Polisi Bongkar Korupsi 3 Lahan – Ambon Ekspres
Trending

Polisi Bongkar Korupsi 3 Lahan

AMBON,AE— Sejumlah kasus dugaan tindak pidana korupsi yang terjadi di Kota Tual, mulai dibongkar. Polisi kini telah melakukan pengusutan terhadap dugaan tindak pidana korupsi, pengadaan tanah untuk pembangunan Gedung perkantoran kota Tual dan gedung Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD), serta pengadaan lahan untuk pembangunan pelabuhan penyeberangan feri.

Proyek ini ada yang dianggarkan melalui APBN dan ada pula dari APBD Kota Tual pada Tahun 2011, dengan nilai milyaran rupiah. Polisi membenarkan sudah menerima laporan dugaan korupsi itu. Kini Direktorat Reskrimsus Polda Maluku bergerak cepat dengan melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi.

“Kasus pengadaan tanah untuk pembangunan Gedung Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Tual, tidak ditangani oleh Polres Malra, malainkan ditangani oleh Polda dalam hal ini, Ditreskrimsus,” kata sumber terpercaya kepada koran di Mapolda Maluku, Selasa kemarin.

“Ada tiga kasus yang dilaporkan ke Reskrimsus, dan sudah dalam penanganan. Tiga kasus itu diantaranya Dugaan kasus pembebasan lahan untuk pembangunan kantor perkantoran Tual, kemudian kasus dugaan pembebasan lahan untuk pembangunan RSUD dan kasus dugaan pembebasan lahan untuk pemabangunan pelabuhan penyebrangan feri,”jelasnya.

Untuk pengadaan tanah guna pembangunan gedung perkantoran Pemerintah kota Tual, terjadi pada Tahun 2010, dengan total anggaran senilai Rp 820 juta. Sementara untuk pengadaan tanah pembangunan RSUD Kota Tual, pada tahun 2011, senilai Rp 3.2 Milyar.

“Kalau tidak salah tim penyidik Direskrimsus sementara berada di Kota Tual, guna melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi, terkait kasus itu,” tutup sumber in.

Ketua tim penyidik Direskrimsus Kompol G Watimena melalui Kabid Humas Polda Maluku Ajun Komisaris Besar Polisi Sulaiman Waliulu, yang dikonfirmasi koran ini sore kemarin, membenarkan adanya penanganan kasus dugaan tindak pidana korupsi tersebut.

“Sudah kami terima laporan atas dugaan ada tindak pidana dalam kasus pengadaan tanah untuk pembangunan lahan perkantoran kemudian pembangunan RSUD dan dermaga feri itu. Dan ketiga kasus itu sementara sudah kami tangani,” jelas dia, sore kemarin.

Dia menambahkan, ketiga kasus tersebut, sudah dalam proses penyidikan. “Status kasus itu, bukan lagi penyelidikan tetapi sudah sampai pada tahap penyidikan,”katanya.

Disinggung soal saksi yang telah diperiksa oleh tim penyidik yang menangani kasus tersebut, Waliulu mengaku sudah puluhan saksi. Dia menegaskan, pihaknya tetap akan menuntaskan ketiga kasus tersebut.

“Kalau saksi sendiri sudah sekitar 28 orang yang telah kami periksa. Soal pemeriksaan saksi lain pasti ada. Prinsipnya kasus ini akan kami tuntaskan sesuai dengan prosedur yang ada. Untuk sementara seperti itu dulu ya,” kuncinya.(AHA)

Most Popular

To Top