Berebutan Suara Terakhir – Ambon Ekspres
Trending

Berebutan Suara Terakhir

AMBON,AE— Persaingan antar calon rektor Universitas Pattimura (Unpatti) untuk mendapatkan dukungan lebih banyak di pemilihan tahap terakhir, memanas. Bukan hanya Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti), senat yang mendukung Alex Retarubun pun menjadi sasaran manuver tiga calon lainnya.

Para pendukung Alex Retaraubun diprediksi beralih ke calon yang lain. Sementara, Komisi Pemilihan Calon Rektor (KPCR) Unpatti belum dapat memastikan tanggal pemilihan tahap kedua.

Sumber Ambon Ekspres di Unpatti menyebutkan, ketiga calon rektor yang lolos ke pemilihan tahap kedua memilik keinginan yang sama, ingin menjadi orang nomor satu di kampus pelat merah terbesar di Maluku itu. Sehingga, masing-masing terus bermanuver untuk mendapatkan dukungan dari Menterisdikti.

“Termasuk dari pendukung pak Alex. Memang, sekarang semua fokus ke Kementerian. Dan kalau suara dari kementerian secara bulat mendukung salah satu calon, calon itu yang menang.

Tapi, di Kementerin juga kan bisa terbagi. Dibagi rata ke semua calon. Jadi bisa harus (mencari dukungan) dari pak Alex juga,” kata sumber, Rabu (3/1).

Apakah pendukung Alex Retraubun bisa beralih ke calon yang lain, sumber yang enggan namanya ditulis ini mengatakan, hal itu sangat mungkin terjadi. Sementara pendukung calon yang lain, menurut sumber ini sulit untuk beralih, karena semua masih berharap pada suara dari Kementerian dan ingin menang, karena perolehan suara ketiga calon pada pemilihan sebelumnya membuka peluang untuk menang di tahap berikut nanti.

Sebelumnya, pada tahap pertama yang diikuti oleh 60 dari 62 anggota senat Unpatti, Prof. Dr. Thomas Pentury unggul dengan 21 suara, disusul Prof. Dr. M. J. Sapteno dengan 16 suara, kemudian Prof. Dr. Tony Pariella dengan 13 suara. Sedangkan Prof. Alex Retraubun hanya memperoleh 10 suara senat.

Dan pada pemilihan kedua nanti, Kemenristekdkti memiliki 33 suara atau 35 persen dari jumlah suara senat Unpatti yang berjumlah 62 suara. “Pendukung pak Alex bisa beralih, karena kan sudah tidak lolos ke tahap terakhir. Dan kalau mereka berlih, ke calon yang suara terbanyak pertama dan kedua. Karena, prinsipnya kan ingin menang. Pasti mencari yang berpeluang menang,”katanya.

Sumber lain yang juga mantan anggota senat Unpatti, menyebutkan, kalau sebagian besar dari 10 suara anggota senat mengambang telah mengalihkan suaranya ke Prof. Dr. Tonny Pariella. Karena memang sejak awal komunikasi kedua guru besar tersebut lebih baik dibanding calon rektor lainnya.

Menurut sumber Ambon Ekspres ini, sampai kemarin, hasil pemilihan Rektor Unpatti Ambon nanti masih belum bisa diperdiksi, hingga proses pemilihan berlangsung. Karena berdasarkan pengalamannya dua periode mengikuti pemilihan Rektor Unpatti Ambon, proses lobi calon Rektor dan tim sukses dengan anggota senat terus dilakukan hingga injury time.

Sehingga prediksi atau klaim terhadap jumlah suara masing-masing calon rektor dapat berubah kapan saja. ”Hasil pemilihan calon rektor pada 20 Januari lalu, itu bukan gambaran, karena sifatnya tentatif. Bisa berubah kapan saja, sangat tergantung kemampuan lobi calon rektor dan tim sukses. Sehingga belum tentu 21 suara yang diperoleh Prof. Dr. Thomas Pentury, 16 suara Prof. Dr. M. J. Sapteno dan Prof. Dr. Tonny Pariella, itu solid pada pemilihan nanti. Bisa saja berkurang atau bertambah, karena ada saja suara yang lari tanpa bisa dideteksi,” ungkapnya.

Sedangkan menyangkut 10 suara mengambang milik Prof. Dr. Alex Retraubun, bisa saja berafiliasi ke ketiga calon. Karena ketiga calon rektor tersebut pasti berusaha untuk melobi menambah prolehan suara mereka.

Selain itu, dukungan Menristekdikti juga sangat menentukan dengan 35 persen suara dari 62 suara senat Unpatti atau setara dengan 33 suara. Dia mengatakan, bilangan pembagi suara menteri pada masing-masing kandidat tidak pernah merata. Pasti ada calon tertentu yang mendapat suara lebih dari menteri.

“Pasti menteri punya kandidat yang akan diunggulkan. Jadi itu sangat tergantung lobi masing-masing kandidat di pusat,” tandasnya.

Sementara Ketua KPCR Unpatti Tjance Tjiptabudi mengatakan setelah surat undangan disampaikan kepada Menristekdikti, Mohammad Nasir, Selasa (2/2), pihaknya belum mendapat informasi resmi tentang kepastian pemilihan tahap ketiga nanti.

Sebelumnya undangan pelaksanaan pemilihan rektor telah disampaikan pada 27 Januari lalu untuk pelaksanaan pada 29 Januari. Tapi karena ada berbagai agenda, Menristekdikti menunda pelaksanaan pemilihan rektor tanpa memberikan kepastian. “Kita tidak bisa tentukan tanggal. Disesuaikan dengan jadwal Menteri,” katanya, kemarin.

Masa jabatan Rektor Thomas Pentury hingga tanggal 23 bulan ini. Sehingga, pihaknya berharap, sebelum tanggal 14, pemilihan ketiga sudah dapat dilaksanakan, agar persiapan untuk penetapan hingga pelantikan bisa lebih maksimal.

“Mungkin Minggu depan. Tangalnya belum pasti. Di bawah tanggal 14, karena masa jabatan pak rektor yang sekarang, kan sampai tanggal 23 Februari,” ungkapnya.
Setelah pemilihan tahap terakhir, lanjut Tjiptabudi, KPCR akan menyampaikan hasil pemilihan kepada Menristekdikti untuk ditetapkan. Selanjutnya, melantik rektor terpilih.(MAN/ADI)

Most Popular

To Top