Maluku Jadi Inspirasi Pendidikan – Ambon Ekspres
Pendidikan

Maluku Jadi Inspirasi Pendidikan

Sejumlah inspirasi terhadap pelayanan pendidikan di Maluku diharapkan menjadi motivasi bagi daerah lain di Indonesia. Sejumlah program di bidang pendidikan seperti pemberiaan beasiswa pendidikan program doktor (S3) bagi putra-putri Maluku, program afirmasi bagi tenaga guru di Maluku, program Gerakan Maluku Gemar Membaca (GMGM), pendidikan berbasis kepulauan hingga baru-baru ini diluncurkan yakni website pendidikan Maluku merupakan program yang dapat menjadi inspirasi.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) RI Anies Baswedan sendiri berharap, sejumlah program dan kegiatan pendidikan yang dibuat pemerintah provinsi Maluku akan menjadi inspirasi.

“Kita harapkan Maluku akan menjadi teladan untuk pelibatan publik, program-program pendidikan yang bersentuhan kegiatan akar rumput, pendidikan berbasis kemaritiman. Hal ini merupakan kegiatan-kegiatan pendidikan menjadi contoh di Indonesia.

Kita berharap, tidak saja matahari muncul dari Timur, tetapi inspirasi pendidikan tumbuh dari Timur,” ujarnya, dalam dialog bersama peserta Konferensi Kerja Nasional (Konkernas) III PGRI tahun 2016 yang berlangsung di kota Ambon, pekan lalu.

Menurut Mendikbud, langkah pemerintah provinsi Maluku menyediakan website yang akan diakses oleh stakholder pendidikan dan masyarakat Maluku merupakan suatu langkah yang baik.

“Membuat website adalah suatu putusan yang baik. Seperti yang saya jelaskan, dalam membangun ekosistem pendidikan membutuhkan oksigen, dan informasi adalah oksigen bagi ekosistem pendidikan. Informasi ini menjadi kebutuhan,” pujinya.

Namun, Mendikbud juga mengakui, ada tantangan besar dalam pelayanan pendidikan di Maluku. Kata Mendikbud, Maluku memiliki tantangan pendidikan maka tantangan itu menjadi tangan semua elemen masyarakat Maluku. Dia pun menyarankan agar perlu membangun semangat yakni semangat gotong royong.

“Masalah pendidikan Maluku sangat besar, dan masalah itu seharusnya menjadi tantangan yang diselesaikan. Penyelesaian butuh semangat gotong royong. Masa depan pendidikan yang dibutuhkan yakni kemampuan gotong royong. Sehingga masalah pendidikan bukan saja tanggungjawab pejabat pemerintah tetapi semua elemen masyarakat,” tandasnya.(SAT)

Most Popular

To Top