Nakhoda Baru Sinode GPM – Ambon Ekspres
Trending

Nakhoda Baru Sinode GPM

AMBON, AE— Sinode Gereja Protestan Maluku, punya ketua baru. Visi menjaga kehidupan bersama antar umat beragama dalam kemajemukan akan terus dilanjutkan, termasuk menjalin hubungan baik dengan pemerintah provinsi Maluku maupun Maluku Utara. Pembangunan kemasyarakatan juga akan menjadi fokus kepengurusan GPM yang baru.

“Membangun kerjasama dengan semua pihak merupakan kosentrasi-kosentrasi saya kedepan. Apa yang saya lakukan akan sejalan dengan visi misi GPM yang dokumen telah ditetapkan dalam sidang-sidang komisi beberapa waktu lalu yaitu Pola Induk Pelayanan dan Rencana Induk Pelayanan (PIP/RIP). Inilah garis besar haluan gereja, selama 10 tahun kedepan,” tandasnya.

Dia pun menegaskan, dalam program gereja kedepan turut mengakomodir program pemerintah provinsi, dan kabupaten/kota di Maluku serta pemerintah Maluku Utara. “Gereja Protestan Maluku juga memiliki tanggungjawab terkait kosentrasi-kosentrasi pembangunan masyarakat sebab gereja ini juga melakukan pembangunan, pembangunan nasional dalam bentuk spiritual,” tandasnya.

Kepada Ambon Ekspres, Pendeta Ates Werinussa mengucapkan syukur atas kasih karunia Tuhan melalui tangan-tangan para hamba-Nya telah menunjuk dirinya memimpin GPM untuk lima tahun kedepan. “Saya mengucapkan syukur kepada Tuhan yang telah menunjuk saya untuk memimpin gereja ini (GPM) kedepan,” ucapnya saat ditemui disela-sela pemilihan, pekan lalu.

Werinussa terpilih dalam sidang Sinode Gereja Protestan Maluku (GPM) ke-37, yang sekaligus memilih kepengurusan Majelis Pekerja Harian (MPH) Sinode GPM periode 2015-2020. Setelah bersidang sejak 24 Januari hingga Sabtu (7/2) pekan lalu, Pendeta Ates Johanes Samuel Werinussa mendapatkan dukungan mayoritas peserta sidang sinode untuk memimpin GPM lima tahun kedepan.

Terpilihnya Pendeta yang saban hari disapa Pendeta Ates ini, melalui proses pemilihan yang diikuti oleh peserta sidang dari 32 Klasis GPM se-Maluku dan Maluku Utara. Pemilihan berlangsung sekira pukul 11.00 Wit siang di gedung gereja Maranatha Ambon, Sabtu (7/2).

Proses sidang pemilihan yang dipimpin Penatua Mon Nirahua beserta beberapa pimpinan sidang berlangsung tertutup di dalam gedung gereja. Hanya peserta yang memiliki hak suara yang diperkenankan berada dalam gedung gereja yang semua pintunya tertutup rapat dan dijaga ketat anggota polisi berpakaian lengkap.

Peserta sidang dan masyarakat umum terlihat antusias mengikuti sidang pemilihan tersebut. Ratusan orang berhamburan di luar gedung gereja mengikuti proses pemilihan melalui layar TV yang telah disediakan panitia. Wajah penuh ketegangan terlihat di setiap peserta yang menyaksikan siapa pemimpin baru gereja Kristen terbesar di Maluku itu.

Sebelum agenda pemilihan, pimpinan sidang menjelaskan mekanisme pemilihan seorang bakal calon ketua, wakil ketua dan sekretaris umum sebagaimana diamanatkan dalam pasal 7 ayat 4 tata cara dan kriteria pemilihan keanggotaan MPH sinode.

Sesuai mekanisme Pemilihan yang telah ditetapkan dalam persidangan, pemilihan Ketua, Wakil Ketua dan Sekretaris Umum (Sekum) dilakukan dengan cara voting. Masing-masing klasis dijatahi 8 pemilih (suara) dari 32 klasis sehingga total 261 suara.

Dalam proses pemilihan tahapan Balon, dari perhitungan suara muncul 10 nama dengan perolehan dukungan diantaranya Pendeta C. Alyona memperoleh dukungan 28 suara, Pendeta N. Sedubun didukung 6 suara, Pendeta Jacky Manuputty memperoleh 21 suara, Pendeta A. Samangun peroleh 1 suara, Pendeta A. Batlayeri memperoleh 17 suara, Pendeta J.Lorwens peroleh 3 suara, Pendeta I. Hetarie peroleh 2 suara, Pendeta E.T. Maspaitela peroleh 12 suara, Pendeta S.Hetaria 2 suara dan Pendeta AJS Werinussa memperoleh 154 suara.

Dalam proses pemilihan yang berjalan menegangkan itu, terdapat 15 surat suara yang dinyatakan tidak sah karena pemilih menulis dua nama bakal calon dan tidak mengisi nama balon.

Berdasarkan perhitungan dukungan suara 10 Balon ketua sinode, pimpinan sidang kemudian menetapkan hanya satu Balon yang dinyatakan memenuhi kriteria untuk selanjutnya ditetapkan sebagai calon ketua MPH Sinode periode 2015-2020 yakni Pendeta AJS Werinussa dengan perolehan 154 suara.

“Sesuai mekanisme yang telah ditetapkan berdasarkan pasal 7 ayat 4 seorang bakal calon sekurang-kurangnya mendapatkan dukungan 15 persen dari jumlah total pemilih atau 39 suara, dengan demikian pimpinan sidang tidak dapat melanjutkan pelaksanaan tahapan pemilihan ketua MPH sinode karena hanya satu bakal calon yang memenuhi kriteria yakni pendeta AJS Werinussa.

Dengan demikian, pimpinan sidang tidak memiliki hak untuk menetapkan dan kami mengembalikan kepada tim nominasi untuk kemudian menetapkan pendeta Werinussa sebagai calon tunggal ketua MPH sinode GPM periode 2015-2010,” tandas pimpinan sidang menjelaskan mekanisme pemilihan.

Pendeta Werinussa berhasil memperoleh 154 atau memenuhi persyaratan dukungan 15 persen dari peserta pemilih sebanyak 261 suara. Perolehan suara Werinussa, menyisihkan 9 calon lain yang tidak masuk dalam kriteria pemilihan sebagai balon ketua sinode. Secara otomatis, Pendeta Ates didaulat sebagi calon tunggal Ketua Sinode Periode 2015-2020 untuk ditetapkan oleh tim nominasi pemilihan MPH Sinode sebagai Ketua Sinode periode 5 tahun kedepan.

Terpilihnya Pendeta Ates Werinussa akan menggantikan kepemimpinan Ketua Sinode GPM sebelumnya, Pendeta Dr. John Ruhulessin,M.Th yang telah memimpin GPM selama dua periode yakni 2005-2010 dan 2010-2015.

Selain pemilihan ketua, juga dilakukan pemilihan wakil ketua dan sekretaris umum dimana sesuai hasil pemilihan ditetapkan kepengurusan MPH Sinode GPM periode 2015-2020 yakni Ketua MPH Sinode, Pendeta AJS Werinussa, Pendeta WB Pariama Sebagi Wakil Ketua I, Pendeta P. Refialy menjabat Wakil Ketua II, Pendeta E.T Maspaitella sebagai Sekretaris Umum, dan Pendeta A. Soukotta sebagai Wakil Sekretaris Umum.

Sementara itu, mantan Ketua Sinode GPM, Pendeta John Ruhulessin memberikan dukungan penuh bagi seluruh Majelis Pekerja Harian (MPH) Sinode yang baru terpilih. Kiranya, seluruh MPH yang baru, dapat menjalankan tugas dan tanggungjawab dengan maksimal.

“Selamat dan dukungan penuh bagi seluruh MPH yang telah terpilih. Tugas dan tanggungjawab yang nantinya mereka jalankan masih panjang sehingga semoga apa yang diharapkan dapat dilaksanakan, “katanya.

Selain itu, Ruhulessin juga mengucapkan terima kasih dan apresiasi tinggi kepada seluruh lapisan masyarakat yang telah menyukseskan terselenggaranya persidangan Sinode GPM ke 37. Terutama bagi umat beragama lain yang telah turut mendukung terselenggaranya sidang tersebut.

“Terima kasih untuk kedamaian yang telah dijaga oleh semua elemen masyarakat. Terutama bagi saudara kita yang beragama lain, “ujarnya.

Selain itu, Ruhulessin menghimbau agar semua umat beragama yang ada di Maluku, dapat menopang pimpinan Sinode yang baru dalam menjalankan tugasnya selaku pimpinan Umat GPM selama lima tahun kedepan.

Karena, banyak permasalahan yang terjadi dilingkungan masyarakat, dan hal itu bukan saja menjadi tugas pemerintah semata. Tetapi sudah merupakan tugas dan panggilan gereja yang dalam membentuk jemaat dan masyarakat menjadi pribadi yang peduli dengan sesama manusia.

“Banyak permasalahan yang kompleks dilingkungan kita. Untuk itu, sebagai pimpinan umat beragama, kita patut berada ditengah masyarakat dan membangun komunikasi yang baik dengan masyarakat. Kita harus berperan aktif dan memberikan pemahaman moral dan spiritual. dan saya rasa itu sangat penting dilakukan,” ujarnya.

Ruhulessin berharap agar pimpinan GPM yang baru, serta susunan Sinode GPM yang baru, dapat mengembangkan langkah-langkah guna menopang persaudaraan, kerukunan yang lebih baik.

“Kiranya pimpinan sinode yang baru tidak hanya meneruskan, tetapi juga mengembangkan nilai-nilai kerukunan untuk menopang kedamaian antar umat beragama di negeri tercinta ini, “harapnya.

Olehnya itu, tambah dia Pimpinan GPM yang baru dapat bekerjasama dengan seluruh stake holder baik dilintas gereja-gereja. Terutama membangunan koordinasi dilintas masyarakat dan antara pimpinan agama-agama.

“Saya sangat berharap koordinasi itu dibangun sesering mungkin antara pimpinan gereja dengan masyarakat, dan terutama dengan pimpinan umat beragama lainnya, “tutupnya.
(SAT/M6/AFI)

Most Popular

To Top