisi besar, tanpa koalisi Nasdem dan PKS.

“Formasi 3 ini hanya prediksi. Karena perebutan perahu untuk berlayar dalam Pilkada Ambon sangat dinamis. Tapi, kemungkinan finalnya 2 paslon (pasangan calon) dengan koalisi besar. Karena Nasdem dan PKS sangat bernafsu untuk bertanding dalam Pilwalkot, akan ditinggalkan partai koalisi lainnya,”papar kandidat Doktor pada Universitas Negeri Makassar (UNM) itu.

Dia melanjutkan, jika merujuk pada formasi koalisi gabungan Partai tersebut, muncul sejumlah figur yang diprediksi akan diusung oleh koalisi. Diantaranya, Richard Louhenapessy-Sam Latuconsina dengan koalisi Golkar, PPP, Gerindra, Hanura, PKB, PBB dan PAN. Lucky Wattimury-Ris Sangaji koalisi PDIP dan PKPI, serta Hamdani Laturua-Wellem Wattimena koalisi Nasdem, PKS dan Demokrat.

“Ini formatnya, Richard Louhenapessy-Sam Latuconsina (format 1), Lucky Wattimury-Ris Sangaji (format 2) dan format 3, Hamdani Laturua-Wellem Wattimena. Prediksinya belum tentu final, karena komunikasi politik diantara figur belum intens dilakukan, serta dinamis.

Bahkan dua jam sebelum penutupan pendaftaran di KPU pun, formasi paketnya masih bisa diubah atau bubar karena tidak adanya persetujuan yang baik antara figur dan partai pendukung,”sebut dia.

Disinggung Kepala Dinas Sosial Provinsi Maluku, Poly Kastanya yang disebut akan maju juga, Jen mengaku belum dapat diprediksi.”Menyangkut Poli Kastanya, sampai saat ini belum ada arah yang jelas untuk dia akan bersandar pada formasi mana,” katanya.

Komunikasi Politik
Sementara itu, komunikasi politik antara sejumlah nama dengan beberapa partai sudah mulai dilakukan. Salah satunya, Poly Kastanya dengan PKB. Sumber terpercaya Ambon Ekspres menyebut, lobi Poly mendapatkan dua kursi PKB, untuk ditambah 5 kursi PDIP yang disebut akan direbut Poly.

“PKB saat ini termasuk nona manis dengan jumlah dua kursi. Beberapa kandidat sudah membangun komunikasi itu, termasuk pak Poly Kastanya. Tapi, PKB tetap bersandar pada mekanisme penjaringan dan hasil survei,”kata sumber yang tak mau namanya ditulis tersebut.

Sebelumnya, ketua DPC PKB Kota Ambon, Fadli Mastail kepada Ambon Ekspres, Minggu (24/1) mengatakan, PKB akan melakukan komunikasi politik dengan sejumlah partai yang sama visi untuk mendorong Richard Louhenapessy-Sam Latuconsina kembali maju pada Pilwalkot 2017. PKB menilai kedua figur itu masih diharapkan masyarakat untuk kembali memimpin kota Ambon.

Wakil ketua Bidang Media dan Komunikasi Publik DPD Partai Nasdem Kota Ambon, Mahmud Tuasikal mengatakan, sejauh ini beberapa figur sudah berkomunikasi dengan Nasdem. Namun, masih samar-samar soal dukungan politik.

“Tapi, belum secara resmi dengan partai. Komunikasinya masih bersifat personal. Jadi, kita belum bisa menyebutkan, siapa-siapa saja mereka,”kata dia.

Disinggung soal kader, akui dia, belum ada menonjol untuk dijual sebagai calon Walikota maupun Wakil Walikota Ambon 2017.”Sejauh ini, memang belum ada yang menonjol. Kalau ada yang menonjol, pasti kami promosikan. Tapi baleho-baleho juga belum ada,”ungkapnya.

Terkait peluang rekomendasi, Tuasikal mengatakan, Nasdem sangat terbuka bagi kader maupun non kader. Jika kandidat bukan orang partai, namun memiliki elektabilitas dan indikator lainnya mendukung, Nasdem akan mengusungnya.

“Seperti yang saya sampaikan, Nasdem terbuka untuk semua. Baik kader maupun non kader. Semua orang punya hak untuk mengikuti proses penjaringan dan seleksi untuk mendapatkan rekomendasi. Nasdem tidak membatasi,” pungkasnya.(TAB)

Most Popular

To Top