Belum Bertarung, Vanath Sudah Terganjal – Ambon Ekspres
Trending

Belum Bertarung, Vanath Sudah Terganjal

AMBON,AE— Mantan Bupati kabupaten Seram Bagian Timur Abdullah Vanath diisukan maju di Pilkada Maluku Tengah 2017. Namun, keinginan Vanath terganjal peraturan perundang-undangan, karena sudah menjabat dua periode.

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Maluku, Musa Latua Toekan saat dihubungi Ambon Ekspres via seluler, Jumat (5/2) mengatakan, undang-undang Pilkada yang lama, memang tak melarang kepala daerah yang sudah dua kali menjabat, mencalonkan diri lagi. Baik di daerah yang sama, maupun derah lain.

“Sebelum UU Pilkada direvisi, memang tidak dilarang. Contohnya, gubernur Sumatera Selatan Alex Noordin yang permah mencalonkan diri sebagai Gubernur DKI Jakarta,”jelas Musa.

Setelah direvisi dengan Undang-Undang nomor 8 Tahun 2015 tentang Pilkada, kepala daerah yang sudah dua periode menjabat, berturut-turut maupun tidak, dilarang mencalonkan diri lagi. Baik sebagai calon kepala daerah maupun wakil kepala daerah.

“Undang-undang kan menyebutkan, bahwa kepala daerah maupun kepala daerah yang sudah dua periode menjabat, tidak bisa lagi mencalonkan diri dengan jabatan yang sama. Di daerah yang sama maupun di daerah lain,”jelas Toekan saat disinggung soal informasi majunya Vanath di Pilkada Malteng 2017 mendatang.

Masih berdasarkan UU Pilkada, Toekan menjelaskan, Bupati dan wakil Bupati, atau Walikota dan wakil Walikota bisa mencalonkan diri sebagai gubernur dan wakil gubernur.”Kalau naik satu tingkat, apakah sebagai gubernur atau wakil gubernur, itu bisa,” katanya.

Selain membatasi pencalonan kepala daerah dan wakil kepala daerah untuk ketiga kalinya dengan jabatan yang sama, dan di daerah yang sama maupun berbeda, UU juga memperketat kepala daerah aktif yang ingin maju di daerah lain. Salah satunya, harus mengundurkan diri.

“Bahkan, meski masih aktif, dan mau mencalonkan diri di daerah, juga harus mengundurkan diri. Artinya, kalau gubernur, bupati dan walikota yang ingin mancalonkan diri di daerah lain, wajib hukumnya melepaskan jabatannya. Itu salah satu syaratnya,” terang dia.

Selain UU nomor 8/2015, larangan mencalonkan diri lagi bagi kepala daerah dan wakil kepala daerah yang sudah menjabat dua periode, juga diatur dalam Peraturan KPU nomor 12/2015 tentang Tentang Pencalonan Pemilihan Gubernur dan Gubernur, Bupati dan wakil Bupati, dan/atau Walikota dan Wakil Walikota.

Dalam pasal 4 tentang Syarat calon, ayat (1) huruf m PKPU nomor 12/2015 dijelaskan, calon kepala daerah adalah orang yang belum pernah pernah menjabat sebagai Gubernur atau Wakil Gubernur, Bupati atau Wakil Bupati, atau Walikota atau Wakil Walikota selama 2 (dua) kali masa jabatan dalam jabatan yang sama untuk Calon Gubernur atau Calon Wakil Gubernur, Calon Bupati atau Calon Wakil Bupati dan/atau Calon Walikota atau Calon Wakil Walikota.

“Di dalam UU nomor 8 tahun 2015 dan PKPU 12, itu tidak bisa. Artinya, meskipun mencalonkan diri di daerah lain, tetapi kalau sudah dua kali menjabat sebagai Bupati atau wakil Bupati, sudah dilarang,” kata anggota KPU Maluku, La Alwi.

Informasi yang dihimpun Ambon Ekspres, isu soal majunya Abdullah Vanath di Pilkada Malteng, bukan lagi sekedar wacana. Pasalnya, baliho Vanath sudah dipasang pada beberapa ruas jalan di Masohi, ibukota Maluku Tengah.“Bahkan, beliau (Vanatah)sudah pasang baliho di kota Masohi.

Beliau diisukan maju juga di Pilkada Maluku Tengah,” kata sumber Ambon Ekspres yang tak ingin namanya disebutkan.

Perlu diketahui, Abdullah Vanath merupakan Bupati kabupaten SBT dua periode, 2005-2010 dan 2010-2015. Masa jabatannya berakhir pada September 2015. Sedangkan Jopi Papilaja adalah mantan Walikota Ambon untuk dua periode berbeda. Dia juga diwacanakan PDIP untuk bertarung.(TAB)

Most Popular

To Top