Richard Louhenapessy Vs Poly Kastanya – Ambon Ekspres
Trending

Richard Louhenapessy Vs Poly Kastanya

Ambon, AE— Wacana figur calon Wali Kota Ambon, kini mengerucut pada dua kandidat. Dua kandidat ini diperkirakan akan bertarung satu lawan satu. Richard Louhenapessy dan Poly Kastanya. Keduanya sudah sekali bertarung. Pertarungan 2011 lalu, Poly yang berpasangan dengan La Hamsidi kalah. Kini Poly maju dengan keyakinan menumbangkan incumbent.

ouhenapessy hampir pasti diusung Partai Golkar. Dengan empat kursi, Golkar masih butuh koalisi. Dengan partai politik mana mereka berkoalisi, informasi yang diperoleh koran ini, Walikota Ambon sudah membangun komunikasi dengan Partai Gerindra, maupun Nasdem. Namun dua parpol ini belum memberikan keputusan.

Untuk mengusung Louhenapessy, Gerindra memberi syarat. Partai dibawah komando Hendrik Lewerissa ini menyodorkan Lutfi Sanaky sebagai calon wakilnya. Louhenapessy belum memberikan respon. Mantan Ketua DPRD Maluku ini, selalu berhati-hati menentukan sikap.

Sementara Nasdem juga melakukan hal yang sama. Dengan tiga kursi di DPRD Kota Ambon, mereka menawarkan Ketua DPD Maluku, Hamdani Laturua sebagai pendampingnya. Komunikasi ini sudah cukup mendalam, termasuk Louhenapessy sempat menjamu Ketua umum Nasdem Surya Paloh saat melawat ke Ambon beberapa waktu lalu.

Lalu bagaimana dengan Sam Latuconsina, yang kini masih menjadi wakil Louhenapessy? PPP yang awalnya mengusung pasangan ini, berharap mereka tetap bersama. Namun, informasi yang diperoleh Louhenapessy sudah memilih jalan lain. dengan siapa dia berpasangan, politisi Golkar ini belum mau buka mulut.

Sedangkan Poly Kastanya, sudah menyatakan diri maju. Informasi yang diperoleh Ambon Ekspres, Poly memilih Sam. “Sudah hampir pasti. Komunikasi sudah berjalan lama. Kita tahu, pak Sam punya basis besar di pemilih muslim. Berpasangan dengan Sam, itu keputusan yang tepat,” kata orang dekat Poly kepada Ambon Eskpres.

Sampai kemarin, dukungan partai politik mana, Poly akan bertarung. Dia sempat dikabarkan memilih jalur independen, namun belakang beberapa parpol dikabarkan tertarik dengan Poly. Diantaranya PDIP, bahkan PPP. Kader-kader PDIP dalam beberapa kesempatan, bahkan menginginkan Sam.

Disisi lain, politisi senior PDIP itu menyatakan, bisa saja PDIP mengusung tokoh seniornya sekaligus mantan Walikota Ambon dua periode, Jopy Papilaja berpasangan dengan Sam. Dia menilai, ada potensi Sam diajak bergabung dengan PDIP.

Sekretaris DPD PDIP Maluku, Lucky Wattimuri dalam beberapa kesempatan mengatakan, bisa saja partainya mengusung Sam, karena wakil walikota ini punya potensi. “Jadi, pak Sam itu potensi untuk kita ajak bergabung dengan PDIP. Tinggal persoalannya, adalah proses kita jalani. Kita kaji dulu dengan baik. Mudah-mudahan ruang-ruang yang selama ini belum terbuka untuk proses, kita buka. Supaya, dengan demikian upaya memenangkan Pilkada itu berjalan dengan baik,” pungkasnya.

Salah satu orang dekat Poly Kastanya, Hendry Pasalbessy saat dihubungi Ambon Ekspres via seluler, Minggu (14/2) mengaku, memang Poly dan Sam telah melakukan komunikasi politik. Namun, belum ada kesepakatan untuk berpasangan.

“Kalau komunikasi informal antara pak Poly dan pak Sam memang sudah dilakukan. Tapi, belum ada kesepakatan. Tapi memang mengarah kesana,”kata Hendri saat dikonfirmasi soal peluang Poly dan Sam berpasangan.

Hendry mengaku, figur bakal calon wakil Walikota dalam penjajakan. Karena itu, dalam waktu dekat akan dilakukan survei setelah Tim Pemenangan Poly Kastanya resmi dibentuk.
“Maaf Bung, kami belum bisa memastikan siapa bakal calon wakil Walikota yang akan berpasangan dengan pak Poly.

Saya juga belum bisa berbicara panjang lebar, karena secara resmi belum dibentuk tim. Saya ditugaskan datang ke Ambon untuk melakukan kesiapan-kesiapan, termasuk survei bakal calon wakil yang dalam dekat akan dilakukan,”akui Sekretaris AMGPM Daerah Pulau Ambon itu.

Sebelumnya, kepada Ambon Ekspres 10 Februari, Pasalbessy mengaku, Poly positif maju sebagai calon Walikota 2017 mendatang. Poly, kata dia, membuka diri seluasnya kepada siapapun bakal calon wakil Walikota untuk berpasangan dengannya.

Setidaknya ada dua indikator utama yang menjadi alasan bagi Poly Kastanya maju untuk keduanya di Pilwakot Ambon. Pertama, Poly masih memiliki magnet electoral yang cukup setelah kalah pada Pilwalkot 2011.

Kedua, prediksi dukungan dari individualitas Angkatan Muda Gereja Protestan Maluku (AMGPM) yang akan menguat pada saat perhelatan Pilwakot berlangsung. Hendry optimis, kondisinya bisa sama seperti Pilwakot 2011.

Dijelaskan, kecenderungan Poly ke Sam, karena Sam memiliki tiga keunggulan yang tidak dimililiki figur bakal calon wakil Walikota lainnya, yaitu modal ekonomi, politik dan sosial. Disamping itu, Poly dan Sam adalah sama-sama figur muda yang dekat dan diterima dikalangan pemuda.

“Memang, harus ada diakui bahwa Wawali sekarang (Sam) memiliki 3 keunggulan, pertama capital ekonomi, capital politik dan capital sosial. Beliau juga berjiwa muda dan dekat dengan pemuda. Begitu juga dengan Pak Poly, kuat dari sisi dukungan pemuda,” tambah dia.

Sementara Sam sendiri, pernah mengaku, selain Richard, beberapa kandidat lainnya sudah melakukan komunikasi langsung dengannya. Namun, ia tak menyebut nama. ”Lebih dari satu kandidat tertentu sudah menghubungi Saya untuk menjadi wakil mereka.

Nama-nama top yang beredar itu,”ujar wakil Walikota Ambon itu kepada Ambon Ekspres, diruang kerjanya, 29 Januari 2015.

Disisi lain, Nendy Kurniawan Asyari dari lembaga survei Index, mengatakan fenomena satu lawan satu kini cukup kuat. Dia mengingatkan, incumbent untuk berhati-hati dalam menentukan strategi pemenangan, karena di beberapa tempat incumbent tumbang, dan kalau menang, angkanya tipis, ketika berhadapan satu lawan satu.

“Incumbent ketika memerintah, kan ada kelompok suka dan tidak suka. Nah, berbahaya bagi mereka kalau hanya ada dua calon. Yang tadinya tidak suka, karena tak ada pilihan boleh jadi akan memilih lawan dari incumbent. Ini akan merugikan incumbent kalau yang tidak suka itu jauh lebih banyak lagi,” kata dia.

Karena itu, lanjut dia, pilihan satu lawan satu bagi incumbent agak berisiko, dan peluang kemenangan akan menjadi tipis. Berbeda, jika calonnya lebih dari dua, karena kelompok yang tidak suka akan punya pilihan lebih dari satu.

“Pilihan mereka akan terpecah, diantara dua atau tiga calon. Sehingga akumulasinya tidak akan terlalu besar, dan peluang kemenangan bagi incumbent justeru akan jauh lebih besar,” kata Nendy, yang berulang kali sudah melakukan survei kandidat di beberapa kabupaten di Maluku. (TAB)

Most Popular

To Top
Do NOT follow this link or you will be banned from the site!