Kacau Lagi di Gunung Botak – Ambon Ekspres
Trending

Kacau Lagi di Gunung Botak

Ambon, AE— Lokasi Tambang Ilegal Gunung Botak yang ada di Kecamatan Teluk Kaeali, Kabupaten Buru kembali membarah. kali ini, konflik yang terjadi antara masyarakat adat dengan pihak PT Buana Pratama Sejahtera (BPS). kendati tidak menelan korban, namun ada terjadi pembakaran pada pos TNI yang ada di Dusun Wasboli.

Pantauan Ambon Ekspres di lokasi Tambang Ilegal , insiden demonstrasi hingga pembakaran berlangsung pada, Minggu (31/1) sekitar pukul 15.00 WIT. Masa yang merupakan masyarakat Adat dengan menggunakan mobil pick up Estrada sekitar 17 unit mendatangi lokasi Wasboli.

Dimana lokasi tersebut merupakan tempat penyimpanan material pasir yang diangkut dari Dusun Anhoni. Kedatangan ratusan massa itu langsung menyerang PT BPS dan melakukan pembakaran serta pengrusakan terhadap dua pos dan camp karyaean PT BPS.

Pantauan Ambon Ekspres, masa yang kurang lebih 200 orang itu menuntut agar PT BPS angkat kaki dari lokasi tambang Gunung Botak. pasalnya, masyarakat adat mengetahui PT BPS melakukan pengerukan material emas bukan sendimen bahan kimia.

Salah satu masyarakat adat yang ikut dalam penyerangan tersebut mempertanyakan, kenapa Perusahaan itu diijinkan mengambil material emas sementara masyarakat dilarang masuk untuk mencari nafkah. Jika dibilang pengerukan dilakukan perusahaan itu adalah pengangkatan sisa-sisa bahan kimia, kenapa tidak dilakukan di lokasi dimana sebelum pengosongan dibuat ratusan rendaman yang mengakibatkan matinya ribuan pohon sagu?

“Kenapa yang diangkut material yang ada di Anhoni? Dimana lokasi Anhoni itu kebanyakan dilakukan untuk aktivitas kios atau jual-beli,” tanya salah satu pendemo sambil berteriak.
Usai melakukan pengrusakan dan pembakaran di Wasboli, massa kembali berkumpul di Dusun Anhoni dan mematok tanda larangan atau sadi terhadap perusahaan PT BPS.

Setelah melakukan sasi adat, massa langsung membubarkan diri dan kembali pulang ke desa masing-masing.Kapolres Pulau Buru, AKBP Popi Yugonarko yang ditemui di TKP membenarkan adanya insiden penyerangan terhadap PT Wasboli. Dia juga memastikan tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut.

Saat massa yang berjumlah ratusan itu tiba di TKP, para pekerja dari PT BPS langsung lari mengamankan diri. Popy juga mengatakan, masyarakat adat juga sudah melakukan Sasi Adat di Dusun Anhoni.

Guna mengamankan situasi agar tetap kondusif, dia sudah menempatkan empat anggota Polsek Waeapo bersamaempat anggota Koramil untuk berjaga di Dusun Wasboli.(CR8)

Most Popular

To Top