Kapolres : Penahanan Surya Makatita, Tepat – Ambon Ekspres
Lintas Pulau

Kapolres : Penahanan Surya Makatita, Tepat

MASOHI,AE—Kapolres Maluku Tengah, AKBP Harley Silalahi menegaskan, penahanan Surya Makatita  (64) terkait  kasus pidana pemalangan jalan di wilayah Seram Utara pada 13 Desember 2014 lalu,  sudah sesuai prosedur dan petunjuk Kejaksaan Negeri Masohi.

Pihaknya telah melayangkan surat pemanggilan, namun tidak diindahkan oleh tersangka sehingga langsung menahan Surya. Dia dimintai keterangan terkait kasus pengusiran bupati oleh warga desa Saleman beberap waktu lalu.

Penjelasan Kapolres tersebut menanggapi rencana kuasa hukum Surya Makatita, Azis Mahulete untuk mengajukan praperadilan atas penetapan tersangka dan penahanan kliennya tersebut.

“Sesuai petunjuk Jaksa, kita sudah panggil tapi tidak hadir makanya waktu di polres langsung kita tahan. Ini dimaksudkan agar tidak menghilangkan barang bukti dan sebagainya,” kata Kapolres.

Kendati demikian, Kapolres mengatakan, upaya Praperadilan merupakan hak tersangka, sehingga pihaknya mempersilahkan tersangka, melalui kuasa hukum, bila ingin mengajukan Praperadilan. “Ya, silahkan itu hak tersangka,” timpalnya, katanya.

Azis Mahulete, kuasa hukum Surya Makatita ini menilai penahanan yang dilakukan oleh Polisi tidak sesuai dengan Peraturan Kapolri (Perkap) maupun KUHAP. Sehingga, berencana mengajukan praperadilan atas penahanan tersebut.”Upaya lanjut adalah praperadilan Polres,” tegas Mahulette.

Dikatakan, kliennya tidak bersalah, sebab kasus itu sudah terjadi dua tahun lalu dan hingga kini klienya itu tidak ditetapkan sebagai saksi apalagi tersangka. Dia dimintai keterangan oleh penyidik Polres Malteng bukan untuk dirinya sendiri malainkan untuk orang lain. “Makanya penahanan ini tidak sesuai Perkap dan KUHAP,” ujarnya.

Kata Mahulete, klienya itu ke Polres karena diundang oleh polisi guna memberikan keterangan terkait pengusiran bupati oleh warga Saleman. Namun, saat sedang dimintai keterangan, polisi langsung menyodorkan surat penahanan tanpa disertai surat tugas.

“Tiba-tiba polisi langsung sodorkan surat penahanan tanpa surat tugas, ini ada apa karena dia bukan saksi bagi dirinya sendiri apalagi tersangka, dia saksi bagi orang lain dan persoalan itu sudah dalam proses sidang di pengadilan,” ucap Mahulette.

Menurutnya, kasus pidana pemalangan jalan buntut dari jawaban bupati atas rencana pemekaran kecamatan Teluk Dalam Seram Utara dengan penolakan warga Salemen terhadap bupati merupakan dua kasus yang berbeda.

Klienya itu sangat kooperatif memenuhi panggilan polisi untuk dimintai keterangan terkait laporan informasi penolakan bupati oleh warga Salemen. Namun, berlangsungnya proses penyelidikan oleh penyidik klienya langsung disodorkan surat penahanan.

“Klien saya sangat koopetatif karena sedang tidak dalam status saksi atau tersangka kasus pemalangan jalan tahun 2014, dia dipanggil dan ditahan dalam kasus berbeda,” tandasnya.
Kalaupun Berita Acara Pemeriksaan (BAP) dinyatakan belum lengkap oleh Jaksa kemudian dikembalikan ke Polisi. Nah, yang menjadi pertanyaan adalah BAP iti punya siapa, identitas orang harus jelas karena proses pidana pemalangan jalan sudah pada tahan persidangan di Pengadilan Negeri Masohi.

Karena itu, pihaknya akan menempuh jalir hukum dengan mempraperadilan Polres Maluki Tengah lantaran meyalahi melanisme yang diatur dalam Peraturan Kapolri dan Kitab Undan-undang Hukum Pidana. (ANC)

Most Popular

To Top