PDIP Berharap Paparisa “Cerai” – Ambon Ekspres
Trending

PDIP Berharap Paparisa “Cerai”

Sam Masih Pilih Richard

AMBON,AE— Sam Latuconsina menyatakan kesiapannya maju kembali sebagai calon Wakil Walikota Ambon pada Pilwalkot 2017. Sam bahkan mengaku, tetap memilih Richard Louhenapessy sebagai calon Walikota. Dukungan dan ekspektasi masyarakat terhadap keberlanjutan kepemimpinan keduanya, menjadi alasan utama. Akar PDIP justeru berharap Richard-Sam, berpisah.

epada Ambon Ekspres di ruang kerjanya, Jumat (29/1), Sam mengklaim, selama kurang lebih lima tahun kepemimpinan, sudah berhasil mengubah wajah kota Ambon perlahan membaik. Keberhasilan ini, kata dia, dapat dilihat dari tingkat partisipasi masyarakat yang cukup tinggi.

“Kepemimpinan saya dan pak Ris (Richard Louhenapessy) sudah hampir 5 tahun, dan kota ini makin hari semakin baik. Apresiasi dan dukungan warga untuk program pemerintah yang dipimpin oleh pak Richard dan saya, cukup menonjol. Indikator utama tingkat keberhasilan sebuah proses pembangunan, kan diukur dari partisipasi masyarakat. Dan itu merupakan salah satu program prioritas Paparisa,”kata dia.

Dikatakan, pihaknya telah melakukan survei terhadap indikator-indikator keberhasilan pembangunan kota Ambon. Baik itu tingkat kepuasan warga, maupun keberhasilan kepemimpinan, menununjukan trend yang cukup tinggi.

“Untuk tingkat popularitas, pak Richard yang paling tinggi. Sekitar diatas 95 persen. Tingkat pupularitas saya nomor dua, dibawah pak Richard, sekitar 90 persen. Tingkat kesukaan, Pak Richard 88 persen, dan saya 79 atau 78 persen,” katanya.

Olehnya itu, dia punya keinginan besar untuk maju lagi pada Pilkada kota Ambon 2017, sebagai calon wakil Walikota. “Dan saya memastikan, 2017 saya tetap akan maju sebagai calon Wakil Walikota,”tegasnya.

Siapa calon Walikota yang menjadi pilihan? mantan ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) itu mengaku, masih Richard Louhenapessy. Kata dia, ekspektasi dan dukungan masyarakat menjadi salah satu alasan dan sekaligus indikator.

“Kita ini kan berproses. Tapi, pilihan utama saya, kalau melihat trend dukungan masyarakat, ya tentu berharap untuk berpasangan kembali dengan pak Richard. Karena saya tidak mau mengkhianati keinginan rakyat,”kata Sam kepada Ambon Ekspres diruang kerjanya, Jumat (29/1).

Sam mengaku, dukungan masyarakat dan tokoh masyarakat cukup kuat, agar Richard Louhenapessy-Sam Latuconsina melanjutkan kepemimpinan. Dukungan masyarakat, kata dia, sangat penting baginya untuk menentukan sikap.

“Itu harapan masyarakat. Ekspektasi masyarakat, itu juga merupakan salah satu variabel untuk saya menentukan sikap. Karena, kalau kita mau menjadi pemimpin, yang pertama harus mendapatkan dukungan masyarakat. Nah, trend dukungan masyarakat ini mungkin bukan saja disampaikan ke saya, tapi mungkin juga disampaikan ke pak Richard,”paparnya.

Tapi, mantan Kepala Dinas Tata Kota Ambon itu menyatakan, kemauan saja tidak cukup. Dukungan partai politik sebagai perahu pencalonan, juga harus dipastikan. Dan sejauh ini, akui dia, sejumlah partai besar sudah melakukan komunikasi, selain PPP.

Sam juga mengaku, selain Richard, beberapa kandidat lainnya sudah melakukan komunikasi langsung dengannya. Namun, ia tak menyebut nama.”Lebih dari satu kandidat tertentu sudah menghubungi Saya untuk menjadi wakil mereka. Nama-nama top yang beredar itu,”ujarnya.

PDIP BERHARAP
Sementara itu, Sekretaris Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDIP Kota Ambon, Jafri Taihutu saat dikonfirmasi Ambon Ekspres mengaku, pihaknya belum melakukan komunikasi resmi atau formal dengan kandidat dan partai tentu.

“Terkait dengan komunikasi politik PDI Perjuangan ke depan terkait dengan Pilkada Ambon, itu semuanya dalam semangat membangun Ambon. Kita belum membangun komunikasi secara formal, dengan siapa pun calon Walikota dan calon wakil Walikota. Karena mekanisme formal, seperti pendaftaran calon belum dibuka,”kata dia.

Sedangkan komunikasi informal, akui dia, telah dilakukan dengan sejumlah pimpinan fraksi di DPRD kota Ambon. Hal itu dilakukan, lanjutnya, untuk mengemas format calon Walikota dan Wakil Walikota serta konsep pembangunan kota Ambon kedepan yang ideal. “Kalau komunikasi informal, ya dilakukan dengan siapa saja,” kata dia.

Kendati demikian, ketua Fraksi PDIP di DPRD Kota Ambon itu mengaku, Badan Pemenangan Pemilu (Bapilu) telah melakukan kerja-kerja politik, sebagai kesiapan menghadapi Pilwalkot. Bahkan, komunikasi politik juga telah dibangun dengan tokoh agama, tokoh adat, organisasi kemasyarakatan pemuda, dan kalangan akar rumput.

“Sejak 2015, kami telah membentuk (Bapilu) Kota Ambon untuk pemilihan Walikota 2017 aupun anggota legislatif 2019. Dan mereka masih melakukan kerja-kerja politik dengan menganalisa dan mengkaji, dan memberikan input bagi DPC untuk diproses bersama dengan DPD PDIP Maluku. Kita terus bekerja. Memang kita tidak mempublikasi, tetapi sesungguhnya kerja-kerja Bapilu sedang berjalan,”akunya.

Terpisah, mantan ketua PAC PDIP Leitisel, Jemy Latuheru, ketika dikonfirmasi mengaku, PDI-P memang telah memiliki kerinduan agar pasangan Richard Louhenapessy dan Sam Latuconsina (Paparissa) bisa segera berakhir. Sehingga pesta demokrasi untuk pemilihan walikota bisa berjalan lebih seru, dengan menghadirkan beberapa kandidat-kandidat dari parpol lain.

“Memang PDI-P punya kerinduan kepada Sam Latuconsina. Sehingga Paparissa itu tidak dilanjutkan. Dan akan membuka peluang bagi seluruh kandidat yang akan menjadi bakal calon. Sehingga pesta demokrasi 2017 nanti akan lebih meriah dan semangat,” paparnya.

Hal senada disampaikan salah satu Pengurus Anak Ranting II desa Soya, Max Toisutta, bahwa jika sosok Sam membuka ruang bagi siapapun yang ingin berpasangan dengannya, maka hal itu tergolong wajar. Dan begitupun PDI-P yang memberikan peluang bagi siapapun dalam melalukan komunikasi politik untuk melahirkan salah satu bakal calon.

“Untuk figur bakal calon untuk wakil walikota, PDI-P inginkan yang memiliki kapasitas dan kapabilitas teruji, kemampuan dan pengalaman yang dikenal masyarakat. Yang salah satunya ada pada sosok Sam Latuconsina.

Begitu pun dengan kader dari partai lain seperti Said Mudzakir dari PKS, Ayu Hindun dari Hanura dan masih banyak kader lainnya. Maka jika Paparissa cerai, tentunya akan banyak pasangan yang memiliki peluang,” tuturnya.

Toisutta mengaku, saat ini belum ada hasil survei internal. Namun, dalam waktu dekat Badan Pemenangan Pemilu (Bapilu) PDI-P kota Ambon akan mengumumkan bakal calon yang akan diusung oleh PDI-P. Karena proses penggodokan pencalonan ini sementara dilakukan.

“Hasil survey itu salah satu indikator yang dilakukan PDI-P untuk pencalonan bakal calon. Jadi dalam waktu dekat akan kita pastikan siapa kandidat yang akan kita usul. Intinya, pilwakot ini harus lebih semangat dengan pasangan yang benar-benar diharapkan masyarakat,” pungkasnya. (TAB/SL)

Most Popular

To Top