Sam Diantara Dua Pilihan – Ambon Ekspres
Trending

Sam Diantara Dua Pilihan

PDIP Buka Pendaftaran

AMBON, AE— Format pasangan calon dalam pemilihan kota Ambon belum Nampak, berbeda dengan bakal calon walikotanya. Bakal calon wakil walikota banyak dibicarakan dari kalangan muslim, namun hanya satu yang masih menonjol, Sam Latuconsina.

Sam dinilai punya simpul basis massa kuat di pemilih muslim, karena itu, bakal calon walikota menginginkannya untuk berpasangan.

Selain Richard Louhenapessy, Poly Kastanya dikabarkan terus mendekati Sam. Beberapa kali terjadi komunikasi diantara dua figur muda ini, namun Sam masih tertarik berpasangan dengan Richard Louhenapessy. “Sudah beberapa kali pa Poli dan pa Sam terlibat komunikasi, namun belum ada kesepakatan apa-apa,” kata sumber koran ini.

Sumber lain koran ini, Selasa (9/2) mengatakan, nama Sam Latuconsina sempat diperbincangkan akan berpasangan dengan Poly. Namun, itu hanya sebatas perbincangan. Belum ada komunikasi resmi antara Wakil Walikota Ambon dan Kepala Dinas Sosial Provinsi Maluku itu.

“Memang, sempat diperbincangkan nama Sam berpasangan dengan poly. Namun karena belum ada sikap resmi dari pak poly, makanya isu itu meredam. Sehingga komunikasi politik belum jalan,” kata sumber yang tak ingin namanya disebut.

Sementara itu, Direktur Eksekutiif Lingkar Peduli Politik Lokal, sekaligus salah satu orang kepercayaan Poly Kastanya, Hendry Pasalbessy mengaku, Poly positif maju sebagai calon Walikota 2017 mendatang. Poly, kata dia, membuka diri seluasnya kepada siapapun bakal calon wakil Walikota untuk berpasangan dengannya.

Pak Poly positif maju sebagai calon walikota Ambon dan membuka peluang bagi siapapun untuk maju mendampingi beliau sbagai wakil walikota. Ini sikap resmi pak Poly,”ujar Hendry.

Hendry menyebutkan, setidaknya ada dua indikator utama yang menjadi alasan bagi Poly Kastanya maju untuk keduanya di Pilwakot Ambon. Pertama, Poly masih memiliki magnet electoral yang cukup setelah kalah pada Pilwalkot 2011.

“Alasannya, pertama, beliau pernah mengikuti kontestasi Pilwakot 2011. Saat itu beliau berupakan calon peraih suara terbanyak kedua. Dan, perlu diketahui bahwa sampai saat ini tingkat penerimaan publik terhadap beliau masih cukup tinggi,”terangnya.

Kedua, prediksi dukungan dari individualitas Angkatan Muda Gereja Protestan Maluku (AMGPM) yang akan menguat pada saat perhelatan Pilwakot berlangsung. Hendry optimis, kondisinya bisa sama seperti Pilwakot 2011.

“Memang dukungan terbuka dari AMGPM tidak ada. Tapi, subjektivitas masing-masing orang, itu dan pasti akan bergerak. Seperti pada Pilwakot 2011. Kemudian, ditambah dengan pengalaman beliau sebagai birokrat di pemerintah provinsi Maluku yang dinilai cukup bagus,”paparnya.

Disinggung soal Sam Latuconsina yang diisukan berpasangan dengan Poly, menurut Hendry, tidak menutup kemungkinan dapat terjadi. Karena itu, komunikasi politik dengan Sam mulai dijajaki. ”Komunikasi politik dengan Sam, segera kita jajaki,”ungkap dia.

Mengapa Poly condong ke Sam? Sekretaris AMGPM Daerah Pulau Ambon itu menyatakan, karena Sam memiliki tiga keunggulan yang tidak dimililiki figur bakal calon wakil Walikota lainnya, yaitu modal ekonomi, politik dan sosial. Disamping itu, Poly dan Sam adalah sama-sama figur muda yang dekat dan diterima dikalangan pemuda.

“Memang, harus ada diakui bahwa Wawali sekarang (Sam) memiliki 3 keunggulan, pertama capital ekonomi, capital politik dan capital sosial. Beliau juga berjiwa muda dan dekat dengan pemuda. Begitu juga dengan Pak Poly, kuat dari sisi dukungan pemuda,” ujarnya.

Soal jalur yang akan dipilih Poly, dia mengaku, bisa lewat independen maupun partai dan gabungan partai politik. Namun, lanjutnya, ketika telah menyatakan sikap maju, maka kemungkinan besar melalui jalur partai politik.

Pengamat politik Universitas Darussalam, Ali Roho Talaouhu menilai, kemungkinan Sam bisa berpasangan dengan siapa saja calon Wakil Walikota, termasuk Kepala Dinas Sosial Provinsi Maluku, Paulus (Poly) Kastanya. Tapi, hal itu dapat terjadi, jika PDIP mengusung Poly sebagai calon walikota.

“Kalau soal kemungkinan dan peluang Poly maju dengan Sam, itu pasti ada. Tapi, tergantung dari PDIP dengan pertimbangan survei yang biasa dilakukan. Kalau kader dinilai tak memenuhi persyaratan elektabiltas, akseptabiltas dan indikator lainnya, maka saya kira PDIP haris realistis mengusung pak Poly,” kata dia.

Peluang lainnya, sebut dia, adalah urgensi dan kesamaan kepentingan antara PDIP, Poly dan Sam. Apakah dalam konteks merebut kembali kekuasaan di Kota Ambon, atau kesamaan kepentingan untuk membangun Ambon jauh lebih baik lagi kedepan.

“Sekali lagi, peluang itu ada. Karena politik itu dinamis. Sangat tergantung pada urgensi kepentingan. Apakah hubungannya dengan merebut kembali kota Ambon, atau membangun kota Ambon labih baik lagi,”pungkasnya.

Sementara itu, PDIP mulai membuka pendaftaran bakal calon kepala daerah dan wakil kepala daerah untuk Pilkada serentak 2017, Selasa (9/2). Sam Latuconsina didorong agar ikut mendaftar.

“Menghadapi Pilkada tahun 2017, PDIP akan membuka pendaftaran balon kepala daerah dan wakil kepala daerah yang dimulai pada 9 Februari 2016 untuk kota Ambon, Maluku Tengah, Seram Bagian Barat, Pulau Buru dan Maluku Tenggara Barat. Kepada kader PDIP yang berminat serta tokoh politik dan tokoh masyarakat, kami buka kesempatan,” kata Sekretaris DPD PDIP Provinsi Maluku, Lucky Wattimury kepada Ambon Ekspres via pesan singkat (sms) kepada Ambon Ekspres, Senin (8/2).

Anggota DPRD Provinsi Maluku itu menjelaskan, pendaftaran bakal calon kepala daerah dan wakil kepala daerah, mengacu pada Surat Keputusan (SK) DPP PDIP nomor 4 Tahun 2015. Karena itu, kata dia, bagi bakal calon yang ingin mendaftar, dapat menanyakan secara detil informasinya kepada DPC PDIP masing-masing kabupaten/kota maupun DPD PDIP Maluku.

“Dengan demikian, bagi yang mau mendaftar, dapat menanyakan informasi langsung di masing-masing DPC kabupaten/kota atau DPD PDIP Maluku,”paparnya.

Dia menambahkan, waktu pendaftaran sangat terbatas atau sekitar 20 hari saja. Pasalnya, nama-nama bakal calon kepala daerah dan wakil kepala daerah akan disampaikan ke DPP 29 Februari untuk diseleksi.

Saat disinggung soal dukungan PDIP untuk Pilwakot Ambon, Lucky mengaku, sesuai SK DPP dan keputusan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) DPP PDIP pertama Januari 2016, kader akan dipriotaskan.

Namun, akui dia, masih berdasarkan dua keputusan tersebut, ruang untuk mendapatkan rekomendasi dibuka lebar untuk kader maupun non kader, mengikuti tahapan penjaringan dan penyaringan dengan baik dan memenuhi indikator yang telah ditetapkan.

“Siapapun orangnya, mesti mengikuti mekanisme internal partai. Sebab, itu merupakan kehendak peraturan perundang-udangan dan aturan partai. Sehingga, proses yang kita lakukan dinilai objektif dan selektif,”kata dia.

Sedangkan terkait peluang Sam diduetkan dengan kandidat calon Walikota Ambon dari PDIP, kata dia, belum saatnya dibicarakan. Namun, secara objektif, dia mengaku, Sam merupakan salah satu figur calon Wakil Walikota yang dilirik partai berlambang Banteng moncong putih itu.

“Kita belum membuka pendaftaran, bagaimana mau keluarkan rekomendasi. Dan harus melalui mekanisme yang telah diatur oleh partai. Tapi, objektifnya mesti kita katakan bahwa Pak Sam Latuconsina, itu potensi bagi PDI Perjuangan. Karena itu, beliau juga menjadi salah satu figur yang dilirik PDI Perjuangan untuk maju dengan kader PDI Perjuangan,” katanya.

Karena itu, PDIP berharap dan mendorong Sam yang saat ini masih menjabat Walikota Ambon untuk mendaftarkan diri dan mengikuti proses penjaringan dan penyaringan dan tahapan lainnya. Lucky juga berharap, agar ada kader partai yang maju dan berpasangan dengan Sam.

“Karena itu diharapkan, apabila proses-proses itu sudah jalan, kami juga akan mendorong pak Sam untuk bisa mendaftar di PDI Perjuangan. Dengan demikian, jika beliau mendaftar,kita akan proses sesuai mekanisme. Mudah-mudahan ada kader partai maju dan berpasangan dengan beliau di pilwakot,”paparnya.

Tak hanya kader, lanjut dia, Sam juga bisa diduet dengan siapa saja kandidat calon walikota yang diusung PDIP.”Kalau pun yang diusung adalah luar kader, maka bisa saja dipasangakan dengan pak Sam.

Pak Sam kan dari luar juga. Bukan kader kan. Jadi bisa saja. Tetapi, untuk calon kepala daerah sudah ditegaskan dalam Rakenas, bahwa yang diprioritaskan adalah kader partai,” tukasnya. (TAB)

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!