Panasnya Persaingan di Injury Time – Ambon Ekspres
Trending

Panasnya Persaingan di Injury Time

AMBON, AE— Sekretaris Komisi Pemilihan Calon Rektor (KPCR) Universitas Pattimura (Unpatti) Ambon, Mozard Talakua, berangkat kembali ke Jakarta mengantar undangan pemilihan rektor kepada Menteri Riset, Teknoligi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohammad Nasir, Selasa (2/2) kemarin.

Keberangkatan tersebut disampaikan Ketua KPCR Unpatti Ambon, Dr. Jantje Tjiptabudi. “Sore tadi (Kemarin), Sekretaris KPCR berangkat Ke Jakarta untuk membawah undangan ke menteri,” terangnya.

Sebelumnya undangan pelaksanaan pemilihan rektor telah disampaikan pada 27 Januari lalu untuk pelaksanaan 29 Januari. Tapi karena ada berbagai agenda, Menristekdikti menunda pelaksanaan pemilihan rektor tampa memberikan kepastian.

Keberangkatan Sekretaris KPCR tersebut, kata Tjiptabudi, untuk kembali mengkonfirmasi waktu pelaksanaan pemilihan rektor. “Kita ingin konfirmasi kepastian waktunya menteri, kapan pelaksanaan rektor bisa dilangsungkan,” ujarnya.

Tertundanya pemilihan rektor Unpatti Ambon pada 29 Januari lalu, membuat kandidat dan tim sukses kembali gencar melakukan pendekatan dengan sejumlah anggota senat, terutama sepuluh suara anggota senat yang memilih Prof. Dr. Alex Retraubun pada pemilihan tiga calon rektor pada 20 Januari lalu.

Hal tersebut membuat wacana pemilihan rektor kembali memanas. Persaingan antar calon rektor kembali menguat.

Salah satu calon rektor Unpatti Ambon periode 2016/2020, Prof. Dr. Tonny Pariella, calon nomor urut 1 yang memperoleh 13 suara pada pemilihan calon rektor lalu, mengatakan, berbagai kemungkinan masih bisa terjadi.

Asal, lanjutnya, suara menteri terdistribusi secara merata pada masing-masing calon. Kalau demikian, maka hasil pemilihan rektor akan ditentukan oleh perolehan suara pada tingkat senat.

“Kemarin ada empat bakal calon rektor. Setelah pemilihan, tersisa tiga calon saja. Ada sepuluh suara milik Retraubun yang akan melakukan penyesuaian, mau ke calon yang mana? Jadi masih banyak kemungkinan yang bisa terjadi pada pemilihan nanti,” katanya.

Sementara itu, salah satu anggota senat Unpatti Ambon, Prof. Dr. Robert Oszaer mengatakan, keberpihakan menteri pada salah satu calon akan sangat berpengaruh terhadap siapa rektor Unpatti selanjutnya periode 2016/2020.

Dengan memiliki hak sebesar 35 persen dari jumlah anggota senat atau setara 33 suara dari 62 jumlah suara anggota senat Unpatti Ambon, akan sangat berpengaruh secara signifikan terhadap hasil pemilihan nanti.

Memang terdapat sepuluh suara senat milik Prof. Dr. Alex Retraubun yang mengambang dan diperebutkan ketiga calon. Tapi hal tersebut tidak terlalu berpengaruh terhadap hasil nanti.

“Memang sudah ada gambaran perolehan suara masing-masing calon rektor pada hasil pemilihan 20 Januari lalu. Tapi hal tersebut masih bisa berubah dengan adanya suara menteri yang cukup besar, 33 suara (35 persen). Itu sangat berpengaruh,” tandasnya. (ADI)

Most Popular

To Top