Proyek Air Bersih Tanpa Air – Ambon Ekspres
Trending

Proyek Air Bersih Tanpa Air

AMBON,AE— Musim kemarau yang berakibat mengeringnya air bersih di kota Ambon, telah diantisipasi pemerintah kota. Sebelum program bagi-bagi air bersih secara gratis bagi warga, pasca mengeringnya beberapa sumber utama air bersih, pemerintah telah berupaya menyediakan air bersih bagi warga melalui program pembangunan.

Namun, ada diantaranya belum kunjung dinikmati oleh warga, meski batas waktu pelaksanaan proyek telah berlalu.

Sebut saja pembangunan sarana dan prasarana air bersih di kawasan Aster (Lampu Lima), kelurahan Hative Kecil, Kecamatan Sirimau.  Proyek bernilai ratusan juta rupiah ini sangat diharapkan oleh warga setempat, namun hingga kemarin belum dimanfaatkan secara baik.

Padahal, berdasarkan penelurusan Ambon Ekspres di laman Layanan Pengadaan Secara Eletronik (LPSE) kota Ambon, pelaksanaan proyek yang dikerjakan oleh CV Arwana itu, berakhir Novembver 2015. Beberapa warga pun mengungkapkan pernah mendapat janji dari pemerintah bahwa air akan disalurkan ke rumah-rumah warga pada bulan Januari tahun ini.

“Tapi sampai saat ini belum juga. Kita tidak tahu bagaimana caranya mendapatkan air ini. Tidak tahu apa kendalanya,” ungkap Fais, salah satu warga Aster, Selasa (9/2).

Bahkan, beberapa tahun sebelumnya, pemerintah telah membangun sebuah bak penampung di sana. Panjangnya kurang lebih 8 meter, lebar kurang lebih 5 meter dan tinggi sekitar 4 meter.

Namun, tidak pernah dimanfaatkan. Hingga tahun 2015, pemerintah kota Ambon kembali menyediakan anggaran Rp300 juta lebih hanya untuk menyediakan pipa, membuat sumur bor dan mengecat bak penampung yang sudah sekitar enam tahun dibangun, tapi tidak dimanfaatkan itu.

Pantaun Ambon Ekspres, bak penampung tersebut baru diisi dengan air yang disedot dari sumur bor. Namun, belum sampai di rumah warga. “ Selama ini kami dapat air kalau hujan turun. Kalau air yang baru ini baru diisi di bak pada bulan satu (Januari) ini,” ungkap warga lainnya.

Sumber lain menyebutkan, proyek tersebut akan diserahkan kepada PT . DreAm Sukses Airindo untuk dikelola sebagai air berbayar. Sementara, kepala bidang Air Bersih dinas PU kota Ambon Meli Latuahamalo yang ingin dikonfirmasi, namun tidak berhasil. Demikian juga pihak CV Arwana.

Ketua Gerakan Pemuda Islam Indonesia Wilayah Maluku, Salamun Yunus Yusran, meminta Kejaksaan Negeri Ambon melakukan penyelidikan mendalam terkait proyek itu. Pasalnya, air menjadi kebutuhan mendasar masyarakat di perkotaan. “Masak, di kota koh ada saja proyek bermasalah,” sindir Salamun.

Salamun menambahkan, pola-pola pembangunan proyek air bersih ini memang rawan korupsi. Kata dia, jenis proyek ini bukan dilihat pada ketersediaan infrastrukturnya, tapi ketersediaan air. “Kan pengadaan air menjadi tujuan pembangunan proyek. Kalau airnya tidak pernah dinikmati rakyat, itu berarti proyeknya gagal total,” tekan dia.

Kepala bidang Advokasi Aliansi Indonesia Maluku, Edi Irsan Elys mengatakan, bila batas waktu pelaksanaan proyek telah berlalu, namun air belum disalurkan ke rumah-rumah warga, tentu menimbulkan tanda tanya.

“Bahkan bisa kita duga bahwa ada yang tidak beres dalam proyek ini. Harus dingat bahwa bahwa proyek air berdsih sangat dibutuhkan oleh masyarakat. Kalau macet seperti ini, patut disayangkan,” katanya.

Fungsionaris DPD Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) kota Ambon itu menegaskan, bila batas waktu pekerjaan adalah bulan November 2015 maka paling lambat bulan Desember, air sudah dapat disalurkan ke rumah warga.(MAN)

Most Popular

To Top